Tim Playstation Masih Merasa “Tidak Tenang” Pasca Kesepakatan Kerja Sama Sony dan Microsoft


Follow Us

Sejak konsol Xbox generasi pertama diluncurkan pada 15 November 2001, Microsoft dan Sony telah menjadi saingan keras di industri game. Beberapa tahun terakhir telah terlihat banyak dari sikap “perang konsol” yang seolah mendadak mengihilang dan menuju kepada kebijakan baru yang memberikan pintu terbuka untuk bermain silang  antara PS4 dan Xbox One. Hubungan yang bersahabat ini telah memuncak dalam jalinan mitra penuh antara Microsoft dan Sony untuk bekerja sama dalam cloud gaming dan streaming, dengan platform streaming game yang akan datang Sony yang ditenagai oleh Microsoft Azure. Namun, sepertinya tim PlayStation sendiri nampaknya terasa “Tidak Tenang” akan fakta ini dan terkesan “suudzon” kepada pihak Microsoft.

Nulis artikel dibayar

Menurut laporan terbaru dari Bloomberg tentang reaksi tim PlayStation terhadap kesepakatan tentang kemitraan Microsoft dan Sony. Menurut laporan, ketidak tenangan Tim Playstation berawal saat manajemen senior Sony mulai bernegosiasi dengan Microsoft mengenai kesepakatan itu tanpa melibatkan divisi Playstation “sebagian besar tanpa keterlibatan unit PlayStation.”

BACA JUGA  Info Baru tentang The Last of Us Part II akan Diumumkan September ini

Maklum, para pekerja di PlayStation yang khawatir akan bekerja sama dengan pesaing utama mereka. Sumber dari Bloomberg mengatakan, “Manajer harus menenangkan pekerja dan meyakinkan mereka bahwa kesepakatan ini tidak mempengaruhi apapun terhadap Proyek Konsol PS terbaru nantinya” tak akan ada sangkut paut dengan Proyek Konsol PS terbaru.

Pada tahap ini, masih belum jelas seberapa jauh kemitraan Microsoft dan Sony akan berlangsung. Berdasarkan kabar awal, sepertinya Microsoft hanya memberi daya dukung kepada layanan streaming game PlayStation 5. Sepertinya tidak akan ada Game Eksklusif dari Sony Playstation yang bisa dimainkan ke Konsol Xbox, begitupun sebaliknya. Karena kekhawatiran divisi Playstation ternyata terletak pada konten “Eksklusif” mereka dianggap akan keluar konteks akibat kerjasama ini, padahal tentu tidak.

BACA JUGA  Sony: Simbol "X" di Kontroler Playstation Disebut 'Cross' Bukan 'X (eks)'

Microsoft telah mulai membuka ruang untuk Xbox Live ke platform selain konsol Xbox-nya, dengan Xbox Live bahkan hadir ke Nintendo Switch. Tidak akan aneh jika dimasa yang akan datang Xbox Live akan dapat ditonton lewat saingan berat mereka yaitu Playstation berkat kerja sama ini, dan tentunya kebijakan ini dibuat bertujuan untuk menandingi Google Stadia, sangat masuk akal jika kerja sama Sony dan Microsoft kedepanya dapat dieksekusi dengan baik.

Telah diketahui Kepala Xbox yaitu Phil Spencer tampaknya menyetujui kesepakatan itu. Memang kita belum memiliki informasi lebih jelas sejauh apa kerja sama ini dilakukan, dan mencakup hal apa saja yang dijadikan alasan kerja sama untuk kedepanya, khususnya tentang dampak apa yang terjadi kedepanya kepada Industri Game itu sendiri, setidaknya kita patut menantikan gebrakan apa yang akan dibawah Microsoft dan Sony pasca melakukan kerja sama demi mengalahkan Google Stadia kedepanya. Kebijakan ini dinilai Baik atau Tidak menurut kalian?

BACA JUGA  Kojima Ingin Bawa Keanu Reeves ke Karyanya Setelah Death Stranding

Source: Bloomberg dan Gamerant


Baca juga Artikel dan Berita menarik lainya seputar AOV, Game, dan Tech dari Mohammad Abdul Fatah

Email: abdolefathah@gamebrott.com


Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item