Developer MindsEye – Build a Rocket Boy merupakan studio dibalik game MindsEye yang dinilai sebagai salah satu game terburuk pada tahun 2025. Dan menurut sang Co-CEO yaitu Leslie Benzies hal ini terjadi karena adanya sabotase.
Dan kegagalan game tersebut tentu menyebabkan studio melakukan PHK. Dan baru-baru ini, Developer MindsEye PHK karyawan lagi dan masih menyalahkan sabotase serta spionase merusak peluncuran game tersebut.
Developer MindsEye PHK Karyawan Lagi?

Melalui halan LinkedIn Build a Rocket Boy, Co-CEO Mark Gerhard mengumumkan bahwa mereka telah melakukan PHK karyawan studio. Menurut Mark, beberapa tahun terakhir industri game melalui salah satu masa yang paling sulit dalam sejarahnya.
Banyak pengembang bertalenta di seluruh dunia terkena dampak dari PHK dan restruktur perusahaan. Dan sayangnya, Studio yang dipimpin oleh Mark ini harus melakukan hal serupa karena tidak kebal dari tekanan yang sama.
Mark kemudian mengumumkan bahwa mereka mengurangi tenaga kerja di studio dan ini merupakan keputusan yang sangat menyakitkan. Dan orang-orang yang terkena dampak sudah mengerahkan talenta, semangat, dan waktu yang besar untuk membangun apa yang mereka percayakan.
Di surat tersbut juga, Mark Gerhard mengucapkan terima kasih kepada para pegawai yang terkena dampak PHK ini karena usaha dan kreativitas mereka membentuk studio yang ia bangun dan ia akan membantu mendukung para pegawai untuk menemukan kesempatan selanjutnya.
Belum diketahui berapa karyawan yang terkena dampaknya. Dan kemungkinan besar dampak PHK ini kurang lebih sebesar gelombang sebelumnya yang dilakukan tim pengembang beberapa waktu lalu.
Masih Salahkan Sabotase dan Mata-Mata?

Sebagai seorang pemimpin, Mark mengatakan bahwa dirinya mengambil tanggung jawab dari hasil proyek dan keputusan yang mengikutinya. Namun di saat bersamaan, periode peluncuran game terkena dampak diluar tantangan operasional dan lingkungan kompetitif.
Dirinya telah bekerja sama dengan partner eksternal dan penasehat hukum dalam beberapa bulan terakhir untuk menginvestigasi aktivitas kriminal yang berlangsung selama waktu peluncuran game MindsEye.
Dan hal tersebut memakan waktu yang lebih panjang dari yang diharapkan dan menghasilkan bukti yang sangat besar dari spionase dan sabotase korporat yang mempengaruhi MindsEye.
Meskipun telah memiliki bukti, sang Co-CEO mengatakan bahwa mereka belum dapat membagikan detail secara full kepada publik untuk saat ini. Hal ini dikarenakan bahwa permasalahan ini bergerak kearah tuntutan hukum.

Di sisi lain, pembahasan konspirasi ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak di kolom komentar pos LinkedIn tersebut. Banyak pihak yang menyayangkan pengumuman ini dinodai oleh Playing Victim sang Co-CEO.
Menurut para netizen, hal tersebut kurang sopan diucapkan oleh seorang pemimpin perusahaan dan terdengar tidak dewasa karena meskipun pengumuman tersebut merupakan pengumuman PHK, namun separuh pesan yang ditulis merupakan pembahasan konspirasi.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
















