Turnamen Call of Duty Dievakuasi Setelah Mendapat Ancaman Bom

dfghds

Turnamen video game tentunya kini telah menjadi sebuah perhelatan yang lumrah diadakan di hampir seluruh penjuru dunia. Namun ketika event Call of Duty championship diadakan di Dallas, Amerika Serikat Jumat kemarin (Sabtu, WIB) yang seharusnya meriah tersebut berubah menjadi kepanikan dan terpaksa ditunda untuk sementara ketika kepolisian setempat mengevakuasi turnamen yang diadakan di Kay Bailey Hutchison Convention Center tersebut. Kepolisian langsung mengamankan lokasi setelah mendapat laporan adanya ancaman bom di sana.

Penyelenggara acara tersebut, Major League Game atau MLG langsung mengeluarkan pernyataan lewat akun Twitternya bahwa turnamen pada hari tersebut dan mengatakan bahwa event akan dilanjutkan keesokan harinya (Minggu, WIB). Di lain tempat penyiar berita setempat Rebecca Lopez mengatakan lewat Twitternya bahwa petugas keamanan di sanalah yang melaporkan kepada polisi bahwa mereka melihat sebuah ransel yang seperti berisi dinamit di dalamnya. Bahkan tempat tersebut dikatakan akan meledak dalam waktu 30 menit.

Namun, setelah pencarian yang dilakukan oleh kepolisian setempat beserta tim penjinak bom di sekitaran lokasi turnamen selama 4 jam. Akhirnya kepolisian setempat mengeluarkan pernyataan bahwa isu ancaman bom tersebut adalah hoax alias tidak benar. Sayangnya, MLG telah terlnjur menetapkan bahwa jadwal turnamen pada hari itu telah dibatalkan.

Untungnya tidak ada korban selama isu bom ini terjadi, dan turnamen tersebut akhirnya dilanjutkan keesokan harinya. Pihak kepolisian pun kini melacak siapa penyebar informasi hoax ini karena tentunya tindakan tersebut telah termasuk sebagai pelanggaran hukum. Entah apakah memang ada pihak yang ingin menyabotase acara tersebut, ataukah hanya ada pihak yang menyebarkannya sebagai sebuah lelucon yang kelewat batas terhadap turnamen pembuka untuk musim 2018 dari Call of Duty tersebut.

 

sumber: kotaku

Exit mobile version