Dev. Ion Fury Tegaskan untuk Tidak Mau Menghapus Konten Ofensif di Gamenya

Untitled 1

Keberadaan game Ion Fury belakangan telah mendapat sejumlah kontroversi yang cukup menghantam pihak developernya. Perilisan game FPS retro ala Duke Nukem ini mendadak dihujani banyak sorotan negatif tentang adanya konten-konten yang dianggap sangatlah melecehkan kaum “tertentu”. Bahkan, sang pihak penyorot juga kebetulan ikut menemukan sejumlah pandangan komentar dari developer di platform Discord yang cukup sejalan dan menyinggung fenomena mengenai LGBT, Feminisme, sampai ke bentuk politisasi isu tersebut.

Void Point, selaku developer dari game itu sendiri nampak masih bersikap tegar meski sebagian gamer sudah memberi ancaman untuk membajak game Ion Fury. Sementara para petinggi-petinggi Void Point dan 3D Realms sebagai publisher kemarin sempat secara resmi memberikan semacam permohonan maaf atas kemunculan konten ofensif tersebut dan berjanji untuk menghapusnya. Akan tetapi, melalui joint statement yang baru-baru ini dibeberkan di laman Steamnya, mereka berdua rupanya justru secara mengejutkan telah berubah pikiran.

Kami baru saja membuat kontroversi dan mengisyaratkan seolah beberapa konten dari game Ion Fury betul-betul akan disensor.

kenyataannya, kami tidak akan sedikitpun menyensor konten-konten yang ada di game ini, di game-game kami kedepannya, beserta pula dengan nama “sabun” yang dianggap bermasalah itu.

Kami sama sekali tidak pernah mendukung tindak penyensoran pada segala macam hasil karya kreatif. Dan kami sesungguhnya sangat menyesali keputusan kami yang pada saat itu memodif sedikit animasi sprite di dalam game ketimbang mempercayai insting yang kami punyai.

Baik 3D Realms maupun Void Point sama-sama telah sepakat tentang hal ini.

Void Point dan 3D Realms

 

Meski sudah punya keputusan yang bulat untuk mempertahankan keutuhan konten game Ion Fury, pihak Polygon telah resmi mengkonfirmasikan bila 3D realms masih tetap memegang janjinya dalam menyisihkan sumbangan amal sebanyak $10.000 kepada badan organisasi pencegahan bunuh diri untuk kaum LGBTQ, beserta dengan pembiayaan sebuah pelatihan khusus tentang sensitivitas kepada para pegawainya.

Semenjak tersandung isu tersebut, game Ion Fury sempat dihujani banyak review bombing negatif di Steam yang menyebabkan resepsi game ini berada pada tingkat “Mixed”. Sekarang, tingkat resepsi dari game ini nampak sudah berubah kembali seperti semula (ada di tingkat “Mostly Positive“).

Sumber: Polygon


Baca pula informasi lain tentang game Ion Fury, beserta dengan kabar-kabar menarik seputar dunia video game dari saya, Ido Limando.

Exit mobile version