Darah Resident Evil Shuhei Yoshida – Tidak terasa seri game Resident Evil telah berjalan selama 30 tahun. Sudah ada banyak sekali game-game RE yang telah dirilis oleh developer Capcom dengan judul terbarunya Resident Evil Requiem yang sukses mendapat respon positif dari Gamer dan mencuri perhatian banyak orang.
Sepanjang 30 tahun terakhir, Capcom telah melewati banyak hal terhadap seri RE mereka. Bahkan ada momen dimana mereka diminta oleh Sony untuk mengubah efek darah di game RE pertamanya dari warna merah menjadi warna hijau. Serius, nih?
Sony Minta ke Capcom untuk Mengubah Efek Darah di Resident Evil Menjadi Warna Hijau

Percaya atau tidak, hal ini diungkap oleh Shuhei Yoshida selaku mantan President PlayStation lewat sebuah video pesan dalam rangka Anniversary Resident Evil yang ke-30. Pada video tersebut, dia menceritakan kisah pada saat game pertama RE milik Capcom dirilis pada konsol PlayStation.
Shuhei Yoshida menceritakan bagaimana game Survival Horror tersebut dulunya memiliki beberapa kesulitan untuk bisa dirilis di konsol PlayStation. Terlebih pada saat itu di tahun 1996, Jepang belum memiliki batas rating umur terhadap game horror menyeramkan dan brutal seperti RE.

Jadi Sony PlayStation memiliki batasan tertentu dan kekhawatiran untuk Gamer muda di Jepang terhadap konten produk game di konsol mereka yang memiliki elemen darah berwarna merah. Maka dari itu, Sony meminta kepada Capcom untuk mengubah efek warna darah di RE dari merah menjadi hijau.
Sony Pertimbangkan Kembali Warna Darah di RE

Setelah mendengar permintaan dari Sony terhadap warna darah di game RE, developer Capcom pun langsung melakukan ujicoba mengubah warnanya dari merah menjadi hijau. Ternyata setelah dicoba, warna tersebut sama sekali tidak cocok dengan vibe pada game survival horror zombie tersebut.
Pihak Capcom berusaha menjelaskan ke Sony terkait hal tersebut agar mereka mempertimbangkan kembali agar meloloskan efek darah di gamenya bisa tetap menjadi warna merah. Pada akhirnya pihak Sony setuju dengan penjelasan dari Capcom dan game RE pun tetap memiliki efek darah berwarna merah.
Kalian bisa tonton video pesan dari mantan President PlayStation dalam rangka Anniversary game RE ke-30 di bawah ini.
Sebagai informasi tambahan, aturan produk video game terhadap unsur kekerasan seperti darah pada tahun 1990-an dan awal 2000-an sulit dilakukan dan memiliki banyak tantangan bagi developer. Meskipun bisa lolos, game tersebut memiliki beberapa batasan terhadap aturan yang harus mereka ikuti agar produknya bisa dirilis pada platform.
Mengubah efek darah dari berwarna merah menjadi hijau pun bukan hal yang jarang terjadi pada saat itu. Setidaknya dulu ada beberapa game yang mengharuskan atau menghadirkan fitur dimana Player bisa mengubah efek darah dari warna merah menjadi hijau. Salah satunya adalah game House of the Dead.
Ada juga game yang mengubah total efek darah di dalam game menjadi semacam keringat, seperti yang terjadi pada game Mortal Kombat ketika dirilis di platform gaming Nintendo.
Itulah informasi mengenai dulu efek darah di game RE pernah diminta oleh Sony untuk diubah dari warna merah menjadi hijau. Bagaimana menurut kalian dengan informasi ini?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Resident Evil, Shuhei Yoshida atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.








![[RUMOR] Injustice 3 Tengah Diproduksi NetherRealm Studios 15 Injustice 3](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/04/Injustice-3-120x86.avif)







