PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di industri video game kembali ngetren baik bagi perusahaan game AAA hingga indie di tahun 2026 ini. Salah satunya yaitu Warner Bros., yang baru-baru ini melakukannya di cabang Montreal hingga jadi topik hangat di publik, khususnya komunitas game.
Detail Warner Bros. PHK Karyawan di Cabang Montreal

Terjadinya PHK di Warner Bros. Montreal dibenarkan oleh Ted Sarandos selaku Co-CEO Netflix lewat Bloomberg, yang mana kesepakatan akuisisi keduanya telah ditolak dengan Warner Bros. memilih tawaran Paramount dengan nominal mumpuni beberapa bulan lalu.
Dengan resminya kesepakatan Warner Bros. dan Paramount, efisiensi besar mulai dari anggaran hingga pengurangan tenaga kerja tak dapat dihindari. Tiga mantan karyawan diketahui telah umumkan keluarnya mereka dari perusahaan dan kini mencari lowongan di LinkedIn masing-masing.

Hal ini cukup wajar, mengingat Warner telah berjuang di industri video gamenya selama beberapa tahun terakhir. Laporan dari Eurogamer ungkap pendapatan kuartal pertama perusahaan di 2025 menurun hingga 48 persen.
Penyebab itu di antaranya pembatalan ekspansi Hogwarts Legacy, PHK di Rocksteady setelah Suicide Squad: Kill The Justice League gagal penuhi ekspektasi, batalnya produksi Wonder Woman, hingga tutupnya Multiversus. Setiap studio yang fokus di video game juga alami penurunan pendapatan sebesar 14 persen dari tahun ke tahun.
Saat artikel ditulis, belum ada tanggapan Warner Bros. mengenai PHK tersebut hingga kini. Gimana pendapatmu soal ini, Brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















