CEO Xbox Game Pass – Pemotongan biaya berlangganan Game Pass dikonfirmasi hanya seminggu setelah The Verge memperoleh memo internal dari Asha Sharma selaku CEO baru Xbox. Dalam memo yang dibuat pada April tersebut, Sharma mengakui bahwa Game Pass saat ini terasa terlalu mahal bagi pemain, sehingga perlu ada penyesuaian agar nilainya lebih sepadan.
Ia juga menyebutkan bahwa perusahaanya sedang menyiapkan rencana jangka panjang untuk mengubah Game Pass menjadi sistem yang lebih fleksibel, meskipun prosesnya akan memakan waktu karena perlu diuji dan dipelajari secara bertahap.
CEO Xbox Sebut Pemangkasan Harga Xbox Game Pass Berjalan Positif

Dalam memo internal terbaru yang kembali dibocorkan oleh The Verge, Asha Sharma mengakui bahwa “pertumbuhan melambat dan jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan Game Pass meningkat setelah perubahan harga dan paket tahun lalu.”
Yang dimaksud dari Sharma tentu saja adalah kenaikan harga besar-besaran Game Pass pada Oktober 2025. Kala itu, harga Game Pass Ultimate melonjak dari 19,99 dolar AS menjadi 29,99 dolar AS per bulan.

Nah, dalam memo internal yang sama, Sharma menjelaskan bahwa setelah penurunan harga, jumlah pengguna baru mulai meningkat dan yang masih lanjut berlangganan juga semakin banyak. Meski Sharma tidak membagikan angka atau data spesifik dalam memo internal tersebut, laporan tersebut setidaknya menjadi sinyal kuat bahwa strategi penurunan harga Game Pass mulai menunjukkan hasil positif yang sesuai harapan.
Perjalanan Game Pass Masih Panjang

Di sisi lain, Sharma juga mengingatkan bahwa perjalanan Game Pass masih panjang. Ia menegaskan bahwa masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu langkah saja. Menurutnya, Xbox harus terus bekerja keras dan konsisten untuk mengembalikan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan. Namun hingga saat ini, belum ada informasi resmi mengenai langkah berikutnya yang akan diambil untuk Game Pass.
Selain memangkas biaya berlangganan Game Pass, sebelumnya Sharma juga melakukan rebranding terhadap perusahaannya dengan mengubah namanya menjadi “XBOX”. Gaya penulisan menggunakan huruf kapital semua itu sengaja dipilih sebagai bentuk nostalgia, yang merujuk pada gaya pemasaran konsol pertamanya ketika diluncurkan pada tahun 2001.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Xbox atau artikel lainnya dari Arif Gunawan. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.















