Industri game memang punya jejak sejarah yang cukup panjang terutama kalau kita bicara soal game yang pernah alami kegagalan pas rilis. Dari dulu sampai sekarang, ada saja developer yang nekat merilis produk setengah matang hanya demi mengejar tenggat waktu atau ekspektasi investor yang makin tidak masuk akal.
Akibatnya sudah jelas, kolom ulasan langsung dipenuhi amukan para gamer. Rating terjun bebas, tuduhan penipuan bertebaran di internet. Sampai membuat developernya mendadak dihujat bersama di berbagai forum gaming.
Namun uniknya, beberapa developer justru menolak untuk menyerah dan memilih membuktikan kalau mereka bisa memperbaiki kesalahan tersebut sampai akhirnya dipuji kembali oleh para gamer. Rasa tanggung jawab untuk menambal bug, merombak mekanik yang rusak, serta menyuntikkan konten anyar secara gratis berhasil mengubah nasib game-game ini secara drastis. Penasaran game apa saja yang berhasil bangkit dari kubur dan bertransformasi jadi mahakarya?
Game yang Dihujat Pas Perilisan Namun Berakhir Sukses

Mari kita simak daftar game yang dulunya dihujat setengah mati tapi sekarang malah diagung-agungkan para gamer berikut ini brott.
1. No Man’s Sky

Siapa yang bisa lupa dengan bencana rilis No Man’s Sky di tahun 2016 lalu? Game buatan Hello Games ini sempat menjanjikan eksplorasi luar angkasa tanpa batas dengan jutaan planet unik, tapi pas rilis gamenya terasa sangat sepi, membosankan, dan fitur yang dijanjikan Sean Murray banyak yang ghaib. Patah hati massal tak terhindarkan, sampai-sampai kantor mereka sempat diganjar ancaman bom dan tuduhan iklan palsu.
Uniknya, Hello Games tidak memilih kabur membawa uang penjualan. Mereka melainkan tutup mulut dan fokus merilis puluhan update raksasa secara cuma-cuma selama bertahun-tahun. Sekarang No Man’s Sky sudah bertransformasi jadi game eksplorasi sci-fi yang sangat kaya fitur, lengkap dengan mode multiplayer, pembangunan base, hingga pertarungan armada kapal luar angkasa yang fantastis.
2. Cyberpunk 2077

Ekspektasi tinggi dari kreator The Witcher 3 seketika hancur berkeping-keping saat Cyberpunk 2077 meluncur di akhir tahun 2020. Game ini hadir dengan kondisi yang sangat tragis di konsol PS4 dan Xbox One, penuh bug kocak, polisi yang bisa melakukan teleportasi, hingga performa patah-patah yang bikin sakit kepala. Sony bahkan sampai menendang game ini dari PlayStation Store demi melindungi konsumen.
CD Projekt Red yang terpukul akhirnya pasang badan dengan merilis deretan patch perbaikan, melakukan overhaul pada sistem AI dan skill tree lewat Update 2.0, serta meluncurkan ekspansi Phantom Liberty yang luar biasa memukau. Berkat kerja keras tersebut, Night City yang dulunya tempat sampah penuh glitch kini resmi diakui sebagai salah satu game action RPG sci-fi terbaik yang pernah dibuat.
3. Final Fantasy XIV

Kisah kebangkitan Final Fantasy XIV mungkin jadi yang paling drama dan legendaris dalam sejarah industri game. Saat versi originalnya rilis di tahun 2010, game MMORPG dari Square Enix ini dinilai sangat hancur dari segi antarmuka, optimasi grafis yang bikin lag, hingga gameplay yang kaku bukan main.
Menyadari reputasi waralaba taruhannya, Naoki Yoshida ditunjuk untuk mengambil alih proyek dan mengambil keputusan gila: menghancurkan dunia game tersebut secara harafiah lewat peristiwa meteor jatuh. Mereka menutup server lama, merombak total engine serta gameplay, lalu merilis ulang gamenya dengan judul Final Fantasy XIV: A Realm Reborn pada tahun 2013. Langkah berani ini berbuah manis karena FFXIV kini tumbuh menjadi salah satu MMORPG paling sukses dan dicintai di seluruh dunia dengan jalan cerita yang sangat emosional.
4. Street Fighter V

Capcom sempat membuat keputusan yang bikin para penggemar game fighting geleng-geleng kepala saat merilis Street Fighter V pada tahun 2016. Bagaimana tidak, game ini dijual dengan harga penuh tapi kontennya sangat minim, tidak punya mode Arcade klasik, cerita yang sangat dangkal, serta sistem server online yang sering disconnection. Hujatan keras langsung dilayangkan oleh komunitas game fighting yang merasa dikhianati.
Sadar akan kesalahannya, Capcom perlahan menambal kekurangan tersebut lewat berbagai pembaruan bertahap, menambah deretan karakter ikonik, membenahi netcode, hingga merilis edisi Arcade Edition dan Champion Edition. Pada akhir masa baktinya sebelum digantikan Street Fighter 6, game ini berhasil menjelma menjadi judul kompetitif yang sangat solid dan digunakan di berbagai turnamen esports kelas dunia.
5. Fallout 76

Mencoba membawa formula RPG pasca-apokaliptik ke dalam ranah multiplayer online ternyata berujung petaka bagi Bethesda saat merilis Fallout 76 di tahun 2018. Game ini rilis tanpa keberadaan karakter NPC sama sekali, penuh bug visual yang mengerikan, masalah server yang parah, ditambah skandal tas kanvas murah dalam edisi kolektornya. Banyak yang memprediksi game ini akan mati dalam kurun waktu satu tahun.
Namun Bethesda tetap gigih memperbaikinya, terutama lewat pembaruan besar Wastelanders yang akhirnya memasukkan NPC, dialog bercabang, serta faksi-faksi baru ke dalam peta Appalachia. Sekarang Fallout 76 punya komunitas pemain yang sangat ramah, konten quest yang melimpah, dan menjadi salah satu game survive-crafting multiplayer yang paling asyik dimainkan bersama teman. Tapi hanya sebatas itu, bersama teman.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
















