Valve Diam Soal Protes Black Lives Matter, Developer Indie Tarik Game Mereka dari Steam

in ,
Steam Logo Head Banner 09026c015d00949821

Amerika Serikat sempat dihebohkan dengan pembunuhan George Floyd yang dilakukan oleh 4 polisi yang terjadi di tengah publik. Pembunuhan tersebut berdampak pada protes besar yang berlangsung dua minggu. Berbagai perusahaan menunjukkan rasa simpati mereka lewat mendukung protes Black Lives Matter dan juga stop diskriminasi terhadap masyarakat kulit hitam khususnya di Amerika Serikat. Namun tidak semuanya mengutarakan suara mereka, Valve menjadi salah satu yang absen dalam agenda politik tersebut.

Diamnya Valve akan situasi tersebut tentu tidak dilewatkan begitu saja oleh warga Amerika Serikat, dan beberapa developer indie memutuskan untuk menarik game mereka dari Steam karena ketidakikutsertaan developer Half Life dan Counter Strike tersebut akan situasi politik yang terjadi.

Salah satu yang memutuskan menarik game mereka dari Steam ialah Julian Glander, kreator dari Art Sqool serta Lovely Weather We’re Having. Dia mengirimkan pesan kepada Valve bahwa ia kecewa dengan keputusan mereka yang diam akan diskriminasi dan rasisme yang terjadi di dunia, khususnya Amerika Serikat dan meminta kedua game yang ia buat ditarik sesegera mungkin dari store.

Tak lama setelah permintaannya dikirim dan juga disebarkan ke sosial media, kedua game dari Glander telah dihapus dari katalog Steam. Beberapa developer lain pun ikut melakukan aksi yang sama. Ghost Time Games dan Dan Sanderson menjadi sebagian kecil yang menarik peredaran game mereka dari store milik Valve tersebut.

“Melepas Steam bukanlah keputusan yang mudah,” jelas Gabriel Koening dari Ghost Time Games. “Saya telah dapatkan ~$1000 dari penjualan game, dan meninggalkan penghasilan itu membuat saya tidak nyaman. Tetapi jika saya terus mengambil untung dari store mereka, maka saya adalah bagian dari aksi diam mereka melawan kebencian.”

Dengan Epic Games Store dan berbagai store digital lainnya, meninggalkan Steam tidak lagi menjadi aksi berat bagi developer indie. Tentu Steam masih menjadi store utama untuk pasarkan game karena komunitas loyalnya yang tinggi, namun kini lepas dari store tersebut tidak lagi menjadi akhir karir mereka.


Baca pula informasi lain terkait Steam kami beserta dengan kabar-kabar menarik lainnya seputar dunia video game dari saya, Muhammad Maulana.

For press release and further collaboration, Contact me at [email protected]

Muhammad Maulana

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.