Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • TopupNEW
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • TopupNEW
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > Berita > [Opini] Mengapa Baterai Laptop Modern Tidak Bisa Dilepas?

[Opini] Mengapa Baterai Laptop Modern Tidak Bisa Dilepas?

by Andi
8 Februari 2026
in Berita
Reading Time: 7 mins read
A A
0
baterai laptop modern
0
SHARES
156
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Laptop sudah lama menjadi benda yang kita anggap akrab. Dipakai kerja, belajar, cari hiburan, bahkan kadang jadi sandaran hidup. Tapi seiring waktu, ada satu perubahan kecil yang diam-diam terasa besar dampaknya, baterai laptop kini tidak lagi mudah dilepas.

Perubahan ini sering diterima begitu saja, tanpa banyak dipertanyakan. Lantas mengapa hal tersebut terjadi? Apakah ada udang di balik batu, atau memang tidak terelakkan? Mari kita bahas!

Daftar isi

  • Mengapa Baterai Laptop Modern Tertanam Permanen?
    • Perubahan dan Kematangan Desain
    • Efisiensi Daya dan Kontrol Pabrikan
    • Lithium adalah Elemen Berbahaya
    • Pemaksaan ke SC Resmi
    • Dampak Lingkungan yang Tidak Bisa Diabaikan
    • Hak Pengguna dan Gerakan Right to Repair
    • Perubahan Cara Kita Menggunakan Laptop
    • Kesimpulan

Mengapa Baterai Laptop Modern Tertanam Permanen?

baterai laptop modern
Menapa baterai lepas pasang sudah hilang?

Kalau kita tarik ingatan ke era laptop awal 2000-an sampai sekitar 2010, baterai adalah bagian paling fleksibel dari sebuah laptop. Tinggal geser pengunci di bagian bawah, baterai langsung lepas. Mau kerja lama? Bawa baterai cadangan. Baterai soak? Tinggal beli baru. Laptop terasa seperti barang pribadi yang benar-benar kita miliki.

Situasi itu kini nyaris punah. Laptop modern, dari kelas murah sampai premium, mayoritas memakai baterai tanam. Tidak ada lagi pengunci baterai, tidak ada lagi akses cepat. Sekadar mengganti baterai saja bisa bikin orang awam mikir dua kali. Pertanyaannya sederhana, kenapa berubah sejauh ini?

Perubahan dan Kematangan Desain

image 5
Model tipis nan enteng

Jawaban pertama yang paling sering muncul adalah soal desain. Produsen laptop sekarang menjual tipis dan ringan sebagai nilai utama. Laptop bukan cuma alat kerja, tapi juga aksesori gaya hidup. Masuk tas kecil, enak dibawa ke kafe, rapat, atau kampus.

Baterai yang bisa dilepas butuh ruang ekstra, dudukan, dan penutup khusus. Semua itu bikin bodi lebih tebal. Dengan baterai tanam, produsen bebas mengatur ulang komponen di dalam, memanfaatkan setiap milimeter ruang. Hasilnya laptop bisa dibuat lebih ramping dan terlihat lebih solid.

Media teknologi internasional seperti The Verge dan iFixit beberapa kali menjelaskan bahwa desain unibody jauh lebih mudah dicapai dengan baterai tertanam. Ini adalah persoalan desain untuk mencapai struktur rangka yang lebih kuat.

Efisiensi Daya dan Kontrol Pabrikan

image 6
Sudah dibekali keiritan daya tinggi

Alasan kedua berkaitan dengan manajemen daya. Tak dapat dipungkiri baterai laptop sekarang tidak sekadar sel daya, tapi sudah jadi bagian dari sistem yang terintegrasi dengan motherboard, firmware, dan sistem pendingin. Penggunaan baterai tanam membuat produsen bisa mengatur pengisian, pelepasan daya, dan suhu dengan lebih presisi.

Ini yang membuat laptop modern bisa bertahan delapan sampai belasan jam tanpa perlu ganti baterai. Dari sudut pandang teknis, ini adalah sebuah kemajuan. Produsen bisa memastikan baterai bekerja sesuai standar yang mereka tentukan, bukan tergantung kualitas baterai pihak ketiga yang bahkan mereka tidak tahu dari mana asalnya.

Namun di sisi lain, kontrol penuh ini juga berarti pengguna kehilangan satu hal penting: kebebasan. Baterai bukan lagi komponen yang bisa diperlakukan sebagai barang lepas pasang. Membongkarnya sulit, sering kali dibuat ribet, dan harus mengandalkan jasa teknisi.

Lithium adalah Elemen Berbahaya

image 4
Berpotensi membahayakan konsumen?

Baterai lithium modern menyimpan energi besar dalam ukuran kecil. Salah pasang, salah kualitas, risikonya bukan cuma baterai rusak, tapi bisa memicu panas berlebih atau kebakaran. Produsen paham betul risiko ini.

Dengan membuat baterai sulit diakses, produsen mengurangi kemungkinan pengguna memasang baterai abal-abal. Bagi produsen laptop, ini masuk akal. Laporan dari lembaga keselamatan produk konsumen di berbagai negara menunjukkan bahwa baterai lithium adalah salah satu sumber insiden elektronik paling serius. Masalahnya, solusi keamanan ini perlu dibayar mahal oleh pengguna dalam bentuk biaya servis dan keterbatasan akses.

Pemaksaan ke SC Resmi

Dampak paling terasa dari baterai tanam adalah urusan perbaikan. Dulu ganti baterai bisa dilakukan siapa saja. Kita hanya perlu membeli baterai baru, tidak perlu alat apa pun. Sekarang, mayoritas pengguna harus datang ke pusat servis, resmi atau tidak resmi.

Biayanya jelas lebih mahal. Tidak hanya bayar baterai, tapi juga ongkos bongkar pasang. Waktu pun terbuang karena laptop harus ditinggal. Bagi pekerja lepas, mahasiswa, atau UMKM yang bergantung penuh pada laptop, ini bukan hal sepele.

Banyak media teknologi dan komunitas pengguna menyebut kondisi ini sebagai bentuk ketergantungan paksa pada produsen. Laptop terasa seperti barang sewaan jangka panjang, bukan barang yang sepenuhnya kita beli dan miliki.

Dampak Lingkungan yang Tidak Bisa Diabaikan

image 7
Akan jadi limbah elektronik

Baterai yang sulit dilepas juga berkontribusi pada masalah limbah elektronik. Ketika baterai sudah tidak optimal dan biaya penggantian terasa tidak sepadan, banyak orang memilih membeli laptop baru ketimbang beli baterai.

Laporan Global E-Waste Monitor mencatat bahwa limbah elektronik terus meningkat setiap tahun, dan perangkat dengan komponen sulit dilepas memperparah masalah ini. Idealnya, baterai adalah bagian yang paling sering diganti, bukan alasan untuk membuang seluruh perangkat.

Desain yang menyulitkan daur ulang jelas bukan kabar baik bagi lingkungan, banyak pakar yang peduli lingkungan merasa kalau perhatian konsumen dan produsen harus mulai tertuju pada produk yang ramah diperbaiki.

Hak Pengguna dan Gerakan Right to Repair

Di berbagai negara, muncul gerakan yang mendorong hak pengguna untuk memperbaiki perangkat sendiri. Right to repair bukan sekadar slogan, tapi menjadi respons atas desain produk yang semakin eksklusif.

Baterai tanam sering menjadi contoh bagaimana produsen membatasi akses pengguna atas perangkat yang mereka beli. Beberapa negara di Eropa bahkan mulai membahas regulasi agar perangkat elektronik lebih mudah diperbaiki, termasuk soal baterai.

Namun sampai sekarang, laptop masih berada di wilayah abu-abu. Produsen laptop berdalih desain seperti itu adalah kebutuhan teknis, sementara kebanyakan dari kita melihatnya sebagai pengurangan hak. Ini masih menjadi perdebatan hingga sekarang.

Perubahan Cara Kita Menggunakan Laptop

image 8
Kebiasaan yang bergeser

Perlu diakui, kebiasaan pengguna juga berubah. Dulu orang terbiasa membawa baterai cadangan. Sekarang orang lebih sering membawa charger atau power bank besar. Laptop lebih sering digunakan dekat sumber listrik.

Bagi pengguna laptop tipis, kini biasanya ia tidak disertakan dengan charger yang bulky. Sehingga membawa charger tidak menjadi beban tambahan. Beberapa model bahkan sudah sangat efisien dan tahan lama.

Ini bisa jadi menjadi proses adaptasi. Baterai besar dan tahan lama membuat kita lupa bahwa suatu saat baterai itu akan menua dan sulit diganti. Masalah baru terasa ketika usia baterai sudah tiga atau empat tahun, dan sekali pakai tidak bertahan lama sudah harus dicas ulang.

Kesimpulan

Mengapa baterai laptop sekarang tidak mudah dilepas? Karena ada kompromi besar antara desain, performa, keamanan, dan kepentingan pasar. Produsen memilih jalur yang mereka anggap paling menjual dan paling aman.

Namun bukan berarti pilihan itu bebas kritik. Laptop adalah alat kerja, bukan barang pajangan. Kemudahan perawatan dan umur panjang seharusnya tetap jadi pertimbangan, bukan dikorbankan sepenuhnya demi bodi tipis.

Ke depan, tantangannya adalah mencari titik tengah. Laptop yang tetap ringkas, tapi tidak memusuhi perbaikan. Baterai yang aman, tapi tidak membuat pengguna merasa asing dengan perangkatnya sendiri. Lihat saja contohnya laptop dari brand Framework. Seharusnya desain seperti itu patut ditiru oleh brand lain. Baterai memang tidak mudah copot pasang namun pengguna tetap diberikan akses yang mudah.


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

SummarizeShareTweetSend
Previous Post

[OPINI] Bagaimana Internet Mentransformasi Dunia Digital Seperti Sekarang

Next Post

Apa Kepanjangan Nama Hero OD Dota 2?

Andi

Andi

Menyukai game namun terhalang motion sickness, hampir tidak bisa memainkan game FPS karena itu. Pencinta Fate series dan Nasuverse in general

Related Posts

God of War: Laufey

[RUMOR] God of War: Laufey Kemungkinan Rilis Sebelum Tahun 2028

by Nadia Haudina
7 jam ago
0

Sebelum 2028? Nabung dulu nggak sih?

Director Ffvii Remake

Director FFVII Remake Ungkap Alasan Belum Ada Tanggal Rilis untuk Seri ke-3

by Andi
14 jam ago
0

Ternyata ada alasan khusus

Rumor Persona 6

Detail Persona 6 dan Info Lainnya Bocor oleh Leaker

by Nadia Haudina
3 tahun ago
0

Kehadiran seri terbaru franchise Persona yaitu Persona 6 hingga kini masih jadi topik perbincangan hangat oleh para gamer. Setelah kehadiran...

Logo Persona 6

[RUMOR] Logo Persona 6 dan Jadwal Rilis Bocor di Internet

by Javier Ferdano
14 jam ago
0

Diketahui bahwa terdapat rumor mengenai Logo Persona 6 dan juga jadwal rilisnya bocor di internet. Seperti apa detailnya?

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

God of War: Laufey

[RUMOR] God of War: Laufey Kemungkinan Rilis Sebelum Tahun 2028

by Nadia Haudina
7 jam ago
0

Founder Zynga Developer Game

Founder Zynga Mengajak Developer Lain Buang Gengsi dan Tidak Malu Meniru Game Lain

by Friliando
13 jam ago
0

Roadmap Crimson Desert DLC Expansion

Roadmap Crimson Desert Ungkap Bakal Ada Konten Baru dan DLC Expansion

by Arif Gunawan
13 jam ago
0

Penjualan Game First-Party PlayStation

Penjualan Game First-Party PlayStation Mengalami Penurunan Dalam 5 Tahun Terakhir

by Arif Gunawan
13 jam ago
0

Kreator God of War Laufey

Kreator God of War 1 dan 2 Berikan Kritik Pedas Terhadap Game God of War Laufey

by Muhammad Faisal
14 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Bahasa Indonesia Bulan Juni 2026

by Muhammad Faisal
2 hari ago
0

Kreator God of War Laufey

Kreator God of War 1 dan 2 Berikan Kritik Pedas Terhadap Game God of War Laufey

by Muhammad Faisal
14 jam ago
0

Player Forza Horizon 6 Livery

Player Forza Horizon 6 di-Banned 3 Hari Karena Desain Livery Mobilnya Dianggap Terlalu Sugestif

by Muhammad Faisal
15 jam ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
5 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
5 bulan ago
0

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited