Ketahuan Ingin Menyogok Pers Game Indie, G2A Minta Maaf dan Salahkan Oknum Karyawannya


Dalam dunia pemasaran game Indie, G2A belakangan telah menjadi satu pihak yang paling disorot. Sebagai salah satu platform marketplace besar yang sering mengatur transaksi penjualan dan pembelian berbagai key game, banyak developer indie yang kabarnya sangat begitu membenci keberadaan mereka. Atas dasar banyak Key game yang sering dijual secara ilegal di sana, developer-developer kecil ini sampai berani memberikan statement bahwa mereka lebih merelakan gamenya agar dibajak daripada melihat para pemain membelinya dari G2A.

Permasalahan ini pun akhirnya masih tetap berlanjut setelah pihak G2A sendiri memberi semacam pembelaan di website resmi mereka. Di sana, G2A berucap bahwa mereka mau berkooperasi untuk menindak berbagai game key yang terjual secara haram, bahkan sampai memberi jaminan ganti rugi sebesar 10 kali lipat dari jumlah kerugian yang dialami oleh developer. Hal tersebut betul-betul ingin G2A jalankan apabila para developer ini benar-benar bisa memberikan bukti yang otentik tentang kerugian mereka.

Ditengah derasnya konflik yang kini nampak semakin memanas antara pihak G2A dengan sejumlah developer indie, sayangnya G2A baru saja melakukan suatu “blunder” terkait upayanya dalam memperbaiki nama baik mereka di hadapan publik. Gara-gara Dibocorkan langsung oleh salah satu jurnalis dari Indiegamesplus.com yang bernama Thomas Faust, ia baru saja memuat suatu postingan di Twitter tentang skrinsut email dari pihak perwakilan G2A bernama Adrian yang ingin melobi dirinya agar mau memberitakan klarifikasi G2A tentang masalah pendistribusian game key.


Yang sangat dianggap kontroversial bukanlah tentang masalah isi pembelaan yang sudah G2A ungkap, melainkan mengenai cara atau modus mereka dalam mengiming-imingi sebuah informasi press release kepada para jurnalis. Thomas nampak sangat begitu murka ketika G2A meminta ia untuk menerbitkan berita tentang artikel pembelaan G2A dan memuatnya sebagai berita yang tidak disponsor. Padahal, secara terang-terangan G2A langsung menawari Thomas imbalan sejumlah uang beserta dengan opsi-opsi promosional yang lain.

Bagi kalian yang belum tahu, memberitakan suatu berita bertajuk advertorial (promosi) tanpa menginfokan secara jujur asal muasal pemberitaan tersebut merupakan satu tindakan yang sangat amat melanggar ketentuan FTC (Federal Trade Comission) di US beserta dengan standar regulasi periklanan di Inggris. Pihak G2A sendiri yang nampak tertangkap basah melakukan indikasi “penyuapan” itu akhirnya resmi merespon postingan dari sang jurnalis Indiegameplus.


Uniknya, mereka sama sekali tidak menyangkal dan justru malah membenarkan isi postingan Thomas. Pihak G2A pun mengaku menyesal dan meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian tersebut. Mereka lalu berdalih bahwa karyawannya, Adrian sangat begitu ceroboh dalam melakukan hal yang sama sekali belum mendapat proses persetujuan dari mereka.

Menurut info dari G2A, Adrian kabarnya telah mengirim bentuk proposal yang serupa tidak hanya kepada pihak jurnalis seperti Thomas saja, melainkan juga kepada 9 pihak media yang lain. Mereka pun siap untuk memberi suatu sanksi yang betul-betul tegas kepada Adrian, mengingat perbuatan yang telah dilakukannya ini sangatlah begitu keterlaluan dan semakin mencoreng citra perusahaan G2A.


Sementara bagi Thomas sendiri, ia juga sempat menceritakan bahwa dirinya sering mendapatkan tawaran publikasi yang kurang lebih serupa seperti G2A. Hanya saja, Thomas menganggap bahwa kasus Adrian ini termasuk yang paling “lancang” dibandingkan dengan yang lain.


Baca pula informasi lain terkait G2A, beserta dengan kabar-kabar menarik seputar dunia video game dari saya, Ido Limando.