Fenomena harga STB naik kini menjadi ancaman nyata bagi awam setelah laporan terbaru menunjukkan lonjakan biaya komponen yang sangat tidak masuk akal. Jika sebelumnya kita hanya khawatir soal harga RAM PC, kini perangkat mungil yang ada di ruang tamu kita pun ikut terseret dalam pusaran kenaikan harga. Waduh, kira-kira apa penyebabnya?
Ternyata Ini Alasan Kenapa Harga STB Naik 7 Kali Lipat

Berdasarkan laporan terbaru dari Counterpoint Research, alasan utama mengapa harga STB naik adalah karena kelangkaan consumer memory yang dialihkan secara besar-besaran untuk kebutuhan server AI. Data menunjukkan bahwa jika harga RAM smartphone naik 3 kali lipat, harga memori yang digunakan untuk produk broadband seperti router dan set-top box justru melonjak 7 kali lipat.

Diketahui bahwa hal ini terjadi karena produsen perangkat ini biasanya tidak memiliki rantai pasokan sekuat raksasa smartphone, sehingga mereka terpaksa membayar harga jauh lebih tinggi untuk mendapatkan sisa stok chip yang tersedia untuk perangkat yang mereka produksi.

Berdasarkan data yang mereka miliki, komponen DRAM yang dulunya hanya menyumbang sekitar 3% dari total biaya produksi sebuah router atau STB, kini menyedot hingga 20% dari total biaya produksi. Inilah faktor kunci yang memaksa manufaktur menaikkan harga jual di tingkat ritel atau melakukan penyesuaian margin yang signifikan.
Meskipun perusahaan besar sekelas TP-Link belum secara resmi mengumumkan kenaikan harga secara global, Counterpoint Research memperingatkan bahwa penyesuaian harga di tingkat konsumen hanya tinggal menunggu waktu. Jika tren ini terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, harga perangkat internet rumah tangga diprediksi akan menjadi jauh lebih mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com













