Skandal Matchfixing Kembali Terjadi di Ranah DOTA 2 Profesional China


Follow Us

Memang sudah menjadi rahasia umum bahwa pertandingan DOTA 2 di negeri China tak jarang menjadi ajang para mafia judi negeri tirai bambu tersebut mencari keuntungan. Mulai ramai diperbincangkan sejak tahun 2014 sampai 2016, kali ini kita dapat menyaksikan salah satu Matchfixing yang paling mengherankan pada ajang divisi 2 DOTA 2 Professional League di China.

Nulis artikel dibayar

Bagai tak belajar dari kurang lebih 20 pemain yang sudah terkena ban dari segala ajang yang diadakan Valve, pertandingan antara tim Ulrica- melawan Rock.Young berjalan dengan sangat tragis. Seperti apa yang diungkapkan salah satu caster dari negeri China dibawah ini, mereka bermain dengan sangat aneh dan bahkan tidak pantas untuk  disaksikan sama sekali.

From VPEsports

Terjemahannya sebagai berikut:

“Hari ini di DOTA 2 Professional League, saya menyaksikan pertanding terburuk selama saya menjalani karir sebagai seorang caster DOTA 2. Pertandingan antara Rock.Y dan Ulrica adalah sebuah lelucon dan jelas memperlihatkan adanya Match Fixing yang terjadi diantara kedua belah pihak. Saya sendiri sama sekali tidak tahu mengenai apa yang telah terjadi diantara kedua tim ini, seperti menaruh bet terhadap dirinya sendiri atau semacamnya, tapi jika kalian ingin melihat replay dari match tersebut dengan match Id 3802426172, kalian pasti akan marah seperti saya.

Jadi selama 15 menit pertama, skor pertandingan masih 7-4. Dimana Puck yang secara aneh menggunakan seluruh skillnya untuk menghabisi creep lawan padahal ia pastinya menyadari kehadiran Luna yang sedang melakukan farming di bagian Ancient. Luna melakukan ulti, namun terkena banyak ke creep yang sedang ia coba selesaikan namun sama sekali tidak berusaha mengejar ataupun membunuh Puck yang sebenarnya benar-benar dalam keadaan yang cukup rendah dan mudah untuk di kill. Sampai-sampai Puck malah bergerak kearah belakang Tower Tier 1 di Mid untuk menghabisi seluruh creep yang baru datang dengan seluruh killnya dan seperti meminta Luna untuk membunuhnya.

BACA JUGA  Darksiders III Dapat Diselesaikan dalam Waktu 15 Jam

Berlanjut pada menit ke-16, dimana Disruptor dengan anehnya mencoba melawan Elder Titan sendirian yang sedang berada di Hutan Radiant. Disruptor yang ternyata gagal menempatkan Static Storm dan Kinetic Fieldnya ke arah Elder Titan, malah mendapatkan kill terhadap Elder Titan yang sepertinya dengan sengaja berjalan kearah Static Storm yang akhirnya membuatnya kritis.

Alih-alih membunuh Elder Titan, malah Disruptor mencoba kabur dan meninggalkannya. Lebih anehnya, Elder Titan malah mengejar Disruptor yang kabur, dan seperti memaksa Disruptor membununya. Tak sampai disitu, Disruptor juga mendatangi Terrorblade yang sedang berada didekatnya dalam kondisi yang cukup sekarat. Namun Terrorblade malah menghiraukannya. Tak berhenti disitu, Disruptor dengan sengaja menerima serangan dari Tower dan membunuh dirinya dengan bayangan-bayangan Terrorblade yang berada disekitarnya dan akhirnya membuatnya mati atas Terrorblade.

BACA JUGA  Tidak Ada Wakil Korea Selatan Di Semifinal World Championship 2018

Setelah itulah, pertandingan untuk “kalah” ini mencapai fase puncaknya, dimana tim Rock.Y yang bertempat di Dire melakukan 5-man Push kearah tengah namun dengan Dragon Knight dan beberapa hero lainnya tanpa ulti. Puck yang sedang sekarat, secara aneh melompat kearah 5 hero dari dire dan mati tanpa sempat melakukan apapun kepada lawannya.

Lebih anehnya lagi, Tuskar yang memiliki HP penuh, malah dengan sengaja maju ke tower tier 3 dari Radiant dan membuatnya mati tanpa tersentuh hero musuh. Tiny yang sudah memiliki item dan skill yang cukup tinggi-pun nampak enggan menggunakannya dan hanya mengandalkan kemampuannya untuk menghabisi creep. Terakhir Disruptor dan Chen yang secara aneh maju meuju hero lawan dan hanya membiarkan dirinya mati secara terus menerus. Mereka mati dan memberikan kill dengan cara yang sangat “keren” dan sangat diluar dugaan. Membuat saya sendiri sangatlah kesal dan marah atas kejadian ini yang sangatlah tak terpuji.

Dengan sangat mengecewakan dan sangat merugikan, kedua tim ini bermain di DPL alias DOTA 2 Professional League season 5. Saya Lingsxiang Zhou, ID :Esports??, ingin secara terbuka dan benar melaporkan kejadian ini antara Rock,Y dan ULrica sebagai Match Fixing. Saya berhadap pihak Perfect World dan DPL akan mau masuk menginvestigasi apa yang telah terjadi diantara kedua tim ini dan mau untuk memberikan penjelasan yang benar bagi seluruh komunitas DOTA 2 dunia dan juga China yang telah melihat kejadian ini.”

BACA JUGA  Microsoft Akan Akuisisi Dev. Fallout New Vegas - Obsidian Entertainment?

Kalau kalian penasaran bagaimana keseluruhan pertandingan ini, bisa kalian lihat langsung di video dibawah ini:


From VPEsports

Atas tindakan mereka ini, pihak dari Mars Media selaku penyelenggara DPL telah memberikan sangsi berupa diskualifikasi dari DPL musim ini. Serta kemungkinan besar akan dilarang untuk mengikuti pertandingan-pertandingan selanjutnya yang diadakan oleh Mars Media. Tak lupa hukuman yang sangat mungkin diterima mereka dari Valve.


From VPEsports, Translated by Gamebrott

Beberapa screenshot juga sempat beredar mengenai kabar Matchfixing ini yang menyudutkan kedua pihak namun membuat para komunitas DOTA 2 kebingungan. Sepenangkapan mimin, bahwa sebenarnya ULrica nampaknya ingin membayar tim Rock.Y untuk kalah dari mereka, namun pihak tim Rock.Y yang mengetahui hal ini dengan sengaja mencoba menggagalkan hal tersebut.

Mereka pada akhirnya memilih untuk memenangkan pertandingan agar tim dari ULrica tidak akan bisa mendapatkan hasil pertaruhan yang mungkin mereka taruh melawan mereka. Atas kejadian kemarin, pihak ULrica mungkin sangatlah marah dengan hasil yang terjadi, tapi mereka juga nampaknya sudah harus siap menerima segala konsekuensi yang akan datang.


Kalau menurut kalian bagaimana nih kasus ini?


Like it? Share with your friends!

Di Gamebrott COMMUNITY Nulis artikel GAMING dibayarGIVE ME MONEY !
+