CEO Bunny Garden 2 – Jika kita membicarakan game fanservice berjudul Bunny Garden, pasti tidak lepas dengan karakter gadis-gadisnya yang cantik, seksi, dan juga menggoda. Apalagi semua karakternya memiliki *ehem* aset dadanya yang besar. Beberapa kalangan Gamer pasti penasaran kenapa game tersebut maupun sekuelnya tidak memiliki karakter yang punya aset ‘papan’.
CEO dari developer Qureate pun menjelaskan bahwa menghadirkan karakter seperti itu justru lebih berisiko dihadirkan di gamenya. Wait, what? Kenapa bisa begitu?
Alasan CEO Bunny Garden 2 Mengatakan Karakter ‘Papan’ Lebih Berisiko dari ‘Plot Besar’ di Gamenya

Dalam sebuah wawancara eksklusif GameSpark bersama dengan Yuji Usuda selaku CEO Qureate dan sekaligus Game Producer Bunny Garden 2 menjelaskan banyak hal menarik mengenai membuat game seksi disaat regulasi terhadap video game seperti itu kini semakin ketat. Apalagi ketika menghadirkan wanita dewasa dengan *ehem* dadanya berukuran ‘papan’ alias kecil.

Yuji Usuda menjelaskan alasan mengapa game yang dibuat oleh perusahaannya hampir selalu menampilkan karakter berdada besar. Itu karena menggambarkan karakter wanita dewasa dengan dada kecil menjadi hal yang sangat berisiko saat ini.
Dia menjelaskan menghadirkan karakter seperti itu di game-nya mau tidak mau akan menimbulkan kesalahpahaman yang membuat orang mengiranya sebagai karakter anak-anak atau masih di bawah umur.
Perlu Disesuaikan Karakternya Sedemikian Rupa oleh Developer

Yuji Usuda juga menjelaskan bagaimana dia dan timnya tidak bisa berbuat apa-apa ketika orang-orang ingin mereka membuat karakter gamenya dengan dada kecil seperti itu. Bahkan sejujurnya developer Qureate ingin mengenalkan lebih banyak karakter yang bervariasi tidak hanya memiliki dada besar saja.
Namun karena risiko terhadap regulasi untuk merilis video game setiap platform, mereka tidak bisa sembarangan melakukannya. Jika developer tetap melakukannya, game mereka seperti Bunny Garden bisa saja diblokir perilisannya dan usaha kerasnya menjadi sia-sia.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata tim developer Qureate mendapat permintaan untuk melakukan beberapa perubahan pada game untuk setiap versi platform yang dirilis. Ada yang ketat terhadap unsur elemen tertentu di game mereka, ada juga yang masih diperbolehkan.
Meskipun itu menambah beban pekerjaan tim developernya, Yuji Usuda merasa senang bahwa pihak platform terkait meminta mereka melakukan beberapa perubahan ketimbang langsung menolak perilisannya begitu saja.
Itulah informasi mengenai alasan CEO game Bunny Garden 2 mengatakan karakter dengan dada ‘papan’ lebih berisiko ketimbang karakter dengan ‘plot besar’ di gamenya karena regulasi pada platform. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Bunny Garden atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.















