Trademark Sama-Sama “Warzone”, Developer Game Browser Galang Dana untuk Lawan Tuntutan Activision

Warzone Vs Warzone

Hak cipta memang menjadi urusan yang repot dan panjang lebar. Seorang developer indie bernama Randy Ficker kini tengah meributkan game mobile dan browser buatannya berjudul “Warzone” karena kemiripan satu kata dengan game sukses terbitan Activision – Call of Duty: Warzone.

Ficker dan Activision kini tengah permasalahan hak cipta karena nama ‘Warzone’ pada game mereka. Semuanya berawal ketika Activision mencoba daftarkan kedua merk “Call of Duty: Warzone” dan juga “Warzone”  dalam merek dagang Amerika Serikat pada bulan Juni tahun lalu. Seketika, Randy Ficker merasa tidak terima dengan pengajuan tersebut melihat nama yang diajukan sama dengan merek dagang dari game garapannya.

Warzone garapan Ficker dirilis sejak 2017, sedangkan Call of Duty: Warzone baru diluncurkan tahun lalu. Secara waktu dan juga hukum, Ficker sudah berada posisi benar melihat dia lebih dulu memakai nama tersebut sebelum Activision, tetapi tak menghentikan munculnya konfrontasi antara sang developer indie dan publisher raksasa.

Pada April 2021, Activision mengajukan tuntutan terhadap Warzone.com karena telah mencoba mengancam sang publisher dan juga telah melakukan “kerusakan besar” karena aksinya yang telah membatasi penggunaan nama Warzone pada produk perusahaan lain.

Untuk membiayai proses berjalannya hukum, Randy Ficker membuka kampanye GoFundMe. Pada saat artikel ini ditulis, kampanye telah didanai sebesar $12,802 dari target $50,000.

Dilansir dari PC Gamer, Activision menjelaskan bahwa mustahil akan ada kekeliruan antara game populernya dengan game dari Ficker yang mereka sebut niche di hadapan publik. “Call of Duty: Warzone sangat berbeda jauh dengan game milik terdakwa yang merupakan game budget rendah, virtual board yang niche layaknya permainan Risk milik Hasbro,” ungkap tim legal dari Activision. “Sulit dibayangkan ada orang yang dibuat kebingungan antara kedua produk atau bahkan percaya kalau keduanya ada hubungan atau terkait satu sama lain.”

Ficker membantah keras klaim tersebut. Ia menunjukan kategori game miliknya di Twitch sebagai bukti, yang dimana diisi oleh streamer yang bukan memainkan game Warzone miliknya melainkan Call of Duty: Warzone. Dia juga mengatakan bahwa banyak streamer yang benar-benar memainkan game buatannya dibuat frustasi akan kekeliruan tersebut.

Tak hanya itu, ia juga terlalu sering mendapat komplain dari pemain Xbox atau PS4 yang komplain tentang COD: Warzone kepadanya mulai dari kasus hacker atau tidak bisa login, dan berbagai masalah teknis lainnya. Komplain “salah server” tersebut terjadi semenjak game battle-royale Activision rilis tahun lalu.

“Aksi dari Activision telah mengubur kami di Google dan App Store, dimana kami biasanya berada di posisi pertama untuk nama tersebut,” ucap Ficker.


Baca pula informasi lain terkait Call of Duty, beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana.

For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com

Exit mobile version