Langkah Apple dalam merilis MacBook Neo yang lebih terjangkau mendapatkan respons sangat positif dari pasar. Bahkan, MacBook tersebut sempat ludes dan memicu Apple harus menyetok ulang chip A18 Pro yang jadi dapur pacu laptop terjangkau itu. Tapi, sepertinya kondisi kelangkaan yang kian buruk membuat sang raksasa Cupertino pun harus menyerah.
Stok MacBook Neo Akan Menurun 40% Dikarenakan Produksi Chip iPhone Terhambat

Berdasarkan laporan Henry Chang dari DigiTimes, disebutkan kalau pengiriman MacBook terjangkau ini akan berada pada angka 6-7 juta unit di tahun ini. Angka ini menurun sekitar 40% dari prediksi sebelumnya yaitu 10 juta unit.
Ada pun penyebab utamanya adalah keterbatasan produksi chip A18 Pro yang juga turut digunakan pada iPhone 16 Pro. Skala produksi chip tersebut yang dilakukan oleh TSMC sepertinya tidak cukup untuk permintaan 10 juta unit dari Apple.

Dengan begitu, ada kemungkinan kalau seri kedua MacBook murah ini juga akan mengalami kejadian serupa jika diproyeksikan memakai chip A19 Pro yang digunakan pada iPhone 17 Pro series. Yang jelas, Apple tidak bisa dengan mudah mendapatkan slot untuk chip 3nm dengan harga normal.
Ini belum termasuk harga DRAM yang juga kian naik. Belakangan ini Apple terpaksa menaikkan harga Neo sebesar $100 untuk kedua varian. Apple bisa saja langsung merilis varian baru nanti dengan chip A20 Pro yang juga dipakai di iPhone 18 nanti. Hanya saja, dengan harga wafer 2 nm TSMC yang tidak murah, Apple tidak bisa lagi menjual MacBook tersebut dengan harga yang terjangkau seperti generasi pertamanya. Gimana menurut kamu?
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

















