Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > OPINI > Google Stadia Gagal Total, Inilah 5 Alasan Kenapa Platform Tersebut Sangat Dibenci

Google Stadia Gagal Total, Inilah 5 Alasan Kenapa Platform Tersebut Sangat Dibenci

by Ernard Anky
10 Desember 2019
in OPINI, G | LIST
Reading Time: 4 mins read
A A
0
google stadia hero
0
SHARES
155
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

“Masa depan industri game adalah cloud gaming”, mungkin ini dari kalimat tersebut tak jarang diungkapkan para developer handal industri game. Mulai dari sang kreator legendaris – Hideo Kojima hingga sang publihser sekaligus developer raksasa – Ubisoft mengamini hal tersebut. Arah yang terlihat revolusioner tersebut perlahan semakin dikembangkan, dan salah satu yang paling ambisius adalah Google.

Pengumuman Google terkait platform cloud gamingnya – Stadia memang sempat menggemparkan jagat industri game. Akhirnya sebuah teknologi yang selama ini telah diramal dan dinantikan akan segera terwujud. Namun sayangnya, ekspetasi hanyalah sekedar ekspetasi, hanya ada dua jawaban, terpenuhi dan tak terpenuhi, dan sayangnya Stadia memberikan jawaban kedua. Pada hari perilisannya yang telah dinantikan tersebut, Stadia gagal memenuhi segala ekspetasi yang diharapkan, ia bahkan tak cukup matang untuk memberikan experience gaming yang optimal.

1. Butuh Koneksi Internet Super Cepat & bandwidth yang Mencekik

Image result for stadia connection bandwidth

Ada banyak masalah yang menggerogoti cloud gaming yang satu ini, mulai dari karena ia berbasis cloud gaming, tentunya Stadia memerlukan koneksi yang cepat untuk dijalankan. Namun sayangnya, kecepatan koneksi internet yang dibutuhkan terbilang tidak main-main, untuk menjalankan game dengan resolusi 720p & 1080p, setidaknya kalian membutuhkan kecepatan 10Mbps & 20Mbps stabil

Bandwith yang dihasilkan pun untuk perjamnya dengan resolusi sedemikian rupa adalah 4.5GB & 9GB. Tentu jika dimainkan selama berjam-jam perharinya akan memakan bandwidth yang sangat besar. Tentunya bagi pengguna internet rumahan yang mengandalkan FUP, hal ini akan sangat menyiksa. Jika kurang merasa kurang, bahkan kalian bisa menggunakan opsi 4K untuk melihat kemampuan tertinggi Stadia.

2. Bohong Soal Kualitas 4K

https://twitter.com/Nitomatta/status/1196485009315520512

Namun sayangnya untuk opsi 4K tersebut, beberapa sumber ternama seperti 9to5Google, Verge,dan Eurogamer memberikan fakta bahwa ternyata Stadia berbohong tentang kualitas tersebut. Bagi user yang punya kecepatan internet super kencang memang bisa mengakses pilihan 4K tersebut, namun kualitas yang disajikan tak menyatakan kualitas tersebut. Kualitas 4K yang tersaji ternyata merupakan upscaled alias “ditarik” dan bukannya native. Dua buah game yang dites, Destiny 2 berjalan 1080p upscaled to 4K, sedangkan Red Dead Redemption 2 berjalan 1440p upscaled 4K.

Bahkan jika dibandingkan dengan versi console, kualitas yang dibilang “4K” milik Stadia tersebut justru terlihat lebih buruk. Secara teknis Stadia memang menjalankan game tersebut secara 4K, namun fakta bahwa resolusi dari game yang dijalankan tersebut ternyata merupakan upscaled telah menuai berbagai kritik tajam.

3. Latency yang Tak Responsif

Image result for stadia latency gif

Selain kebutuhan kecepatan yang cepat dan konsumsi data yang besar, masalah lainnya juga datang dari masalah latency. Meski punya koneksi internet yang stabil, banyak pengguna Stadia yang mengeluhkan masalah latency ini, dimana data control yang diinput sering kali terasa terlambat masuk. Misalnya saat menekan tombol input untuk memukul, maka karakter baru akan memperlihatkan gerakan memukul beberapa saat setelahnya, ada jeda 0,xx detik, bahkan hingga beberapa detik sekalipun.

4. Sistem Subskibsi dan Harga Game yang Mahal

Image result for stadia games price

Tak hanya masalah teknis, masalah lainnya juga datang dari apa yang ditawarkan oleh Stadia sendiri. Sebagai console “tak nyata”, Stadia menjual layanan yang berbentuk subskibsi, jadi user harus membayar sebesar 10 USD atau sebesar Rp140.000 perbulannya. Sementara untuk bermain menggunakan controller “eksklusifnya”, pelanggan harus menggelontorkan dana sebesar 69 USD percontrollernya. Setelah itu, untuk memainkan game yang telah rilis, user harus membeli game tersebut layaknya pada console lainnya dengan harga yang serupa. Tentunya hal tersebut terasa lebih menguras kantong dibandingkan bermain game di platform lainnya.

5. Masih Ada Bug yang Menggerogoti

aaWd0cvMdzZ5d2IUULSZtf3wTaC3b7uwum6Yz3HiiWk

Salah satu hal paling menjengkelkan bagi gamer tentu adalah bug, kutu yang mengganggu experience permainan tersebut jadi salah satu hal yang harus diwaspadai. Namun sayangnya, dalam Stadia, hal tersebut masih saja ada, yang paling ditemui adalah, dimana Stadia akan mendownload file update dari sebuah game, salah satunya adalah yang terjadi pada NBA 2K20.

jpg 1

Tentu ini jadi pertanyaan besar, bagaimana bisa sebuah platform cloud gaming diwajibkan mendownload update? Hal tersebut langsung dikonfirmasi oleh pihak Stadia, bahwa hal tersebut sebenarnya adalah bug yang seharusnya tidak diperlihatkan pada para player.


Dari banyaknya masalah yang ada tersebut, memang yang paling utama menggerogotinya adalah dari sisi “dunia” itu sendiri. Besarnya kecepatan kebutuhan internet dan besarnya bandwith yang termakan memang bakal jadi tantangan besar. Di Amerika yang notabene negara berkembang dengan kebutuhan internet yang cukup memadai, masalah tersebut masih menggerogoti Stadia.

Tentunya bagi negara dunia ketiga seperti Indonesia, teknologi cloud gaming seperti Stadia ini bisa dikatakan hampir sepenuhnya belum siap. Penyebaran koneksi stabil yang belum merata, layanan internet yang belum mempuni, hingga tingkat ekonomi yang belum stabil membuat Stadia “belum siap” untuk dinikmati semua gamer dari seluruh penjuru dunia. Basisnya sebagai cloud gaming memang membuatnya bisa diakses kapan saja dan dimana saja tanpa membutuhkan perngkat hardware yang mempuni, namun sekali lagi, yang paling menentukan adalah koneksi internet itu sendiri.

Bagaimana menurut kalian sendiri, apakah dengan kegagalan ini Stadia akan mampu kembali membuktikan tajinya di masa depan, dimana dunia sudah cukup matang untuk menanganinya?


Baca juga berita atau artikel menarik lainnya dari Author.

Contact: erenhartd@gamebrott.com

Tags: Cloud gamingFeatured PostgoogleGoogle StadiaStadia
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

Final Fantasy VII Remake Dipastikan Rilis di PC, tapi Minimal Setelah Setahun Eksklusif di PS4

Next Post

8 Karakter Nakal Video Game yang Menegakkan Sesuatu Namun Bukan Keadilan

Ernard Anky

Ernard Anky

Contact: erenhartd@gamebrott.com

Related Posts

Game Indie Shuhei Yoshida

Game Indie Bisa Menjadi Masa Depan Industri Video Game Menurut Shuhei Yoshida

by Muhammad Faisal
16 jam ago
0

Berdasarkan informasi yang didapatkaa, Shuhei Yoshida mengatakan game-game indie menjadi masa depan bagi industri video game. Kenapa?

Gang of Dragon Youtube

Channel Youtube Gang of Dragon Tiba-tiba Menghilang, Ada Apa?

by Muhammad Faisal
17 jam ago
0

Komunitas Gamer mendapatkan berita mengejutkan dimana channel Youtube Gang of Dragon tiba-tiba saja menghilang. Lho, ada apa ini?

Bug Pragmata PS5

Gamer Temukan Ada Bug Pragmata di PS5, Diana Malah Jadi Hitam

by Muhammad Faisal
2 hari ago
0

Komunitas Gamer menemukan adanya bug Pragmata di versi konsol PS5 dimana karakter Diana malah menjadi hitam kulitnya. Wait, what?

Penjualan Game Capcom 2026

Data Analis Ungkap Penjualan Game Capcom Laris Manis di Steam Sampai Saat Ini Tahun 2026

by Muhammad Faisal
3 hari ago
0

Menurut data dari Analis, penjualan game Capcom pada tahun 2026 di Steam disebut-sebut laris manis. Seberapa banyak estimasi penjualannya?

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

Update Baru Crimson Desert

Update Baru Crimson Desert Hadirkan Pilihan Tingkat Kesulitan

by Andy Julianto
3 jam ago
0

Revamp Aulus Mobile Legends

Penjelasan Revamp Aulus Mobile Legends yang Harus Kalian Ketahui

by Friliando
11 jam ago
0

Guide Champions Meeting Taurus Cup Umamusume Pretty Derby

Guide Champions Meeting Taurus Cup Umamusume Pretty Derby

by Javier Ferdano
13 jam ago
0

Counter Lapu-lapu Mobile Legends

7 Counter Lapu-Lapu Mobile Legends, Tundukkan Sang Pahlawan Vonetis Island!

by Nadia Haudina
15 jam ago
0

Build Rossi Arknights Endfield Terbaik

Build Rossi Arknights Endfield Terbaik

by Sofie Diana
15 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Bahasa Indonesia Bulan April 2026

by Muhammad Faisal
2 minggu ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
4 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
4 bulan ago
0

cover 39 low end games gamebrott

120 Game PC Ringan Terbaik di Dunia yang Takkan Buat Laptop dan PC Kentang Kalian Meleleh

by Muhammad Maulana
1 tahun ago
33

Spesifikasi Assassin's Creed Black Flag Resynced PC

Spesifikasi Assassin’s Creed Black Flag Resynced PC yang Harus Kalian Ketahui

by Javier Ferdano
16 jam ago
0

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited