Sylus Beyond Cloudfall — Game 3D Otome dari Tiongkok, Love and Deepspace naik daun setelah diluncurkan Papergames dan InFold Pte. Ltd di 18 Januari 2024 dengan Xavier, Zayne, dan Rafayel sebagai love interest pertama, menyusul Sylus dan Caleb dalam melengkapi pria favorit idaman para gamer wanita.
Dari kelima pria tersebut, Sylus adalah salah satu yang terkenal akan sisi misteriusnya baik dari cerita utama, Memories, bahkan Myth yang membuatnya berhasil disayangi para wanita, khususnya Myth dalam cerita Beyond Cloudfall. Seperti apa kisahnya? Ini dia!
Alur Kisah Sylus Beyond Cloudfall Love and Deepspace

Myth ini mengisahkan jauh sebelum manusia menguasai planet Philos. Ribuan tahun yang lalu, Naga berkuasa atas tanah Philos. Bagi alam, Naga adalah adalah makhluk jahat yang memakan jiwa manusia.
Makhluk itu dikenal unggul mendorong manusia untuk menggambar bagian paling gelap dari hati seseorang agar dapat menyerap jiwa mereka hingga tak bersisa. Karena ini, Naga dianggap pertanda akhir dunia oleh manusia. Di manapun mereka muncul, kehancuran pun mengikuti.
MC, seorang Sorceress dipaksa berkorban oleh para warga lokal untuk sang Naga. Hal ini diyakini mampu melindungi Philos dari kejahatan dan keserakahan di bawah tetesan hujan merah suram langit malam.
Dari pinggiran jurang, kegelapan menyebar bak lautan hitam yang menghanguskan. Kemudian dunia MC tenggelam saat cakar Wanderer mendekat bak kilat sabit kematian hingga terjatuh masuk dalam jurang dan pingsan.
Ketika sudah sadar, MC sudah berada di gua dinding batu kuno. Saat melintasinya dalam keadaan terluka, ia melihat bayangan binatang buas besar dan bertanduk. Rantai mengikat sayapnya begitu erat dengan pedang besar menancap di dadanya, hampir menyatu dengan dinding tersebut.

The Fiend, nama makhluk itu menyuruh MC terikat janji dengannya jika masih ingin hidup, dengan syarat cabut pedang itu dari tubuhnya. Tanpa ragu, MC setuju dan mencabut pedang itu, mengangkatnya dengan tangan sambil menggenggamnya erat.
Segel The Fiend, satu-satunya Naga di planet Philos di dasar jurang lebih dari 1.600 tahun yang lalu itu pun terlepas. Cakarnya yang tajam menjepit tubuh MC yang pingsan ia bawa ke suatu tempat.
Merasa di antara hidup dan mati, getaran tak terkendali dari tubuh MC mengeluarkan sebuah Phantom Greatsword di tangannya dan langsung jatuh di dada sang Naga. Naga itu tampak ketakutan saat MC duduk dan menatap sosok menakutkan tersebut.
Bayangan binatang raksasa itu perlahan hilang, berganti menjadi seorang pria yang dikelilingi kabut merah darah. Menatap MC seakan ia mangsanya dengan warna mata yang indah seperti garnet.
Pria itu perlahan mendekati MC, lalu menarik untaian keemasan di tubuhnya yang buat MC kelabaka, seakan jiwanya tampak ‘menyatu’ dengan pria tersebut. MC mengira ia akan dihabisi, namun Legion of Justitia menembuskan senjata mereka tepat ke dadanya.

Momen itulah yang membuat MC dapat melihat memori sang Naga tanpa diminta. Ia mencoba lepas diri, tapi kekuatannya sangat kuat hingga ia tak mampu bergerak. Naga itu mundur perlahan, sedikit terpana dengan kekuatan MC di luar dugaannya.
Belum sempat MC menjawab, cakar tangan Naga itu meraih dagunya dan membuat MC ketakutan. Naga itu merasakan hasrat MC semakin lama semakin kuat, menyuruhnya ‘mengorbankan’ dirinya agar jiwa MC bisa diserap, kecuali jika ingin menjadi budak di sarangnya tersebut.
MC menolak, dan memilih agar dirinya kembali ke Ivory City tempatnya tinggal. Naga itu mengiyakan, dan keduanya berjalan keluar dari sarang sang Naga. Mereka tiba di Philos, melihat patung yang dikenal sebagai “Battle of Tarus” antara Naga dan Legion of Justitia yang dianggap “Hakim Suci” oleh masyarakat lokal.
Dari sini, MC punya keinginan balas dendam dan merencanakan sesuatu pada orang-orang di planet Philos. Meski begitu, Naga tetap peringatkan MC ia akan tetap memakan jiwanya cepat atau lambat.
Singkat cerita, Naga itu mengenalkan MC pada Fiendbane, pedang sakti yang bisa menghancurkan jiwa Naga hanya dengan menusukkannya tiga kali tepat di jantungnya. Serta merayu MC agar terlena dengan seluruh harta karun yang dimiliki Naga, namun MC menolak agar terus bisa hidup.

Selama berada di sarang, MC terus-terusan memikirkan cara bagaimana ia menaklukkan sang Naga, juga mencari cara bagaimana dirinya dapat keluar dari sana. Namun, Naga tersebut tak pernah melarang, bahkan membiarkannya karena tahu usaha itu akan gagal dilakukan.
Kebersamaan mereka selama waktu berjalan membuat benih-benih cinta perlahan tumbuh. MC pun menanyai nama sang Naga yang diambil dari bahasa kuno Philosian, Stayrus yang kemudian dipersingkat menjadi Sylus dalam game Love and Deepspace.
Singkat cerita, keduanya berada di Tarus City tempat Sylus tinggal. Selama bersama, MC perlahan-lahan mengajari Sylus tentang apresiasi, jiwa kemanusiaan, dan lainnya layaknya manusia. Hal lain terjadi saat mereka bertemu Merchant, meramal akan ada ‘kejadian besar’ dari Justitia of Legion terhadap Naga di kemudian hari.
Semakin lama, hubungan Sylus dan MC semakin erat di Tarus City. Keduanya terkadang membeli barang mewah, perampasan, dan lainnya sebelum fajar. Tak jarang Sylus juga menceritakan sedikit sejarah mengenai para Naga lain pada MC, kepercayaannya terbentuk karena ketulusan MC.
Di Tarus City, cinta pun terbentuk. Meski begitu, Sylus sedari awal sudah mengetahui bahwa MC adalah utusan untuk membunuhnya suatu saat nanti, mengingat memori itu telah muncul di awal cerita sebagai ‘kutukan’ untuk keduanya.

Dengan kembalinya Sylus ke Tarus City, suasana menjadi tegang. Dengan kedok memusnahkan Naga, Legion of Justitia memicu perang di seluruh planet. Mereka yang dicap “Pendosa” diadili dan dibunuh, seiring dengan kebencian mendarah daging akibat kebangkitan Naga.
Singkat cerita, MC dan Sylus kembali bersama. Namun, kutukan tersebut membuat Sylus kehilangank kendali dan berniat membunuh MC. Dan hal itupun terjadi, MC menusuk Sylus tepat di dadanya dengan Fiendbane. Para penghukum Oracle bersama Legion of Justitia berseru bahwa The Fiend berhasil ditumbangkan.
Sylus hampir kehilangan akal sehat untuk membunuh MC. Kekuatan yang tak tertahankan menembus daging dan tulangnya menjadi sayap berukuran besar hingga jadi Naga raksasa dan terbang jauh. Namun, luka di dada Sylus membuatnya tumbang dan jatuh ke tanah diiringi teriakan para manusia yang kabur karena ketakutan.
Momen itu jadi kesempatan para Legion untuk menyegel Sylus, namun dihadang MC dengan menyerang mereka satu-persatu. Singkat cerita, Sylus dengan sisa kekuatannya kabur bersama MC ke altar tempat mereka bertemu pertama kali saat MC dikorbankan.
Setelah sampai, Sylus sudah tak berdaya, dan MC menyelamatkannya dengan menukar separuh jiwanya agar ia tetap hidup meski telah disegel. Saat itu terjadi, MC bermimpi ia bersama Sylus menghabiskan waktu bersama di padang bunga tanpa ada satupun yang menghalangi mereka.

Setelah peristiwa itu, berita kematian Sylus menyebar ke seluruh negeri. Tanda di bahu MC selama berada di sarang Naga dianggap kutukan dan warga mengecapnya sebagai “Penyihir”. Mereka memenjarakan MC di Sanctuary, dan menunggu waktu untuk diadili oleh Legion of Justitia.
Kesedihan yang terpancar di wajah MC perlahan surut saat tahu Sylus, sang Naga masih hidup. Meski nasib di ujung tanduk, keduanya masih ingin menghabiskan waktu berdua untuk terakhir kalinya.
Hari pengadilan pun datang. MC di tengah barisan Legion of Justitia dijatuhi hukuman eksekusi diiringi kejahatan yang ia lakukan bersama Sylus terhadap dunia. Hukuman pun berjalan, namun terhenti saat Sylus menerobos masuk ke dalam gedung dan selamatkan MC.
Keadaan pun semakin chaos saat Sylus menyerang tempat itu membabi buta. Akhir cerita ditutup dengan Sylus mengorbankan diri dengan menusuk dirinya sendiri lewat MC, dan MC “mengutuk” Sylus agar jiwanya selalu hidup sepanjang masa meski harus mengorbankan jiwanya kepada sang Naga.
Itulah seluruh kisah Beyond Cloudfall Myth Sylus dalam game Love and Deepspace. Gamenya sendiri telah tersedia di platform Android dan iOS.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Love and Deepspace atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















