Video game menjadi media hiburan yang sangat populer bagi banyak kalangan orang di dunia. Apalagi dengan perkembangan teknologi yang terus semakin pesat dari dulu hingga sekarang membuat developer memiliki berbagai macam ide dalam memberikan fitur menarik di game mereka. Salah satu fitur yang populer adalah Quick Time Event.
Apa Itu Quick Time Event?

Quick Time Event (QTE) adalah sebuah fitur mekanik dalam video game dimana Player harus menekan tombol input tertentu berdasarkan instruksi yang muncul pada layar.
Tombol yang perlu ditekan oleh Player ada berbagai macam instruksi dalam video game, mulai dari menekan satu tombol, menekannya berulang kali, menekan beberapa tombol sesuai urutan, menggerakkan analog ke arah tertentu, menekan tombol pada waktu yang tepat, dan masih banyak lagi.
Ketika Player gagal menekan tombol yang diinstruksikan, maka bakal ada konsekuensi pada karakter, seperti terkena serangan, kehilangan nyawa, mengulang adegan, dan juga game over.
Pada saat QTE berlangsung, karakter tidak akan dikendalikan oleh Player secara penuh karena mereka hanya perlu menekan tombol yang diinstruksikan. Selain itu karakter akan melakukan berbagai macam gerakan action berdasarkan skrip yang sudah diatur oleh developer. Hal inilah yang membedakan antara QTE dengan kontrol karakter oleh Player.
Fitur QTE Pertama Kali Digunakan dalam Video Game

Dalam sejarah industri video game, nama QTE sendiri masih belum dicetuskan ataupun populer pada era sebelum tahun 2000. Namun keberadaannya sendiri sebenarnya sudah ada sejak lama.
Berdasarkan informasi yang didapatkan, fitur Quick Time Event sudah ada sejak tahun 1970-an pada video game berjudul Wild Gunman milik Nintendo.
Game yang rilis pertama kali pada 1974 tersebut menghadirkan permainan dimana Player sebagai seorang koboi berduel 1vs1 melawan koboi lain dengan menekan tombol untuk menembak quick draw sesuai instruksi. Jadi game Wild Gunman menjadi salah satu awal konsep paling tua dari awal sejarah Quick Time Event menghadirkan fitur dimana Player harus bereaksi dengan cepat menekan tombol.
Awal Sejarah Perkembangan Fitur Quick Time Event

Lalu pada tahun 1983, game berjudul Dragon’s Lair yang dirilis oleh Cinematronics menghadirkan konsep fitur Quick Time Event seperti yang kita kenal sekarang.
Game tersebut menghadirkan sebuah petualangan ksatria melewati berbagai macam rintangan dan musuh. Player bertugas menekan tombol sesuai instruksi yang muncul pada layar dan jika mereka gagal menekan tombol sesuai timing, maka karakter mati, game akan gagal dan kembali ke titik tertentu.
Di komunitas Gamer sendiri, orang-orang menyebut game Dragon’s Lair sebagai cikal bakal konsep dari fitur Quick Time Event.
Suksesnya game Dragon’s Lair memunculkan reaksi berantai dimana banyak perusahaan ikut menghadirkan sebuah permainan dengan konsep yang sama, terlebih pada era LaserDisc saat itu. Beberapa contoh game-nya mulai dari Cliff Hanger (1983), Space Ace (1983), Super Don Quix-ote (1984), Ninja Hayate (1984), Road Blaster (1985), Time Gal (1985), dan masih banyak lagi.
Lalu pada tahun 1990-an dianggap sebagai era dimana penting terhadap fitur Quick Time Event. Itu karena video game mulai menggabungkan antara gameplay biasa dengan adegan cinematic dimana Player perlu menekan tombol dengan cepat sesuai instruksi yang muncul pada layar.
Salah satu contoh game dengan konsep seperti itu yang sering disebut dalam sejarah QTE adalah Die Hard Arcade (1996) dari perusahaan Sega. Contoh lainnya adalah game Sword of the Berserk: Guts’ Rage. Dan akhirnya game Shenmue menjadi awal istilah fitur Quick Time Event dicetus dan populer dalam industri video game.
Era Fitur Quick Time Event di Game Shenmue dan Diteruskan sampai Sekarang

Game Shenmue buatan Director Yu Suzuki bersama dengan tim developernya rilis pertama kali pada 29 Desember 1999 untuk Sega Dreamcast. Video game ini menjadi titik penting dalam sejarah fitur QTE dalam industri video game.
Pada awalnya Yu Suzuki memperkenalkan game Shenmue menghadirkan fitur bernama Quick Timer Events (sebelum menjadi Quick Time Event) dimana Player harus menekan tombol yang muncul pada layar dengan batas waktu yang singkat.
Fitur tersebut muncul dalam berbagai macam aktivitas dan aksi dalam game, mulai dari mengejar seseorang, melompati rintangan, menghindari serangan, bertarung, mengejar kendaraan, dan masih banyak lagi.
Yang unik dari Shenmue dibandingkan game pendahulunya dalam menggunakan konsep QTE adalah kegagalan tidak selalu berakhir gagal. Game tersebut justru menghadirkan sesuatu yang berbeda, seperti adanya adegan yang berbeda.
Dari konsep tersebut membuat fitur Quick Time Event menjadi lebih dikenal banyak orang dalam industri video game membuat perusahaan lain menjadi tertarik menghadirkan game mereka dengan fitur seperti itu.
Sejak game Shenmue mempopulerkan istilah Quick Time Event, ada banyak sekali game menghadirkan fitur seperti itu, terlebih pada era konsol PS2, Xbox, dan GameCube karena developer sudah mampu menghadirkan adegan yang lebih cinematic seperti adegan yang ada di film.

Salah satu contoh game yang paling populer dalam menghadirkan fitur Quick Time Event adalah Resident Evil 4 buatan Shinji Mikami dan tim developer milik Capcom. Game tersebut menghadirkan banyak momen-momen fitur QTE yang penuh dengan adegan cinematic, baik itu menghindari serangan musuh, lari dari batu besar, dan lainnya.
Game lainnya yang mempopulerkan fitur QTE pada era yang sama adalah God of War. Game ini menghadirkan fitur QTE yang lebih action dalam melakukan beberapa aksi brutal menghadapi musuh, baik itu musuh berukuran kecil maupun raksasa sekalipun.
Kepopuleran penggunaan fitur Quick Time Event pun masih terus dilanjutkan oleh developer pada game mereka. Di saat memasuki era PS3 dan Xbox 360, QTE tidak hanya sebagai fitur pelengkap saja dalam video game, melainkan sebagai fitur gameplay utamanya.

Contoh game populer yang menggunakan fitur QTE sebagai gameplay utama pada era tersebut adalah Heavy Rain buatan developer Quantic Dream. Tim developer mencoba memberikan peran penting terhadap fitur QTE dimana konsekuensi dari kegagalan Player dalam menekan tombol pada layar bisa mempengaruhi jalan cerita, karakter, atau bahkan ending permainan.
Tidak sampai disitu saja, tombol QTE kemudian dijadikan sebagai fitur untuk Player dalam memilih atau mengambil keputusan dengan cepat pada saat jalan cerita berlangsung. Seperti apa yang dilakukan oleh Telltale Games dalam game populer buatan mereka berjudul The Walking Dead.
Setelah itu, industri video game sudah banyak yang mengenal dan menerapkan fitur QTE pada game-game mereka hingga sekarang. Contohnya game seperti itu ada banyak, salah satu yang populer adalah Until Dawn.
Fitur QTE Tidak Sepenuhnya Mendapat Respon Positif

Meski fitur QTE disambut baik dalam industri video game dan juga Gamer, bukan berarti fitur tersebut tidak memiliki kekurangan dan bahkan ada memberikan respon negatif.
Banyak orang memiliki pendapat dan juga kritikan negatif terhadap keberadaan fitur QTE dalam video game. Kebanyakan dari mereka mengkritik terhadap bagaimana QTE terkadang menciptakan sebuah ilusi interactive dan Player sebenarnya hanya menekan tombol untuk menonton cutscene.
Dengan kata lain, developer membuat sebuah scene dengan aksi keren pada karakter, namun Player tidak mengendalikan sepenuhnya karakter pada adegan tersebut karena mereka hanya menekan tombol yang muncul pada layar. Kritik seperti itu diketahui sudah ada sejak tahun 2000-an.
Selain itu, keberadaan fitur QTE dalam sebuah cutscene membuat Player tidak bisa lengah karena mereka harus bersiap-siap menekan tombol pada layar yang bisa muncul kapan saja. Jika Player gagal menekan tombolnya karena kurang sigap atau terlena dengan cutscene, maka mereka harus melihat adegan yang sama sampai mereka berhasil.
Konsekuensi Gagal Menekan Tombol yang Terlalu Brutal

Pada awal era konsep Quick Time Event, banyak video game menunjukkan scene ketika Player gagal menekan tombol. Hal ini menjadi ciri khas yang selalu dihadirkan pada video game.
Namun pada era dimana teknologi sudah semakin modern, terlebih dari segi grafis, developer mencoba membuat scene kegagalan yang brutal sebagai bentuk konsekuensi bagi Player ketika mereka gagal menekan tombol. Meskipun gambar ada yang tidak diperlihatkan secara langsung, namun Player bisa langsung terbayang nasib dari karakter ketika mereka gagal menekan tombol QTE.
Developer Mulai Mengurangi Porsi Interaktif maupun Scene Kegagalan dalam QTE

Pada era konsol 2013 sampai sekarang, developer masih banyak menghadirkan fitur QTE pada game-game mereka. Namun dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka terlihat sudah mulai mengurangi beberapa porsi interaktif maupun scene ketika Player gagal menekan tombol Quick Time Event.
Beberapa contoh kasus adalah ketika Player gagal menekan tombol QTE dengan cepat, game tetap akan berlanjut seperti biasa dengan sedikit atau bahkan tanpa adanya konsekuensi yang mereka dapatkan. Selain itu kalaupun game gagal menekan tombol QTE, tidak akan adanya semacam scene khusus ataupun brutal seperti dulu.
Ada juga momen dalam video game ketika fitur QTE tidak memiliki batas waktu yang diberikan Player. Hal ini membuat permainan jadi terasa canggung karena game harus menunggu Player menekan tombol yang diinstruksikan pada layar.

Apalagi pada game-game baru sekarang ada yang menghadirkan fitur opsi dimana Player sama sekali tidak butuh menekan tombol QTE. Apakah kalian berhasil atau tidak menekan tombol yang muncul pada layar dengan cepat, game tetap akan berjalan seperti biasa tanpa ada konsekuensi yang didapatkan.
Hal seperti ini ramai menjadi perbincangan di komunitas Gamer karena mereka mempertanyakan apa tujuan developer menghadirkan fitur QTE tapi tidak ada konsekuensi jika gagal menekan tombolnya. Padahal dari awal sejarah konsep QTE pada video game sendiri, fitur tersebut sudah menjadi semacam ciri khas adanya konsekuensi yang didapatkan Player dalam bentuk apapun.
Meski begitu, developer terus berupaya yang terbaik dalam menghadirkan fitur QTE dalam video game mereka agar tetap menarik bagi Gamer. Apalagi dengan perkembangan teknologi saat ini, mengurangi konsep ataupun porsi apa yang sudah menjadi ciri khas dari Quick Time Event bukan menjadi alasan bagi mereka tidak menghadirkan fitur tersebut di game-nya.
Itulah pembahasan mengenai fitur Quick Time Event dalam video game dari awal sejarah sampai perkembangannya sampai sekarang. Bagaimana menurut kalian dengan fitur QTE dalam video game?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait QTE atau artikel lainnya dari Muhammad Faisal. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















