Toko komputer di Akihabara saat ini sedang menghadapi situasi yang sangat pelik hingga harus memohon bantuan kepada para pelanggannya. Salah satu toko besar di Jepang, baru-baru ini mengunggah pesan emosional di media sosial yang meminta konsumen untuk menjual kembali PC lama mereka ke toko. Loh, kenapa?
Sebab Toko Komputer di Akihabara ‘Mengemis’ PC Bekas dari Pelanggan

Pemandangan rak-rak yang mulai kosong di gedung tiga lantai toko tersebut jadi bukti nyata betapa parahnya krisis stok yang terjadi. “Kami membeli mereka kembali dengan harga yang cukup tinggi,” tulis pihak toko dalam cuitannya dan berupaya menarik minat warga untuk melepaskan perangkat jadul mereka, baik itu berupa PC gaming desktop, laptop, maupun komputer kantor biasa.

Sebab utama toko komputer di Akihabara sampai melakukan tindakan nekat tersebut adalah badai krisis memori (RAM) yang mengguncang industri lebih cepat dari perkiraan. Permintaan masif dari pusat data AI telah menyedot pasokan chip memori global, menyebabkan harga RAM DDR5 melonjak drastis hingga 3,5 kali lipat dari harga normal.

Kondisi ini membuat harga PC rakitan baru menjadi sangat mahal dan tidak masuk akal bagi sebagian besar konsumen. Akibatnya, pasar beralih ke perangkat bekas yang masih menggunakan teknologi DDR4 sebagai “perangkat sementara”, namun sayangnya stok barang bekas pun kini mulai menipis dan sulit didapat.
Kelangkaan ini tidak hanya berhenti pada memori, tetapi juga mulai mengancam ketersediaan kartu grafis dan media penyimpanan. Karena toko komputer di Akihabara sudah tidak bisa lagi mengandalkan pasokan barang baru yang harganya terus melambung dan stoknya terbatas, membeli kembali unit dari tangan pengguna menjadi solusi terakhir.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















