Valve Tak Ingin Jadi Provokator ketika Merespon Keeksklusifan Metro Exodus di EGS

in ,

Meski sudah terlanjur terjadi sejak lama, banyak orang cukup sepakat bila diumumkannya Metro Exodus sebagai game eksklusif sementara EGS merupakan hal yang benar-benar mengejutkan. Setidaknya reaksi itu pun juga sempat ikut dirasakan oleh Valve. Di Steam, Metro Exodus sempat lama membuka layanan pre-order sejak tahun 2018 kemarin. Sekitar 2 minggu sebelum game bergenre FPS ini rilis, Deep Silver selaku publisher tiba-tiba dengan sengaja menutup keran pre-order gamenya di sana.

Demi menyiarkan kepindahan game Metro Exodus ke platform Epic Games Store, hal tersebut tak ayal membuat hampir seluruh komunitas gamer di Steam menjadi heboh. Pihak Valve yang juga seolah tak percaya, sampai memberi pernyataan di halaman Steam game Metro Exodus bila hal ini sangat terlampau “unfair” atau tidak adil

Walau banyak yang melazimkan pernyataan pihak Valve tersebut, tidak sedikit pula pihak yang menganggap bila perkataan ini merupakan satu bentuk provokasi yang akan semakin mengobarkan semangat kebencian para gamer PC terhadap developer game Metro Exodus beserta dengan platform EGS. Valve tentu sangat menolak anggapan yang bernada spekulatif itu.

Saat diwawancarai oleh Kotaku, perwakilan developer Valve, Nathaniel Blue meluruskan bila perkataan “tidak adil” yang tertuang dalam pernyataan tersebut hanyalah sebuah bentuk ungkapan kekagetan dari mereka (Valve), tanpa berniat untuk memanaskan.

Kami tak pernah berpikir bila kata-kata (tak adil) kami pada waktu itu dapat membuat orang semakin kecewa. Jelas ini bukanlah maksud yang kami inginkan. Karena kami lebih memaksudkannya kepada timing atau momen dimana game tersebut akan meluncur, namun tiba-tiba…. (eksklusif).

Jujur, saya tak menyangka bila kata-kata kami malah menjadi tombak petir yang cukup menyakitkan.

Nathaniel Blue, Bussiness Development Valve

Blue jelas sama sekali tidak memberikan komentar apapun mengenai kebijakan eksklusvitas yang kini masih aktif dijalankan oleh Epic Games Store. Namun, ia berpesan bahwa dirinya ingin mendekatkan pihak developer dengan para pemain. Terutama agar membuat pihak developer bisa menjadi satu wadah yang cukup berharga bagi gamer. Blue pun hanya ingin berfokus untuk hal itu.

Metro Exodus sendiri sudah lama rilis sejak tanggal 15 Febuari kemarin di platform PC (eksklusif sementara di Epic Games Store), PS4, dan Xbox One. Review mengenai game ini pun juga dapat kamu lihat langsung melalui link berikut.

Sumber: Kotaku


Baca pula informasi lain terkait Metro Exodus, beserta dengan cerita-cerita menarik seputar video game dari saya, Ido Limando.

Ido Limando

Written by Ido Limando

Just an ordinary gamer who currently in love with Warframe. Also Football, Badminton, and Pro Wrestling enthusiast. Contact: [email protected]