Siapa sangka, kini stok memori diincar secara agresif oleh raksasa teknologi asal Silicon Valley seiring dengan meledaknya kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan? Fenomena ini menciptakan pemandangan unik di kawasan industri Korea Selatan di mana hotel-hotel setempat dipenuhi oleh para petugas pengadaan semikonduktor dari Amerika Serikat. Loh, ada apa?
Stok Memori Diincar oleh Perusahaan Teknologi Besar Amerika, Bahkan sampai ke Korea

Lalui informasi yang kami dapatkan dari Chosun, para petugas khusus tersebut ditugaskan untuk mengamankan memori langsung dari sumbernya, yaitu Samsung Electronics dan SK Hynix. Di mana mereka diketahui bermalam di hotel sekitaran Pangyo dan Pyeongtaek.
Hal ini dipicu oleh kelangkaan yang diprediksi akan bertahan hingga akhir tahun 2026, memaksa perusahaan besar untuk membeli sebanyak mungkin sebelum harga melambung lebih tinggi lagi.

Alasan utama mengapa stok memori diincar sedemikian masif adalah karena memori bukan lagi sekadar komponen pendukung, melainkan jantung dari era AI. Meskipun awalnya permintaan terfokus pada High Bandwidth Memory (HBM), kini kebutuhan tersebut juga merembet ke DRAM server konvensional.
Diketahui bahwa mereka melakukan hal ini karena HBM memiliki harga yang sangat mahal dan keterbatasan ekspansi kapasitas. Akibatnya, raksasa teknologi berebut untuk menimbun DRAM server guna memastikan penyimpanan data mereka tetap berjalan optimal. Bahkan, hal ini terlihat dari hasil negosiasi kuartal pertama 2026, di mana pemain utama menuntut kenaikan harga hingga 50–60% dibandingkan kuartal sebelumnya.
Lonjakan harga yang terjadi saat ini benar-benar di luar dugaan banyak pihak. Sebagai gambaran, harga transaksi tetap rata-rata untuk DDR4 8GB yang pada Januari tahun lalu masih berada di angka USD 1,40 kini telah melonjak drastis hingga menyentuh USD 9,30 pada Desember 2025, yang merupakan rekor tertinggi dalam lebih dari 7 tahun terakhir.

Situasi ini memicu apa yang disebut para analis sebagai “semiconductor supercycle” yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan margin keuntungan produk memori umum yang diprediksi bisa mencapai 70%, performa perusahaan teknologi tahun ini tidak lagi hanya bergantung pada chip AI khusus, melainkan pada seberapa banyak mereka mampu menyetok pasokan memori di tengah era digital yang kian memanas.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















