Kehadiran League of Legends Mobile, Awal Kehancuran Mobile Legends MOBA?

in , , , ,

Tentu kalian para penggemar game mobile sudah tahu bukan, bahwa belakangan ini, Riot selaku pengembang salah satu game MOBA PC, League of Legends kini tengah mengembangkan versi portingan gamenya tersebut ke versi mobilenya. Sehingga tak mengherankan jika game sepopuler League of Legends yang akan memasuki ranah mobile menjadi salah satu game mobile yang paling ditunggu – tunggu oleh para pecinta game diseluruh dunia.

Sampai sekarang ini, diketahui bahwa Mobile Legends menjadi salah satu game MOBA mobile yang sangat sukses. Nah, dengan kesamaan dari segi gameplaynya, perilisan game League of Legends mobile tersebut, tentu saja akan berdampak pada game Mobile Legends. Sampai – sampai muncul sebuah pertanyaan kecil, Apakah perilisan game League of Legends Mobile justru akan menjadi awal kehancuran dari game Mobile Legends tersebut? Berikut adalah beberapa alasan yang dirangkum oleh penulis terkait dengan hal tersebut, simak artikel dibawah ini.


Spesifikasi yang kecil dengan grafis yang lumayan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa League of Legends riot memiliki grafis yang cukup tinggi di dalam gamenya. Namun hal yang mengejutkan adalah saat awal perilisan game tersebut, Riot sendiri mengumumkan bahwa spesifikasi yang harus dimiliki oleh para pemain versi Mobile nya ternyata cukup ringan. Sehingga pemain yang memiliki hp kentang pun bisa memainkannya.

Bayangkan saja, untuk memainkannya di android, pemain hanya membutuhkan satu hp smartphone yang memiliki ram 1GB, chipset Qualcomm Snapdragon 410 processor, disertai dengan 360 Adreno GPU. Dengan spesifikasi tersebut, handphone – handphone seharga 2 juta kebawah pun dapat memainkan game buatan riot tersebut.

Cukup berbeda dengan game Mobile legends yang semakin meningkatkan grafis yang dimilikinya. Sehingga tak langsung meningkatkan spesifikasi serta performa yang dibutuhkan oleh game tersebut. Apalagi, di update kedepannya Mobile legends 2.0 juga akan hadir dengan engine serta performa dan grafis yang diperbaharui. Apakah pemain yang memiliki hp kentang dapat memainkan game tersebut? Hmm….

Pemain yang bosan dan ingin mencari sesuatu yang “Mirip”

Mobile legends dirilis sejak 11 July 2016, dimana sampai sekarang ini, game MOBA mobile tersebut telah beredar dan dimainkan oleh jutaan orang selama 3 tahun-an lebih. Tentu saja kebanyakan orang yang memainkan game tersebut akan merasa “bosan”  saat bermain game yang sama selama itu, dan ingin mencari sesuatu yang “mirip”. Hal yang sama, juga berlaku untuk game – game seperti Harvest Moon, dimana orang tidak ingin memainkan game Harvest Moon itu sendiri, namun ingin mencari sebuah game yang baru dengan pengalaman serta gameplay yang mirip dengan game simulasi tersebut.

Dan sepertinya riot sendiri menyadari hal tersebut, menggunakan “moment” yang pintar, dan tidak mengikuti trend yang ada pada beberapa tahun sebelumnya untuk membuat game – game MOBA baru. Namun menunggu hype dari game MOBA yang ada untuk mendapatkan penurunan popularitas, dan kemudian baru membuat game MOBA tersebut untuk menarik perhatian gamer – gamer yang ada. Sehingga di saat perilisannya, hype dari game MOBA tersebut akan muncul kembali. Apalagi nama dari League of Legends yang dibawah oleh pengembangnya menambah popularitas dari game tersebut secara keseluruhan.

League of Legends yang terkesan lebih “murah”

Sudah menjadi rahasia umum bahwa satu skin di Mobile legends terutama epic dan legends skin akan menghabiskan lebih dari jutaan uang pemain. Parahnya lagi, skin – skin tersebut (menurut penulis) memiliki efek serta animasi yang ketinggalan jaman dibandingkan dengan skin terbarunya. Ambil saja contoh skin Epic limited Lancelot Mobile legends yang bernama “Royale Matador” seharga 1 jutaan (1500 diamond, codashop Rp. 475.000,-) lebih dengan skin Epic Lancelot yang bisa dibeli di shop “Floral Knight” seharga Rp. 218.000- an (899 diamond codashop Rp. 218.000,-). Kedua nya merupakan skin epic, namun memiliki animasi yang berbeda, dan menurut penulis sendiri animasi dari skin Floral Knight seharga Rp.218.000,- lebih bagus daripada skin “Royale Matador” yang memiliki harga yang lebih mahal.

Sedangkan League of Legends sendiri untuk skin tiernya sendiri yang paling mahal yaitu Ultimate skins yang setara dengan skin legends mobile legends cuman seharga 3250 RP, yang jika diuangkan seperti yang bisa dilihat dalam gambar diatas seharga $25 USD, yang jika di rupiahkan hanya berharga Rp. 351.000,-. Jika dibandingkan dengan skin legends mobile legends, “Angelic agents” Lesley terbaru, Pemain dapat menghabiskan sekitar 2 juta rupiah untuk sebuah skin tersebut. Nah, tentu saja, League of Legends Wild Rift terkesan “lebih murah”.

Kerennya lagi semua hero League of Legends Mobile dapat diakses dengan gratis, dibandingkan dengan hero Mobile Legends yang harus dibeli terlebih dahulu sebelum dapat di pick oleh para pemainnya.


Nah, membaca beberapa hal diatas, bagaimana menurut kalian terkait dengan perilisan League of Legends Mobile tersebut. Apakah League of Legends Mobile akan menyaingi atau justru mengalahkan popularitas Mobile Legends? Apakah kalian akan memainkan game League of Legends Mobile tersebut? dan untuk kalian para pemain Mobile Legends, apakah kalian akan meninggalkan Mobile Legends untuk League of Legends Mobile?

Baca lagi artikel menarik lainnya mengenai League of Legends Mobile, Mobile Legends, dan artikel lain dari penulis kita Jay!

Avatar

Written by Jay