Spesifikasi HP yang harus dihindari – Dewasa ini membeli HP sesuai kebutuhan memang perlu banyak pertimbangan. Brand yang menjamur dan menyediakan berbagai model di tiap rentang harga berarti calon konsumen bisa mencocokkan preferensi mereka.
Memilih HP terbaik tentu tidak bisa dinilai 100% secara obyektif. Meski di atas kertas spesifikasi yang ditawarkan menggiurkan, tetapi beberapa faktor lain seperti ukuran layar, kapasitas baterai, hingga fitur penunjang lainnya seperti hadirnya IR blaster atau NFC bisa jadi faktor pemutus negosiasi.
Tapi, dari semua pertimbangan tersebut, sebenarnya ada beberapa faktor yang tidak boleh kita negosiasi ketika membeli HP di tahun 2026. Apalagi semakin tinggi rentang harga suatu HP, maka semakin ketat spesifikasi minimal yang boleh diizinkan ada.
Pada artikel kali ini, kita akan membahas spesifikasi HP yang sebaiknya kamu hindari di tahun 2026. Tanpa basa-basi lagi, mari kita bahas satu persatu brott.
Daftar isi
Spesifikasi HP yang Harus Dihindari di Tahun 2026

Pertama-tama kita bahas mulai dari:
1. Masih Memakai eMMC di Rentang 1 Jutaan

Jika kondisinya masih beberapa tahun lalu, memakai eMMC di HP kelas entry mungkin masih bisa dimaafkan. Tapi, ketika teknologi UFS sudah semakin luas penggunaannya, maka HP yang masih pakai eMMC sebagai penyimpanan utama tentu terasa sangat ketinggalan zaman.
Selain kuno, eMMC juga sangat lemot sehingga membuat pengalaman menggunakan HP jadi tidak nyaman. Padahal, harga 1 jutaan sendiri sudah bisa memakai chip yang ngebut seperti Helio G99 lengkap dengan dukungan UFS. Jadi, hindari jenis HP yang masih pakai penyimpanan seperti ini.
2. Tidak Pakai Wi-Fi 5 di Rentang 2 Juta Ke Atas

Di harga 2 jutaan, kamu sudah bisa berharap kalau konektivitas menjadi lebih ngebut. Di harga yang serba nyaman bagi sebagian besar orang, rasanya persaingan di rentang harganya sangat ketat. Jadi, brand akan menyertakan sebanyak mungkin fitur untuk menarik konsumen.
Wi-Fi 5 sendiri merupakan salah satu standar yang sudah cukup umum dan rasanya banyak modem ISP yang sudah datang dengan fitur ini. Jadi, rasanya sedikit aneh kalau masih membeli HP yang tidak mendukung teknologi yang semakin lumrah. Hindari HP yang masih pakai Wi-Fi 4 saja di tahun 2026.
3. Layar Masih HD di Harga 2 Juta

Di rentang harga 1 jutaan, populasi layar HD masih bisa dikatakan cukup wajar. Tapi, kalau sudah masuk di rentang 2 jutaan, maka seharusnya brand tidak lagi memakai jenis layar ini. Namun, selalu ada saja anomali brand yang mencoba peruntungan dengan mengelabui awam.
Mulai dari tidak menampilkan resolusi layar di material promosi, hingga berbagai cara cerdik lainnya. Jadi, sebaiknya baca terlebih dahulu detil spesifikasi HP tersebut biar tidak terkena genjutsu sales brand.
4. Memakai Chipset Entry di Harga Midrange

Salah satu lagi alasan harus selalu membaca daftar spesifikasi adalah banyak brand yang masih memakai chipset kelas entry di range harga midrange. Memang, target pasarnya bukan mereka yang gemar baca spek, tapi kalau kamu termasuk orang yang tidak nyaman dengan HP menjadi lemot di tahun ke-2 atau 3, maka sebaiknya pilih spesifikasi yang wajar untuk harganya.
Jadi, rasanya tidak masuk akal ketika HP dengan harga 4 sampai 5 juta masih menggunakan Snapdragon 685 yang notabene masuknya ke kelas entry. Di harga segitu, kamu sudah bisa dapat Snapdragon 7 series atau Dimensity 8000 series yang jauh lebih mumpuni.
5. Layar Masih IPS di Rentang 3 Jutaan

Populernya layar AMOLED belakangan ini membuat banyak sekali brand mulai meninggalkan jenis panel IPS. Terutama kalau HP tersebut berada di rentang harga 3 juta ke atas. Tapi, kalau masih ada brand yang nekat pasang layar IPS di harga segitu, sebaiknya putar haluan dan cari alternatif lain.
Bukan berarti layar IPS jelek atau bagaimana, tapi dengan panel itu berarti kamu sudah kehilangan berbagai fitur kekinian seperti fingerprint dalam layar, dan juga layar yang jauh lebih efisien di segi konsumsi daya (dalam kasus penggunaan tertentu). Jadi, OLED masih jadi pilihan utama di rentang 3 juta ke atas.
6. Ultra Flagship Namun Minus Wireless Charging

Kalau ada satu fitur yang memisahkan antara flagship dengan mid-to-high adalah kehadiran wireless charging. Tidak sedikit brand yang memangkas bagian ini demi bisa menjual di harga lebih rendah, meski spesifikasi lainnya tidak kalah rendah.
Jadi, ketika ada brand yang langsung skip wireless charging sama sekali, berarti kamu sudah harus melirik yang lain. Tidak masalah apakah terpakai atau tidak, tapi dengan harga yang semahal flagship, maka adanya fitur tersebut sudah menjadi sebuah keharusan. Kalau tidak mau ngasih, brand sebelah masih mau kok.
7. Baterai Di Bawah 5000mAh

Di era baterai Silicon-Carbon yang lebih besar, rasanya kita sudah tidak bisa bertoleransi pada baterai sub-5000 mAh. Selain cepat habis, banyak yang beralih memakai baterai kapasitas 6000 atau bahkan 7000 mAh. Jadi untuk apa masih mempertahankan baterai dengan ukuran kecil?
Alasan ini juga yang membuat beberapa smartphone flip dari brand tertentu tidak bisa direkomendasikan untuk semua orang. Baterai yang masih di bawah 5000 mAh berarti penggunaan intens dalam sehari bisa menguras daya dengan cepat. Jadi, kalau bisa carilah baterai yang setidaknya 5000mAh, dan lebih baik kalau sudah pakai standar baterai terkini dengan kapasitas lebih badak.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















