Fans Harry Potter: Hogwart Mystery Ngamuk Akibat Microtransaction Event Terbaru Mereka

in , ,

Yup lagi-lagi game ini berulah, setelah sebelumnya membuat kontroversi dimana para pemain terpaksa top-up atau melihat karakter buatan mereka tercekik. Kini game ini kembali menimbulkan kontroversi baru. Pada Limited Time Event/ Event waktu terbatas mereka yang bernama Dueling Club yang diadakan beberapa hari saja dimana kalian bisa mempertandingkan deck kalian secara multiplayer. Tentu event tersebut merupakan angin segar bagi para pemain Mobile game ini, karena selain mereka bisa memainkan game ini bersama teman-teman, mereka juga dapat meng-unlock semacam progress untuk mendapatkan item tertentu.

Namun ternyata event ini mendapatkan cukup banyak penolakan sekaligus kritikan dari fans, karena sistem dueling club yang mewajibkan penggunaan tiket. Mengapa tiket ini dipermasalahkan ? karena tiket ini hanya kalian dapatkan sebanyak 3 buah pada awal event, tanpa bisa ter-refill dengan sendirinya. Apa bila kalian kalah, maka kalian akan kehilangan tiket tersebut. Berbeda jika kalian menang tiket tidak akan berkurang. Lalu pertanyaan berikutnya muncul, bagaimana cara menambah tiket tersebut jika kalian kehabisan ?. Yup… kalian bisa membayarnya dengan GEM (Mata uang top-up game ini).

Melalui FAQ/ Frequently Asked Question, sudah dikonfirmasi bahwa satu-satunya jalan untuk mendapatkan tiket hanyalah membelinya dengan GEM. Meski kalian bisa mendapatkan GEM tersebut melalui cara bermain, namun GEM gratisan tersebut tidaklah banyak, juga event ini dikritik karena terdapat event pet yang sedang bersamaan dijalankan dimana GEM yang sangat banyak juga diperlukan.

Sebenarnya pengembang game Harry Potter: Hogwart Mystery sendiri sudah cukup mendengarkan jeritan-jeritan player sedari kontroversi sebelumnya. Dimana sang pengembang memberi jalan keluar untuk merefill energi dengan menonton iklan. Namun ternyata mereka kembali mengulang kesalahan yang dirasa cukup tak wajar.

Source redditor 

Kusuma Aji

Written by Kusuma Aji

Gamebrott most notorious and toxic person