Steam Deck: 7 Fakta dari PC Portable Baru Garapan Valve

Steam Deck1

PC portable telah ada sejak lama dengan produk seperti GPD atau Aya Neo. Namun dengan harga yang mahal dan performa gaming yang masih tidak begitu memuaskan, membangun PC atau bahkan membeli laptop maish menjadi pilihan yang lebih baik. Valve mendadak hadir dengan katalog PC portable mereka sendiri dengan performa yang cukup hebat ditambah dengan harga yang tergolong “murah” saat dibandingkan dengan kompetitor.

Steam Deck disebut-sebut sebagai saingan baru dari Nintendo Switch, dan meskipun Valve menolak ide tersebut, beberapa fitur yang dimiliki PC portable ini terlihat mengambil banyak inspirasi dari console hybrid dari Nintendo. Bagi kamu yang penasaran lebih lanjut akan Steam Deck ini, berikut ialah semua yang telah diketahui akan produk hardware terbaru Valve tersebut.

Tanggal Rilis

Steam Deck akan meluncur pada Desember tahun ini, kamu dapat memesan tiket pre-order dari ketiga model yang disediakan dengan bayaran $5. Bagi yang telah memesan tiket, nantinya saat unit telah siap akan dikonfirmasi kembali apakah ingin melanjutkan transaksi. Hal ini dilakukan sebagai usaha menghindari adanya para penimbun yang menjadi trend populer di tiap kali hardware baru datang. Namun sayangnya hal tersebut belum sepenuhnya dapat mencegah aksi para pelaku mata duitan tersebut.

Harga

Steam Deck akan muncul dalam 3 model – 64GB eMMC, 256GB SSD PCIe 3.0, dan 512GB dengan SSD juga. Mereka dihargai $399, $529, dan $649 secara berurutan atau sekitar Rp5.8 juta; Rp 7.6 juta; dan Rp 9.4 juta.

Model termahal menjadi yang paling direkomendasikan tak hanya karena storage penyimpanannya yang lebih besar dan cepat juga, tetapi model tersebut juga telah dilengkapi dengan layar anti-glare yang membuatnya lebih nyaman untuk sesi bermain di luar.

Spesifikasi dan Storage External

Steam Deck akan dilengkapi dengan APU dari AMD dengan 4 core, 8 thread yang merupakan arsitektur dari Zen 2. Ia akan berkecepatan 2.4 GHz base clock dan 3.5 GHz boost clock ditambah dengan GPU chip RDNA. Dengan paduan tersebut, game dapat menghasilkan performa hingga 2 teraflops yang dimana secara teknis setara atau lebih sedikit dari PS4 (non-pro). Steam Deck juga akan dilengkapi dengan 16 GB LPDDR5 RAM, membuat tidak kehabisan memori saat mencoba game besar atau juga membuat Chrome lebih dari 10 tab.

Dari segi layar, Steam Deck akan miliki layar 7-inch IPS lengkap dengan touchscreen. Secara teknis memang tidak akan membuatnya sejernih dan mencolok warna seperti Switch OLED mendatang, namun setidaknya cukup untuk sesi bermain portable di ruang tamu, di luar rumah dan tentunya di kamar mandi.

64GB hingga 512GB tentunya kurang untuk game sekarang, maka Steam Deck nantinya juga akan miliki slot micro SD. Memang tidak akan secepat SSD bawaan, namun setidaknya cukup untuk menyimpan beberapa data.

Berikut lebih detilnya dari spesifikasi hardware Steam Deck:


Steam Deck
CPUAMD Zen 2
Core count4-core/8-thread
CPU clock speed2.4–3.5GHz
GPUAMD RDNA 2
GPU Compute Units8
GPU clock speed1–1.6GHz
RAM16GB LPDDR5 @ 5,500MT/s 32-bit quad-channel
Storage64GB eMMC / 256GB NVMe SSD / 512GB NVMe SSD
Display7-inch LCD touchscreen
Resolution1280 x 800
Refresh rate60Hz
AudioStereo speakers, 3.5mm jack, dual mics, USB Type-C/Bluetooth
ConnectivityWi-Fi, Bluetooth, USB Type-C with DisplayPort 1.4 support
Battery40Whr
Size11.7 x 4.6 x 1.8-inch (298 x 117 x 49mm)
WeightApproximately 1.47 lbs (669 grams)
Price$399 (64GB) / $529 (256GB) / $649 (512GB)

Seberapa Kuat dari Segi Performa Gaming?

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Steam Deck bisa mengangkat tenaga komputasi hingga 2 teraflop atau setara PS4. Dari segi angka memang tidak begitu luar biasa, namun diingat kembali kapan kamu bisa main PS4 secara portable?

Steam Deck targetkan performa gaming 720p dan 60 FPS. Untuk resolusi tersebut, hardware yang dimiliki seharusnya cukup untuk angkat game AAA terbaru pada setting medium. Layarnya yang hanya 7-inch juga membuat perbedaan visual tidak begitu terlihat. Pada liputa-liputan yang telah ada, Steam Deck mampu mengangkat game seperti Control, Doom Eternal, dan Jedi Fallen Order pada 60 FPS. Dibandingkan dengan Nintendo Switch, performa gaming dari Steam Deck bagaikan bumi dan langit.


Lama Baterai

Menurut liputan dari IGN, Steam Deck sanggup menyala selama 2 hingga 8 jam tergantung pada game dan performa yang dimainkan. Pada tes bermain Portal 2 dengan FPS dibatasi pada 30 FPS, Steam Deck sanggup menyala selama 5-6 jam. Maka apabila kamu bermain game berat seperti Doom Eternal atau Control, bisa diprediksi akan lebih cepat lagi habisnya.

Dibandingkan dengan Switch, durasi baterai Steam Deck telah bisa dibilang memuaskan. Nintendo Switch (model terbaru) dapat bertahan selama 4-9 jam tergantung pada game. Lebih unggul sedikit dari Steam Deck, tetapi kembali diingat akan drastisnya perbedaan performa kedua hardware.


Bisa Apa Lagi Selain Gaming?

Valve menyebut Steam Deck tak lebih dari sekedar PC portable, namun hal tersebut membuka banyak potensi dari hardware tersebut. Tak hanya berfungsi sebagai platform gaming, Steam Deck juga bisa dipakai sebagai PC personal untuk mengerjakan beberapa pekerjaan ringan yang tidak power-intensive seperti mengetik, browsing, mengunggah dokumen, dll.

Steam Deck dapat dicolok ke monitor dengan dock ala Switch, tapi Valve dengan terbuka jelaskan bahwa kamu juga hanya perlu USB tipe-C untuk melakukan fungsi tersebut. Maka secara fungsi, Steam Deck bisa menjadi PC kerja juga untuk mereka yang banyak mengetik… seperti kami.


Kompabilitas Game. Apakah Terbatas di game Steam saja?

Lagi-lagi perlu ditekankan kalau Steam Deck adalah PC, dan Valve menolak keras ide monopoli dan pasar tertutup layaknya yang ada di console dan mobile. Maka dari itu, Steam Deck diperbolehkan untuk jalankan game apapun mau itu di luar Steam mulai dari Epic Games Store, EA Play, GOG, dll.

Tak hanya berarti kamu bisa bermain Fortnite atau Genshin Impact yang keduanya tidak ada di Steam, tetapi kamu juga bisa bermain game emulator. Belum bisa dipastikan seberapa kuat hardware Steam Deck dalam jalankan program-program emulasi yang telah ada, namun bayangkan apabila ia ternyata sanggup jalankan Yuzu atau Ryujinx yang merupakan emulator Switch. Steam Deck akan “menang banyak” sebagai platform portable.

Mungkin satu-satunya yang menjadi masalah ialah Steam OS yang default untuk platform tersebut. Ia berbasis Linux, maka masalah kompabilitas mungkin menjadi masalah nantinya. Memang Steam miliki fitur proton yang dapat menyulap semua game Windows berjalan untuk linux, tetapi store distributor lain belum implementasi hal serupa. Akan tetapi kabar baiknya ialah Valve perbolehkan pengguna gonta-ganti OS dari Steam Deck.


Baca pula informasi lainnya beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana.

For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version