Penggunaan mainan pintar berbasis AI kini semakin populer di kalangan keluarga sebagai sarana edukasi interaktif bagi anak-anak. Berkat adopsi teknologi Large Language Model (LLM), mainan ini dapat mengobrol dan merespons tindakan anak secara dinamis. Namun, di balik kecanggihannya, pakar keamanan siber baru-baru ini membunyikan alarm terkait adanya ancaman serius terhadap privasi dan keamanan data sang buah hati.
Aplikasi Mainan Pintar Berbasis AI Dilaporkan Rawan Bocorkan Data Pribadi

Melansir informasi terbaru dari Cybernews yang menganalisis 10 aplikasi Android untuk mainan robotik anak (seperti Loona, Sphero, Miko, dan LEGO Education), ditemukan bahwa seluruh aplikasi tersebut meminta izin akses yang dikategorikan “berbahaya” oleh Android.

Izin tersebut mencakup pelacakan lokasi presisi, pemindaian Bluetooth, serta akses krusial terhadap mikrofon dan kamera perangkat. Hal yang paling mengkhawatirkan adalah ditemukannya pelacak pihak ketiga pada 7 dari 10 aplikasi yang diperiksa. Peneliti mendeteksi adanya pelacak iklan, pelacak profil perilaku, bahkan pelacak lokasi spesifik pada aplikasi tertentu.

Keberadaan pelacak ini berpotensi mengeksploitasi kebiasaan anak untuk membangun profil perilaku digital mereka secara ilegal, yang jelas menyalahi aturan perlindungan privasi anak online (COPPA).
Anak-anak tentu belum memahami risiko dari data yang mereka bagikan saat berinteraksi dengan mainan pintar berbasis AI ini. Oleh karena itu, para peneliti ingatkan pentingnya prinsip minimasi data dari pihak developer, sekaligus menuntut peran aktif orang tua di untuk lebih selektif dan ketat dalam mengontrol izin aplikasi gadget yang dimainkan oleh anak demi menghindari kebocoran data keluarga.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















