Sony Konfirmasi Adanya Kebocoran Data, 6,800 Karyawan Menjadi Korban

Kebocoran Data Sony

Kebocoran Data Sony – Pemain PlayStation bulan lalu dibuat terkejut ketika kelompok hacker mengklaim telah membobol server Sony dengan tujuan untuk mencuri data sensitif dan menjualnya secara online melalui proxy terenkripsi. Kelompok tersebut dilaporkan sempat mencoba untuk meminta uang tebusan ke Sony namun berakhir ditolak.

Dilaporkan juga jika kelompok tersebut berhasil mengakses lebih dari 6,000 file dari Sony Group Corporation dan Sony Corporation. Setelah sempat diduga hanya hoax semata, baru-baru ini Sony konfirmasi kebocoran data tersebut.

Sony Konfirmasi Kebocoran Data Sebanyak Dua Kali pada Awal 2023

Kebocoran data milik Sony telah dikonfirmasi benar adanya

Dalam laporan terbaru dari Bleeping Computer, Sony mengkonfirmasi jika mereka mengalami kebocoran data sebanyak dua kali di awal tahun ini. Yang pertama terjadi pada 28 Mei, hanya tiga hari sebelum ditemukannya “lubang” pada platform MOVEit Transfer milik Sony.

Lubang tersebut membuat kelompok hacker yang disebut CL0P jadi bisa mengekstrak informasi dari server Sony dari jarak jauh. Ada sekitar 6,800 karyawan Sony yang terkena dampak dari kejadian tersebut.

Kebocoran data yang dilakukan oleh Hacker terhadap perusahaan Sony

Kebocoran data kedua terjadi akhir bulan lalu, di mana Sony melaporkan jika data berukuran 3,14 GB dicuri dari sistem mereka. Dua hacker berbeda mengklaim bertanggung jawab untuk aksi tersebut, di mana masing-masing membagikan bocoran dataset yang berisi detail untuk platform SonarQube, sertifikat, Creators Cloud dan informasi lainnya.

Ahli forensik pihak ketiga yang diperkejakan Sony, menemukan jika kebocoran data tersebut terjadi di sebuah server di Jepang yang digunakan untuk pengujian internal bagi bisnis Entertainment, Technology dan Services (ET&S) dari Sony. Saat ini, server tersebut telah ditutup untuk diselidiki lebih lanjut.

Bagaimana dengan Data Pribadi Pengguna Layanan dan Mitra Bisnis Sony?

Bagaimana dengan data pribadi gamer?

Sony sendiri meyakinkan kepada pengguna layanan dan mitra bisnis mereka bahwa saat ini tidak ada indikasi jika data pribadi mereka terkena bobol karena aksi tersebut, namun masih terlalu dini untuk memastikan itu. Satu yang pasti, Sony terkena serangan siber yang cukup besar hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Selain itu, Sony juga telah mengirim surat secara pribadi kepada karyawan dan mantan karyawan mereka yang terkena dampak dari pembobolan itu, dan menawarkan pemantauan kredit serta pemulihan identitas melalui Equifax mulai dari sekarang hingga Februari 2024.


Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Sony atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Exit mobile version