Label Made with AI di berbagai platform distribusi game digital kini mulai dipertanyakan fungsinya oleh para pelaku industri game global. Di tengah hangatnya perdebatan mengenai transparansi penggunaan kecerdasan buatan, laporan terbaru dari firma konsultan Vivrato justru mengejutkan, di mana sebanyak 94% studio game terbukti sudah menggunakan AI dalam setidaknya satu tahap proses produksi mereka. Benarkah?
Label Made with AI Dipertanyakan, Kok Bisa?

Lalui Wccftech, penerapan label Made with AI dinilai makin tidak relevan karena hampir semua pengembang disebut telah memanfaatkan teknologi tersebut. Riset yang melibatkan 101 pemimpin studio di Amerika Utara dan Eropa ini memperlihatkan bahwa penggunaan terbesar AI justru berada di ranah teknis, seperti penulisan kode atau programming (86%) serta peningkatan produktivitas umum (83%). Sementara penggunaan AI untuk pembuatan aset visual akhir yang kerap disorot pemain justru berada di persentase jauh lebih rendah.
Meski adopsinya sangat luas, mayoritas studio memberikan nilai rata-rata integrasi AI sebesar 3 dari 10. Hal ini menandakan bahwa penggunaan AI di industri game masih sebatas alat bantu, bukan gantikan alur kerja. Kondisi ini membuat penempelan stiker peringatan di etalase digital menjadi kurang tepat karena menyamakan studio yang memakai AI untuk jadwalkan proyek dengan mereka yang membuat aset gambar secara total.
Namun, hasil temuan riset ini tentu bisa saja berbeda dengan kenyataan di lapangan. Platform digital seperti Itch.io justru sempat mengalami lonjakan unggahan game berbasis generative AI secara masif hingga mencapai hitungan terabyte.
Fenomena AI slop tersebut terbukti tidak meningkatkan angka penjualan platform, hingga membuat pihak Itch.io terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menghapus konten-konten otomatis tersebut dari etalase mereka, brott!
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.















