Ubisoft: Bisnis yang Dilakukan Steam Tidak Realistis

in ,
Ubisoft ungkap alasannya pergi dari Steam.

Sejak perilisan Epic Games Store yang memboyong beberapa developer pihak ketiga untuk menjual gamenya di tokonya. Ubisoft rupanya juga melakukan kontrak eksklusif dengan hadirkan Tom Clancy’s The Division 2 ke Epic Games Store. Keputusan yang mengecewakan berbagai pihak yang telah percaya dengan Steam dan Ubisoft.  Namun berbeda dengan game lain yang hanya mengontraknya selama satu tahun dan akan menjual gamenya keluar Epic Games Store. Nampaknya publisher dan developer asal Perancis tersebut takkan mengikutinya.

Hal ini dijelaskan secara gamblang oleh Vice President Ubisoft, Chris Early kepada New York Times. Ia mengatakan bahwa keputusan untuk menjual Tom Clancy’s The Division 2 ke Epic Games Store dan Ubisoft Store/uPlay merupakan bagian pertimbangan bisnis mereka. Early melanjutkan bahwa jika mereka merilis gamenya ke Steam, maka Valve takkan mau mengatur bagi hasilnya. “Model bisnis yang mereka lakukan saat ini sangat tidak realistis. Tak merepresentasikan bagaimana bisnis yang dilakukan dunia saat ini dalam hal distribusi video game”, imbuhnya.

Di sisi lain, Epic Games hanya mengambil 12% dari keuntungan yang didapat. Berikan Ubisoft keuntungan yang sangat tinggi dari semua game yang mereka jual di Epic Games Store. Perjanjian eksklusifnya hanya bertahan satu tahun saja. Namun, belum jelas apakah Ubisoft akan melakukan hal yang sama dengan beberapa game lain.

Baca artikel terkait Ubisoft atau tulisan menarik lain dari Ayyadana Akbar.

contact: [email protected]

Ayyadana Akbar

Written by Ayyadana Akbar

Senior Writer and Video Editor since Gamebrott was established in 2015. Specializing in Japanese Games, JRPG, Shooter, PC, and console news and reviews. If you have PR related to video games you can contact him at [email protected]