Siapa sangka, Meta pangkas ribuan karyawannya dan menjadi kabar mengejutkan di tengah performa perusahaan yang diketahui sedang meroket. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg yang ingin merampingkan perusahaannya tersebut. Kira-kira, apa alasannya?
Alasan di Balik Meta Pangkas Ribuan Karyawannya

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari tom’sHardware, pemangkasan 10% dari tenaga kerja Meta, atau sekitar 8.000an karyawan telah dijadwalkan bakal dieksekusi pada 20 Mei mendatang. Meski pendapatan Meta pada kuartal pertama 2026 melonjak 33%, tetapi perusahaan tampaknya memiliki prioritas baru yang jauh lebih mahal daripada sumber daya manusia, yaitu AI.

Lebih lanjut, Mark Zuckerberg jelaskan bahwa keputusan Meta pangkas ribuan karyawannya merupakan konsekuensi langsung dari membengkaknya anggaran infrastruktur AI perusahaan. Sang CEO menyebutkan bahwa Meta memiliki dua beban, yaitu infrastruktur komputasi dan sumber daya manusia. Dengan meningkatnya aliran modal ke perangkat keras AI, dana yang tersedia untuk menggaji karyawan pun menjadi berkurang.

Meta bahkan menaikkan perkiraan belanja modal tahun 2026 menjadi kisaran $125 miliar hingga $145 miliar. Fenomena ini memicu perdebatan mengenai strategi perusahaan teknologi besar yang lebih memilih berinvestasi pada mesin daripada manusia, dan tidak menutup kemungkinan pemangkasan di waktu mendatang.
Meskipun Meta pangkas ribuan karyawannya demi efisiensi teknologi, langkah ini tetap menuai kritik, terutama karena adanya inisiatif pemantauan produktivitas yang semakin ketat. Bagaimanapun, Meta kini sedang bertaruh besar pada AI untuk mempertahankan posisinya di masa depan. Akankah, Meta mampu bertahan?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
















