Waktu Pengembangan yang Tak Cukup Disebut Menjadi Alasan Black Ops 4 Rilis Tanpa Campaign

in , , ,

Call of Duty: Black Ops 4 menjadi game Call of Duty pertama yang hadir tanpa single-player campaign. Keputusan untuk mengganti campaign dengan mode battle-royale tetaplah menuai kontroversi dan mengecewakan banyak fans meski mode yang diberi nama ‘Blackout’ tersebut sempat diterima positif. Lewat laporan yang diterima oleh Kotaku, absennya campaign ini tidaklah tanpa alasan, dan mode battle-royale menjadi jalan pintas untuk mengganti absennya mode tersebut.

Single-player campaign pada dasarnya tidak pernah direncanakan oleh Treyarch, tetapi mereka ingin membangun sesuatu yang baru pada campaign mereka yaitu mode cerita 2v2 dimana tiap tim harus menjalankan objektif masing-masing dan siapa yang menang akan melanjutkan progres cerita mereka.

Konsep baru ini tidak berjalan dengan mulus, penuh dengan masalah teknis dan masalah waktu. Tak hanya itu, salah satu playtester komentari konsep baru dari Treyarch ini justru membuat campaign terlalu monoton. Maka dari itu konsep 2v2 ini perlahan dirombak kembali menjadi lebih campaign tradisional.

Sayangnya timing rilis yang ‘kurang bersahabat’ terpaksa membuat Treyarch semakin kepepet oleh deadline. Red Dead Redemption 2 menjadi game paling diantisipasi tahun 2018 kemarin, merilis game mereka setelah game dari Rockstar tersebut tentu akan berdampak buruk akan penjualan Black Ops4. Alhasil Activision terpaksa mengubah tanggal rilis dari yang biasanya bulan November menjadi Oktober. Tentu deadline yang dipercepat satu bulan ini menambah pusing tim developer. Mereka tahu apabila sangat mustahil untuk kerjakan mode campaign dalam waktu yang tersisa, maka dari itu mereka mau tak mau membatalkan campaign secara keseluruhan.

“Orang-orang [di Treyarch] berkata: Bagaimana kami dapat melakukan ini, membuat campaign baru setelah seluruh yang kami lakukan untuk mode baru ini tidak berjalan sukses. Semuanya kemudian saat pada saat itu: Ini benar-benar konyol. Ini benar-benar tidak mungkin.”

Hilangnya campaign berarti Black Ops 4 hanya akan miliki 2 mode dari yang biasanya 3. Tentunya ini akan berdampak buruk melihat fans mereka telah dimanjakan oleh keberadaan 3 mode dalam satu game. Maka mereka terpaksa memikirkan mode baru yang tak memakan waktu selama pembuatan campaign, disini lah mode Blackout lahir.

Dengan naik daunnya battle-royale sepanjang tahun 2017 hingga 2018, Treyarch memutuskan untuk terjun kedalam bandwagon genre ini dan mengembangkan Blackout dalam waktu 9 bulan yang tersisa. Beberapa developer menyebut pengembangan mode ini dipenuhi oleh berbagai tantangan, dan banyak dari mereka terkejut hasil akhir yang mereka kerjakan diterima dengan baik oleh pemain.

Waktu yang tersisa sedikit ini juga sempat membuat tim developer di Teryarch berkerja dengan durasi yang tidak manusiawi. Setiap orang yang Kotaku wawancarai mengkonfirmasi adanya waktu lembur berlebihan sepanjang tahun 2018, beberapa diantaranya berkerja 64 jam seminggu agar dapat memenuhi deadline rilis.

Masih banyak tantangan dan mimpi buruk yang terjadi di Treyarch sepanjang mengembangkan Black Ops 4 ini. Untuk selengkapnya kamu bisa membaca artikel lengkapnya disini.

Written by Muhammad Maulana

Seseorang yang menghabiskan waktunya mengamati Video Game dan Film.

Leave a Reply

Your email address will not be published.