Membeli atau merakit sebuah PC gaming baru tentu memberikan kepuasan tersendiri bagi setiap gamer. Rasanya tidak sabar untuk segera mengunduh deretan game favorit dari library Steam, menyalakan visual grafis terbaik, dan merasakan lonjakan performa yang jauh lebih mulus ketimbang perangkat lama yang kita gunakan sebelumnya.
Namun ironisnya, tidak sedikit gamer awam yang merasa performa PC baru mereka justru biasa saja atau bahkan terasa masih sama lemotnya. Padahal komponen yang terpasang sudah menggunakan teknologi terkini yang di atas kertas mampu memberikan pengalaman bermain paling optimal tanpa ada hambatan sama sekali.
Kesalahan Sepele Gamer Awam di PC Gaming

Permasalahan seperti ini biasanya tidak bersumber dari kerusakan hardware atau komponen yang cacat dari pabrik, melainkan dari beberapa konfigurasi dan kesalahan sepele yang terlewatkan saat pertama kali menyalakan sistem. Agar racikan PC gaming baru milikmu tidak mubazir dan bisa mengeluarkan potensi penuhnya, yuk kita bahas apa saja kesalahan sepele yang sering dilakukan gamer pemula berikut ini brott.
1. Colok Kabel Monitor ke Port Motherboard, Bukan Kartu Grafis

Ini adalah kesalahan klasik paling jujur yang dampaknya sangat fatal namun paling sering dilakukan oleh gamer yang baru pertama kali merakit PC sendiri. Karena melihat ada port HDMI atau DisplayPort di bagian atas belakang motherboard, banyak pengguna awam yang asal colok tanpa menyadari kalau port tersebut tersambung ke grafis terintegrasi alias iGPU bawaan prosesor. Alhasil, kartu grafis mahal bernilai jutaan rupiah yang sudah terpasang rapi di dalam casing justru cuma menganggur tanpa bekerja sama sekali. Game yang kamu jalankan bakal terasa sangat berat dan patah-patah karena pengolahan visinya dipaksa berjalan lewat chip grafis prosesor. Solusi paling simpelnya adalah selalu pastikan kabel dari monitor tercolok langsung ke port yang ada di deretan kartu grafis bagian bawah brott.
2. Lupa Mengaktifkan Profile XMP atau EXPO di BIOS

Saat kamu membeli RAM berkecepatan tinggi seperti 3200MHz atau bahkan 6000MHz, secara standar motherboard tidak akan langsung menjalankan RAM tersebut di kecepatan maksimalnya. Tanpa adanya penyesuaian manual, RAM kamu akan berjalan pada kecepatan standar JEDEC yang jauh lebih lambat demi menjaga kompatibilitas dasar sistem saat pertama kali dinyalakan. Banyak gamer awam yang tidak tahu kalau mereka harus masuk ke menu BIOS terlebih dahulu untuk menyalakan fitur XMP untuk platform Intel atau EXPO untuk platform AMD. Jika fitur ini dibiarkan mati, jalur komunikasi data antara prosesor dan RAM bakal terasa lambat sehingga menyebabkan penurunan frame rate yang lumayan terasa di berbagai game modern.
3. Belum Mengubah Refresh Rate High-Hz di Windows

Membeli monitor gaming dengan dukungan 144Hz atau 240Hz memang bakal memberikan pergerakan visual yang sangat mulus di dalam game. Tapi perlu diingat kalau Windows biasanya akan menyetel output tampilan secara default pada angka 60Hz saat pertama kali dihubungkan ke monitor baru. Sensasi kaku dan kurang responsif yang kamu rasakan bisa jadi disebabkan karena kamu belum mengganti pengaturan tingkat penyegaran layar tersebut secara manual di sistem Windows. Kamu cukup klik kanan di desktop, masuk ke Display Settings, lalu pilih Advanced Display untuk mengubah refresh rate ke angka tertinggi yang didukung oleh monitor milikmu.
4. Memasang Game AAA di Harddisk Konvensional

Di era game modern saat ini, penggunaan SSD sudah bukan lagi sekadar opsi tambahan melainkan kebutuhan wajib untuk menunjang performa gaming. Banyak game keluaran baru yang mengandalkan kecepatan baca data tinggi untuk memuat struktur dunia game dan tekstur berresolusi tinggi secara real-time. Jika kamu masih memaksakan menyimpan game-game besar di Harddisk konvensional alias HDD karena mengejar kapasitas besar yang murah, jangan kaget kalau game sering mengalami masalah stuttering atau loading layar yang memakan waktu sangat lama. Selalu prioritaskan memasang sistem operasi dan game favorit di dalam SSD agar responsivitas komputer tetap terjaga.
6. Membiarkan Aplikasi Latar Belakang Berjalan Menumpuk

Kesalahan sepele lainnya adalah kebiasaan mengunduh berbagai aplikasi tambahan, software pemantau hardware, hingga kontrol lampu RGB yang berjalan otomatis saat PC baru dinyalakan. Tumpukan aplikasi latar belakang ini akan terus menguras kapasitas RAM dan penggunaan prosesor tanpa kamu sadari. Saat kamu membuka game berat, sistem akan kesulitan mengalokasikan alur kerja karena sebagian daya komputasi sudah terpakai oleh aplikasi pemutar musik, obrolan suara, hingga browser dengan puluhan tab yang dibiarkan terbuka. Rajin-rajinlah mengecek tab Startup di aplikasi Task Manager untuk mematikan program yang tidak terlalu krusial agar beban PC jadi jauh lebih ringan brott.
7. Mengabaikan Update Driver GPU dan Power Plan Windows

Kartu grafis baru yang belum dipasangi driver versi terbaru biasanya belum mendapatkan optimalisasi khusus untuk game-game yang baru rilis. Tanpa adanya pembaruan driver dari vendor seperti NVIDIA atau AMD, kartu grafis milikmu bisa mengalami glitch visual atau performa yang tidak stabil di dalam game tertentu. Selain driver, pengaturan opsi daya atau Power Plan di Windows juga sering terlewatkan. Membiarkan opsi daya berada di mode Power Saver akan membatasi pasokan daya ke prosesor dan kartu grafis sehingga performanya ditahan. Pastikan kamu mengubah opsi daya ke mode High Performance atau Balanced agar komponen PC bisa bekerja dengan clockspeed maksimal saat dipakai bermain game.
Nah itulah beberapa kesalahan sepele yang sering kali membuat PC gaming baru milikmu terasa masih lemot dan kurang maksimal. Apakah kamu pernah melakukan salah satu dari kesalahan di atas saat pertama kali merakit PC?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















