10 Game Burik di Segi Visual, Tapi Gameplay Keren dan Bikin Nagih [Part 1]

Burik

Dengan semakin majunya teknologi, sebuah ekspektasi yang realistis untuk inginkan game terbaru miliki visual yang apik, realistis, dan penuh dengan efek keren. Namun sebagus apapun visual sebuah game, gameplay masih menjadi faktor penentu seseorang akan betah memainkan game tersebut atau tidak.

Pada G-List kali ini, kami akan membericarakan beberapa game yang mungkin secara visual tidak miliki kualitas grafis terbaik atau bahkan bisa dibilang “burik” kalau kata anak muda sekarang, tetapi masih menjadi game yang betah membuatmu memainkannya hingga selesai karena gameplay yang ditawarkan. Tanpa panjang lebar lagi, berikut ialah bagian pertama dari 10 game dengan visual “burik” tapi tidak sama sekali di segi gameplay!


1. Minecraft

Mari kita mulai dengan certified hood classic. Minecraft sering dipandang sebelah oleh banyak gamer awam karena visual kotak-kotak yang dimiliki. Meskipun demikian, game dari Mojang itu masih menjadi game terlaris sekarang dengan 200 juta kopi terjual dan terus bertambah. Hal yang membuat game ini sangatlah laku dan diminati ialah gameplay yang adiktif dan membuka kebebasan yang luas.

Minecraft pada dasarnya tidak begitu punya objektif selain dari membunuh Ender Dragon, namun meskipun begitu, kamu bisa mainkan game selama ratusan atau bahkan ribuan jam karena kebebasan yang diberikan. Kamu dapat memainkannya layaknya tipikal game survival, atau membuat infrastruktur idaman yang ada dalam imajinasimu.


2. Hotline Miami

Hotline Miami terlihat retro lewat visual 16-bit yang diimplementasi, namun dari segi gameplay, cerita dan tentu saja musik, game dari Jonatan Söderström ini akan melebihi ekspektasimu.

Hotline Miami itu sulit, dan kamu akan mati berkali-kali. Namun gameplay cepat ditambah dengan musik yang ingin membuatmu geleng-geleng kepala menjadikan game aksi ini begitu seru untuk dimainkan dari awal hingga tamat. Game juga miliki puluhan “topeng” yang memberimu kekuatan unik masing-masing, meningkatkan replaybility dari game setelah kamu menamatkannya sekali.


3. Undertale

Undertale menjadi RPG yang di luar ekspektasi banyak orang. Tipikalnya kamu bermain RPG dengan cara membunuh musuh sebanyak mungkin agar dapatkan XP dan menjadi lebih kuat sebelum menemui bos akhir. Undertale merusak formula tersebtu dan justru mendorong pemain untuk “damai” dengan musuh yang mereka temukan.

Kombinasi sistem yang unik tersebut, ditambah dengan combat yang terkadang bullet-hell, dialog yang lucu serta momen meta di dalam game, menjadikan Undertale salah satu game indie tersukses saat ini dan berhasil menggae komunitas fandom yang besar. Game baru berjudul Deltarune tengah dikembangkan chapter keduanya, dan bisa dibilang Toby Fox sangat tidak terburu-buru dan memanfaatkan momentum viral dari game pertama dalam pengembangan Deltarune.


4. Stardew Valley

Layaknya kalian semua, saya juga miliki kenangan nostalgia dengan franchise Harvest Moon atau juga Story of Seasons. Namun dengan suatu game yang begitu sukses, selalu ada pendatang baru yang hadirkan konsep yang lebih matang. Stardew Valley ialah contohnya.

Dari segi visual, Stardew Valley mungkin sangat tertinggal. Game masih mengusung visual 16-bit ketika game Harvest Moon yang paling dikenal fans bahkan sudah usung 3D polygon. Meskipun begitu, Stardew Valley tawarkan lebih banyak variasi gameplay yang membuatnya jauh lebih adiktif lagi dari sumber inspirasinya. 5 tahun setelah rilis, game ini masih terus diperbarui dan telah ditambahkan multiplayer. Melihat franchise Harvest Moon yang semakin tak jelas masa depannya, Stardew Valley menjadi suksesor yang layak memegang obor genre ini.


5. Rimworld

Rimworld ialah game yang mengambil banyak inspirasi dari Dwarf Fortress. Singkatnya game ini ialah game scifi management/colony sim dimana kamu mengatur keselamatan para karakter yang diberikan kepadamu.

Kamu akan gagal, lagi dan lagi, dan hal tersebut wajar. Itu ialah bagian proses dari mempelajari game ini. Namun perlahan kamu sadar apabila Rimworld bagaikan game storyteller yang dimana kamu terus membangun ceritamu sendiri dalam mengatur nasib para kolonismu. Game ini sangatlah adiktif ketika kamu telah mempelajari semua mekanik kompleks yang game implementasi.


6. Factorio

Sesuai namanya, Factorio adalah game dimana kamu membangun dan mengatur sebuah pabrik mulai dari nol hingga menjadi powerhouse yang penuh dengan konveyor, mesin produksi, dan teknologi industri lainnya.

Tantangan dari Factorio tak hanya datang dari kamu menaruh posisi mesin dimana, tetapi juga mengoptimalkannya sebaik mungkin agar produksi produk sudah bagaikan pabrik sungguhan dan kamu tidak perlu campur tangan lagi secara manual. Selain itu kamu juga akan sering didatangi oleh musuh yang ingin merusak pabrikmu, menambah elemen tantangan dari game. Apabila kamu tertarik akan logistik dan operasional pabrik, game ini benar-benar cocok untukmu.


7. Dusk

Apakah kamu kangen dengan FPS era Quake atau Doom? Maka Dusk akan menjadi game favorit barumu. Tak hanya mengusung visual layaknya game akhir tahun 90-an, tetapi Dusk juga tawarkan gameplay yang mirip dengan sumber inspirasinya tetapi di waktu yang sama suntikan identitas dan elemen modern sendiri yang membuat game sangat fresh.

Bahkan jika kamu tidak punya kenangan nostalgia dengan game FPS tahun 90-an, kamu mungkin akan tetap menyukai game ini karena elemen gameplay yang cepat, desain level yang rapi, dan juga musik metal yang bikin ngangguk-ngangguk.


8. Ultrakill

Ultrakill merupakan perpaduan antara Doom dan juga Devil May Cry tetapi dengan visual layaknya game PS1. Game didesain untuk dukung gameplay yang sangat cepat dan juga desain level penuh koridor yang mendukung combat encounter yang harus agresif tersebut.

Ultrakill itu sulit, dan kamu akan mati terus-terusan apabila tidak dapat beradaptasi dengan pergerakan lincah, presisi menembak yang tepat, dan memanfaatkan semua arsenal senjata. Tetapi sekalinya semua mekanik tersebut ngeklik denganmu, game ini menjadi salah satu FPS paling badass yang dirilis baru-baru ini.


9. Dead Cells

Dead Cells merupakan game roguelite yang mendukung puluhan varian playstyle. Meski kamu akan melewati deretan level yang sama, Dead Cells tetaplah bikin ketagihan karena banyaknya variasi serangan dan kombo gadget yang dapat kamu lakukan untuk melewati tiap musuh yang selalu agresi.

Dead Cells sangatlah menyenangkan dan keren, sampai-sampai ada jurnalis IGN yang dipecat [konteks].


10. Celeste

Di balik visual retro sederhana yang mungkin bisa dikategorikan 8-bit, Celeste merupakan game platformer dengan resepsi yang luar biasa dari kritik dan juga fans. Hal tersebut dikarenakan desain level yang menantang tetapi ketat dan juga rapi, soundtrack indah yang mewarnai petualangan Madeline, dan juga aspek cerita yang presentasikan kondisi gangguan mental dengan sangat menarik dan dipenuhi karakter yang relatable atau setidaknya likeable meski tak menjadi fokus utama.

Exit mobile version