Xiaomi, Oppo dan Vivo Kembangkan Aplikasi Transfer Data Ala ‘AirDrop’ Milik Apple

in , ,

Xiaomi, Oppo dan Vivo yang diketahui adalah raksasa Smartphone dari China dikabarkan sedang mengembangkan Aplikasi Transfer Data yang mirip ala AirDrop milik Apple. Dengan kabar terbaru bahwa nantinya Android Q akan mengganti sistem lama yaitu transfer data lewat NFC yang berubah dengan nama baru Fast Share nampaknya menjadi alasan Trio raksasa China ini mengambil jalan lain.

Dikabarkan pula nantinya kinerja aplikasi ini akan menggunakan Bluetooth sebagai jembatanya, dengan kemampuan mentransfer kecepatan hingga 20MB / s, dan mekanisme lain yang mirip dengan AirDrop milik Apple, WiFi juga butuh dinyalakan saat penggunaanya, dan jika kamu sedang melakukan Thetering tentunya kamu harus mematikanya jika ingin mentransfer data lewat Aplikasi ini.

Yang mengejutkan adalah Xiaomi secara terang-terangan mengajak Pihak lain untuk bergabung, karena pengembangan Aplikasi ini bersifat terbuka, dan hanya eksklusif di Android saja, untuk saat ini. Android Q yang menghapus sistem transfer lama dan mengubah nama menjad Fast Share juga sebenarnya memiliki mekanisme yang serupa, hanya saja fitur ini adalah sifatnya Add-on yang harus kamu pasang manual melewati Google Play, bukan bawaan.

Fast Share dilaporkan merupakan fitur Layanan Google Play, yang mungkin menjelaskan mengapa Xiaomi, Oppo, dan Vivo bekerja bersama untuk meluncurkan versi mereka sendiri. Ketiga perusahaan itu menyumbang sekitar setengah dari pasar ponsel pintar di China, dan yang mengejutkan adalah 49 persen pada kuartal pertengahan 2019, menurut data terbaru dari Counterpoint Research, hal ini menunjukan bahwa mereka memiliki basis pengguna yang sangat besar serta dapat dijalankan pada Gadget Android versi non-Google (tidak resmi), jadi bisa dibilang Trio ini membua aplikasi Non-Google.

Spekulasi dari The Verge mengatakan bahwa, Project Non-Google ini mungkin saja ada kaitanya dengan OS terbaru yang dikembangkan baru-baru ini oleh Huawei, jadi bisa dibilang Trio Raksasa Smartphone dari China ini secara tidak langsung mempersiapkan “bekal” mereka sendiri jika suatu saat terjadi langkah besar yang diambil oleh Huawei yang berdampak pada pasar Smartphone dalam negri di China.

Apakah kalian beranggapan sama? atau memang ini adalah project iseng-iseng saja?


Sumber: The Verge


Baca juga Artikel dan Berita menarik lainya seputar AOV, Game, dan Tech dari Mohammad Abdul Fatah

Contact: [email protected]