Baru-baru ini beredar sebuah informasi di mana kapasitas pabrik SK Hynix diproyeksikan melambat hingga tahun 2028 menjadi kabar kurang menyenangkan di komunitas teknologi. Harapan konsumen untuk melihat penurunan harga RAM dalam waktu dekat tampaknya pupus dan harus tertunda lebih lama.
Kapasitas Pabrik SK Hynix Hanya Naik Seperenam di 2028

Lalui informasi yang kami dapatkan dari Wccftech, analisis pasar menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas produksi baru di wilayah Gwangju dan Jeolla (Korea Selatan), memerlukan waktu yang sangat panjang, bahkan bisa memakan waktu hingga lebih dari sepuluh tahun untuk rampung sepenuhnya.

Akibatnya, pada tahun 2028 mendatang, perluasan area produksi yang siap beroperasi secara efektif diperkirakan hanya akan terealisasi sebesar seperenam dari target awal yang dicanangkan bersama pemerintah Korea Selatan. Ditambah lagi dengan penutupan beberapa lini pabrik lama demi transisi teknologi, pertumbuhan bersih pasokan memori global otomatis akan sangat terbatas.

Kondisi pasokan yang seret ini tentu memicu kekhawatiran bahwa harga memori standar seperti DDR4 dan DDR5 di tingkat retail akan terus bertahan tinggi karena keterbatasan stok di pasar. Menariknya, lambatnya ekspansi ini juga menjadi amunisi baru bagi kasus gugatan hukum persekongkolan harga yang saat ini menjerat SK Hynix bersama Samsung dan Micron di pengadilan California.
Para penggugat menuduh raksasa chip ini sengaja membatasi produksi memori standar demi mendongkrak keuntungan lewat kedok fokus ke memori HBM. Dengan lambatnya pembangunan fisik pabrik ini, posisi pembelaan mereka di pengadilan pun dinilai akan semakin sulit, brott!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















