Industri hardware PC kini tengah kocar-kacir dengan kelangkaan memori yang menyebabkan kenaikan harga secara signifikan. Banyak yang memprediksikan kalau kondisi ini tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Termasuk salah satunya adalah penyedia DRAM asal Amerika Serikat.
CEO Micron Prediksi Krisis DRAM akan Sampai 2028

Tak dapat disangkal kalau produsen DRAM seperti Samsung, Sk hynix, dan Micron mendulang keuntungan besar lewat penjualan memori dalam setahun terakhir. Menariknya, kenaikan harga yang terjadi ini mungkin masih akan berlangsung cukup lama.
Dalam laporan finansial kuartal ketiga 2026, CEO Micron Sanjay Mehrotra mengomentari soal situasi DRAM belakangan ini. Menurutnya, konsumen mereka menyadari kalau kelangkaan stok memori dan storage akan membutuhkan waktu yang lama untuk membaik.

Beliau melanjutkan, meski industri sudah perlahan membaik di tahun 2028, mereka masih belum melihat adanya tanda-tanda suplai akan bisa mengejar permintaan di pasar. Micron sendiri kini tengah menyiapkan sebuah pabrik baru di New York yang diekspektasikan bakal mulai beroperasi pada 2029 mendatang.
Micron juga berencana untuk membeli sebuah pabrik milik PSMC sebesar 1,8 miliar USD demi menaikkan output produksi di 2027 mendatang. Tentu dengan kenaikan yang masih akan berlangsung setidaknya sampai 2 tahun mendatang, bisa dipastikan apa pun produk yang rilis selama itu akan mengalami kenaikan harga tidak wajar. Gimana menurut kamu?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















