Game Live-Service – Saat ini game Live-service sangat merajalela. Para pengembang game tentunya tertarik mengembangkan game Live-Service karena keberlangsungan mereka yang bisa menarik keuntungan yang sangat besar.
Namun, tidak semua game Live-Service berjalan lancar. Mulai dari permasalahan server, gameplay yang membosankan, hingga kontrak publikasi terkadang menjadi masalah bagi game tersebut dan menyebabkan game menutup servernya.
Pada artikel kali ini, Gamebrott akan membagikan 7 Game Live-Service dengan rekor tutup server tercepat. Apakah ada game yang hanya bertahan beberapa hari saja, Brott? Yuk langsung aja kita bahas!
7 Game Live-Service Dengan Rekor Tutup Server Tercepat
Sepertinya, game-game yang ada dalam artikel ini merupakan game yang sangat buruk nasibnya. Berikut adalah 7 Game Live-Service Dengan Rekor Tutup Server Tercepat versi Gamebrott.
1. Love Live! School Idol Festival 2 – 120 Hari

Pada umumnya, Game live-service rilis terlebih dahulu kemudian mengumumkan penutupan server jika game mereka kurang diminati ataupun terdapat masalah-masalah lain. Tapi, berbeda dengan game yang satu ini.
Love Live! School Idol Festival 2 merupakan game Rhythm mobile yang merupakan sequel dari game pertamanya yang telah rilis sekitar 11 tahun lamanya. Seperti kebanyakan game Jepang pada umumnya, game ini juga memiliki server Jepang dan Global yang terpisah.
Dan kali ini kita akan membicarakan server Global yang mengumumkan perilisan dan sekaligus penutupan server secara bersamaan. Ya, berita baik dan buruk dalam 1 cuitan Twitter yang sama.
Dalam cuitan di akun resminya, Love Live! School Idol Festival 2 mengumumkan bahwa mereka akan merilis game mereka pada bulan Februari 2024 dan akan menutup server gamenya pada tanggal 31 Mei 2024, tepatnya setelah 4 bulan game berjalan.
Pengumuman ini terjadi dikarenakan versi Global mengalami keterlambatan perilisan serta pengunduran beberapa bulan dan juga untuk server Jepangnya, game hanya bertahan 11 bulan saja.
Alasannya? game sequel ini hadir tanpa perubahan yang signifikan dan dianggap sama saja seperti game pendahulunya namun semua progress dari game sebelumnya tidak dapat dibawa ke game terbaru. Game pertamanya juga ditutup demi sequel ini sehingga banyak fans yang protes dan memutuskan untuk tidak memainkan sequelnya.
Dengan begitu, wajar saja jika game ini terpaksa mengumumkan bahwa mereka akan tetap merilis versi globalnya namun tidak bisa menjaga game tersebut untuk tetap rilis lebih lama karena permasalahan hak kepemilikan game dimana server awalnya saja sudah tutup terlebih dahulu.
2. Highguard – 45 Hari

Game pertama dalam artikel ini tentu saja game yang sangat “Populer” di kalangan gamer yaitu Highguard yang rilis pada tanggal 26 Januari 2026. Game yang digadang-gadangkan oleh Geoff Keighley pada acara The Game Awards dan ia sukai ini ternyata tidak seperti ekspektasi para gamer.
Dengan gameplay tanpa arah yang jelas dimana pemain harus mining, looting, memperebutkan pedang yang digunakan untuk menjebol base dan diakhir dengan gameplay “bomb mission”, Highguard dianggap tidak begitu menarik dan membosankan.
Belum lagi desain karakter yang sangat tidak ikonik dan bahkan salah satu karakternya terlihat seperti Ken dari Street Fighter serta ukuran map yang terlalu besar untuk permainan 3v3 membuat para pemain enggan untuk memainkannya lagi.
Tim pengembang game ini yaitu Wildlight Entertainment sendiri telah berusaha untuk memberikan updat sesuai feedback yang diberikan para pemain namun tetap saja game tidak mampu membawa kembali para pemainnya.
Dan pada tanggal 4 Maret 2026, game ini mengumumkan penutupan servernya yang akan tutup di tanggal 12 Maret 2026 dan game Highguard hanya bertahan selama 45 hari saja. Tidak heran jika game ini dijuluki sebagai Concord 2 oleh banyak gamer.
3. The Day Before – 45 Hari

Game selanjutnya adalah game yang sangat terkenal akan permasalahannya yaitu The Day Before. Game ini juga digadang-gadangkan akan menjadi game Survival terbaik berkat trailer gameplay yang dibagikan oleh sang pengembang yaitu Fntastic.
Namun saat game tersebut rilis, banyak hal yang tidak sesuasi dengan trailer yang dibagikan dan para gamer menganggap game ini adalah sebuah scam atau penipuan. Hal ini karena berbeda dari Highguard yang merupakan game Free-to-Play, The Day Before merupakan game berbayar.
Para gamer kemudian berbodong-bondong melakukan refund sehingga menyebabkan Steam memberikan pengecualian terhadap kebijakan refund 14 hari/ 2 jam gameplay mereka dan memberikan pengembalian dana kepada para gamer.
Game ini rilis pada tanggal 8 Desember 2023 dan setelah 4 hari game rilis, Fntastic akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan menutup server game pada tanggal 22 Januari 2024 dimana game ini hanya bertahan 45 Hari.
4. Radical Heights – 34 hari

Jika kalian merupakan fans Unreal Tournament dan Gears of War, mungkin kalian akan sangat familiar dengan nama Cliff Bleszinkski. Pengembang yang satu ini merupakan otak dibalik game-game populer tersebut.
Namun, bukan berarti kesuksesan game tersebut akan terbawa ke game selanjutnya. Dirinya pada tahun 2014 membuka studio sendiri bernama Boss Key Productions dan merilis Lawbreakers dan Radical Heights.
Radical Heights merupakan game Battle-Royale bertemakan era 80’an yang siap menjadi penantang di genre tersebut untuk bersaing dengan PUBG dan Fortnite. Tetapi sayang, 2 raksasa tersebut tidak dapat ditumbangkan dan justru game ini yang harus gugur dengan sangat cepat.
Para pemain yang mencoba game ini dalam masa Early Access mengatakan bahwa game ini terlalu kaku dan memiliki berbagai bug sehingga terlihat seperti game yang belum siap untuk rilis. Namun, Sang creator mengaku gamenya tidak populer karena game sebelumnya yang ia kembangkan yaitu Lawbreakers juga dinilai gagal sehingga para gamer ragu untuk mencicipi gamenya.
Early Accessnya dibuka pada tanggal 10 April 2018. Setelah 1 bulan, game tersebut mengumumkan penutupan server pada tanggal 12 Mei 2018 dengan penutupan server di tanggal 18 Mei 2018.
5. The Cube, Saves Us – 21 Hari

Mungkin banyak gamer yang belum mendengar game yang satu ini. The Cube, Saves Us merupakan game Extraction-Action yang rilis pada tanggal 18 Maret 2026. Game ini dikembangkan oleh XL Games, studio asal Korea Selatan yang juga merupakan pengebang dari franchise MMORPG ArcheAge.
Sesuai genrenya, game ini menghadirkan gameplay Extraction dan juga Action dimana pemain akan masuk ke dalam sebuah kubus yang terdiri dari berbagai ruangan dimana pemain akan melawan monster dan juga pemain lainnya untuk mengumpulkan item dan kabur dari kubus tersebut.
Sayangnya, game Extraction sendiri sudah sangat banyak dan didominasi oleh Extraction Shooter seperti Tarkov dan ARC Raiders. Pengembangan genre dengan menambahkan Action sebenarnya bisa menjadi daya tarik, namun permainan yang terlihat kaku justru menjadi senjata makan tuan bagi tim pengembang.
Kurangnya promosi untuk game ini juga menjadi faktor utama mengapa game tersebut tidak begitu terdengar namanya. Dan akhirnya, setelah 3 minggu game tersebut rilis, tim pengembang memutuskan untuk menutup server game ini.
6. Concord – 14 Hari

Kurang pas rasanya jika membuat list ini tanpa memasukkan game “TERBAIK” dalam sejarah Live-Service yaitu Concord. Game ini memang menjadi wajah dari bagaimana sebuah game dengan biaya besar bisa gagal dengan begitu cepat.
Concord merupakan game Hero Shooter yang terlambat masuk ke genre tersebut karena pada perilisannya di tanggal 23 Agustus 2024, genre tersebut sudah didominasi game seperti Overwatch.
Dan juga game ini menggunakan model berbayar untuk sebuah game live-service membuatnya membatasi banyak pemain yang ingin mencobanya dimana game Hero Shooter lainnya merupakan game Free-To-Play.
Desain karakter yang sangat generik tanpa ada ciri khas membuatnya tidak begitu diminati oleh para gamer sehingga setelah 14 hari rilis, game ini akhirnya tutup usia pada tanggal 6 September 2024. Karena kegagalan game inilah, lahir genre yang disebut “Concord-Like” yang merupakan sebutan untuk game live-service tidak menarik atau buruk dan langsung di cap sebagai penerus Concord.
7. The Culling 2 – 8 Hari

Selama ini, banyak gamer berpikir bahwa Concord dan The Day Before lah yang memegang rekor game dengan penutupan server tersebusar. Dan game dengan rekor penutupan tercepat sebenarnya adalah The Culling 2.
Sequel game dari The Culling pertama ini rilis pada tanggal 10 Juli 2018. Namun game ini mendapat kritikan berat dari para fans game pertama sehingga menyebabkan game tutup dengan begitu cepat.
Pengembang game ini mengakui bahwa The Culling 2 bukanlah game yang diminta dan diharapkan para pemain sebagai penerus game sebelumnya. Dan tim pengembang berusaha menarik game tersebut dan melakukan refund terhadap seluruh pemain yang telah membeli game tersebut.
Bagaimana tidak, game yang pada awalnya memiliki konsep unik yaitu menggabungkan mode survival dan juga Battle Royale di seri pertamanya, berubah menjadi Battle Royale generik yang sangat ingin mengikuti PUBG dari segala aspeknya. Meninggalkan ciri khas demi keuntungan singkat tentu membuat para fans merasa dikhianati oleh game ini.
Akibat keserahakan ini, Xaviant yang merupakan tim pengembang game ini mengumumkan bahwa mereka menutup server game tersebut setelah 8 hari game The Culling 2 rilis. Sungguh sebuah nasib yang menyedihkan bagi sebuah game Live-Service.
Nah, itulah 7 Game Live-Service Dengan Rekor Tutup Server Tercepat. Apakah kamu sempat memainkan game-game ini, Brott? Bagaimana pendapatmu, apakah game ini wajar untuk tutup begitu cepat, ataukah sangat disayangkan?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Game Terbaik atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com






![[Opini] PC Semakin Mahal, Apakah Beli Bekas Lebih Worth It? 15 Pc Semakin Mahal](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/06/pc-semakin-mahal-120x86.avif)








