Valve Dinyatakan Bersalah dan Didenda 11 Milyar oleh Pengadilan Australia


Follow Us

Dua tahun yang lalu, lebih tepatnya pada pertengahan 2014. Valve memberikan kebijakan kepada penggunanya bahwa mereka tidak akan melakukan pengembalian uang atau refund atas seluruh barang atau game yang sudah dibeli, walau dalam kondisi apapun. Statement tersebut ternyata menuai kontroversi yang cukup besar di Australia. Hingga pada minggu lalu, pengadilan Australia memutuskan Valve bersalah dalam masalah ini. Kabarnya, mereka akan menuntut Valve ganti rugi sebesar $1.1 Juta Dollar Australia atas kebijakan yang mereka pilih 2 tahun lalu.

BACA JUGA  Dev. Super Meat Boy Forever: Takkan Ada yang Sanggup Menolak Tawaran Ekslusivitas Epic Games
Nulis artikel dibayar
Australian Competition and Consumer Commission (ACCC) signage is seen at the watchdog's headquarters in Melbourne, Monday, May 5, 2014. (AAP Image/Julian Smith) NO ARCHIVING
Australian Competition and Consumer Commission (ACCC)

Sang penggugat yaitu Australian Competition and Consumer Commision atau ACCC menyatakan bahwa kebijakan dari Valve itu telah melanggar hukum perlindungan konsumen di Australia. Padahal jika kita telaah kebelakang bersama, Valve telah memperbolehkan pengembalian uang atau refund untuk game-game yang baru dibeli dalam jangka waktu tertentu tanpa terkecuali untuk setiap gamenya. Namun hal ini nampaknya tidak akan merubah keputusan dari pengadilan Australia.


Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item