Tim Esports Bagi Overwatch Gratis, Namun Langsung Dihentikan Karena Banyak yang Klaim

in
Kesempatan tersebut sudah sirna.

Terkadang, niat baik sekelompok orang maupun individu memang sering disalahgunakan oleh berbagai pihak. Hal ini karena tak semua orang yang diberi, miliki hati yang tulus untuk menerima kebaikan tersebut. Alih-alih menerimanya dengan lapang dada dan sambutan baik, banyak dari mereka yang justru memanfaatkan kebaikan tersebut hanya untuk memenuhi egonya. Sebuah contoh nyata yang juga dialami oleh tim esports profesional Overwatch berikut.

Pagi tadi, tim esports profesional Overwatch asal Amerika Serikat, Boston Uprising membagikan Overwatch secara gratis. Sayang, mereka harus mematikan form giveaway mereka tersebut sesaat sejak promosinya diumumkan.

Laman promosinya saat ini hanya tertulis bahwa karena banyak orang yang menginginkannya, maka mereka terpaksa menutupnya. Namun mereka mengaku bahwa beberapa player terpilih akan dapatkan kode Overwatch dalam kurun waktu 72 jam.

Promosi giveaway Overwatch oleh Boston Uprising tersebut awalnya diperuntukkan oleh para fans kecil mereka. Mereka berniat mengadakannya hingga tanggal 15 Januari 2021. Namun karena banyaknya orang yang klaim, Boston Uprising langsung menutupnya di hari pertama promosinya. Membuat form yang tak miliki batasan orang yang bisa lakukan klaim tersebut menjadi momok yang menyeramkan bagi mereka.

Seperti yang dilansir dari PCGamesN, Community Manager Boston Uprising, Matthew Shiflet mengatakan melalui channel Discord resmi Boston Uprising bahwa mereka menarik form tersebut dan tak tahu apakah mereka akan menggelarnya kembali. Shiftlet melanjutkan bahwa mereka berniat membagikan Overwatch secara gratis karena mereka ingin player baru yang belum memilikinya bisa memainkannya.

Shiftlet kemudian mengekspresikan kekecewaannya tersebut melalui akun Twitter pribadinya, di mana ia sesalkan banyaknya orang yang lebih kedepankan ego takkan bisa berbagi kebahagiaan bagi orang lain. “Inilah kenapa kita tak bisa dapatkan sesuatu yang baik”, ungkapnya singkat di Twitter.

Tentunya kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi sekelompok orang maupun individu untuk membatasi berapa orang yang perlu melakukan klaim dalam form tersebut. Namun karena sifat internet yang cukup “ganas”, maka kemungkinan adanya penyalahgunaan memang tak dapat dihindarkan.


Baca lebih lanjut tentang Overwatch, atau artikel video game Jepang dan non-mainstream lain dari Ayyadana Akbar.

For japanese games, jrpg, shooter games, game review, and press release, please contact me at: [email protected]

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor since Gamebrott was established in 2015. Specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]