Kabar tak terduga di mana Framework ramal harga RAM dan SSD masih akan terus mengalami tekanan dan gejolak harga yang cukup signifikan di sepanjang tahun ini. Dalam pembaruan bulanan terbarunya, produsen laptop modular tersebut memperingatkan bahwa krisis memori global belum benar-benar berakhir. Benarkah demikian?
Framework Ramal Harga RAM dan SSD, Belum Ada Tanda Penurunan?

Lalui informasi yang kami dapatkan dari tom’sHardware, Framework ramal harga RAM dan SSD ini didasari oleh habisnya stok inventaris lama yang dibeli dengan harga murah. Saat ini, perusahaan diketahui mulai beralih menggunakan stok baru dengan harga pasar yang jauh lebih tinggi.

Dampaknya sangat terasa pada komponen penyimpanan berkapasitas besar, seperti SSD 4TB, serta modul memori DDR5 dan LPDDR5X. Bahkan, perangkat kelas berat mereka yang ditenagai chip AMD Strix Halo pun terpaksa mengalami penyesuaian harga, terutama untuk konfigurasi memori 128GB, demi menutupi biaya produksi yang terus meroket.

Kenaikan ini ternyata tidak hanya menyerang laptop, tetapi juga merembet ke ekosistem modular lainnya. Komponen kecil seperti Storage Expansion Cards yang mengandalkan teknologi NAND flash juga ikut terdampak dan diprediksi akan mengalami lonjakan harga yang substansial di akhir tahun.
Hingga saat ini, Framework ramal harga RAM dan SSD belum akan kembali ke level harga “normal” dalam waktu dekat. Bagi kamu yang memang sudah berencana melakukan upgrade memori atau menambah kapasitas penyimpanan, sekarang mungkin adalah saat yang tepat sebelum stok lama benar-benar habis. Tapi, siapkah dompetmu?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















