Wanita di Jepang Lebih Memilih Pacar Virtual dari Game Ketimbang Pria Asli

161117162726 liar uncover the truth 1 super 169

Kalian mungkin sudah sering mendengar soal para pria di Jepang lebih memilih bahkan menikahi pacar perempuan virtual ketimbang yang asli, masalah yang sama tampaknya terjadi pada para wanita disana. Para wanita di kota bunga Sakura ini dilaporkan mulai meninggalkan para pria dunia nyata untuk pacar virtual yang mereka temukan di game romance.

Ayumi Saito, salah satu wanita yang meninggal di Tokyo mengaku telah berpaling ke karakter video game seperti pada Metro PD: Close To You setelah putus dengan pacar aslinya saat berumur 22. Kini dia telah berumur 31 tahun dan masih berpikir bahwa pria di Jepang terlalu pemalu dan tidak pandai dalam menggoda wanita, berbeda dengan pacar virtual yang selalu bisa memberikan kata “i love you” setiap saat.

“Ketika aku lelah setelah berkerja, sebelum aku tidur, aku merasa sangat lega setiap kali mendengar kata-kata manis dan sopannya,” Ucap Ayumi kepada CNN.

Yuirka, seorang wanita berumur 26 tahun ini memiliki pendapat yang hampir sama seperti Saito, menurutnya game-game romance ini memberikannya pasangan idaman yang amat jarang dia temukan di dunia nyata. Namun yang membedakannya dengan Saito adalah dia tak mau pacar virtualnya menggantikan posisi pacar dunia nyata.

Industri game romance seperti Metro PD telah menjadi sesuatu yang booming selama bertahun-tahun di Jepang, melihat negara tersebut setengah dari wanitanya yang berumur 18 hingga 34 masih memegang status “jomblo”.  Industri game romance ini telah mengantongi $130 juta hanya dari mengeksploitasi rasa nafsu cinta yang tergolong aneh di negara tersebut.

Voltage,salah satu developer yang fokus dengan tema romance game ini mengakui sukses besar dari membuat game bertema seperti ini. Voltage telah merilis 88 game dan telah dimainkan oleh 50 juta pemain seluruh dunia yang kebanyakan dari mereka adalah wanita dan berasal dari Jepang. Developer ini bahkan telah mengantongi keuntungan hingga $102 juta hanya dari membuat game yang bagi mereka “menghibur wanita yang sedang stress”.

Source: CNN

 

Exit mobile version