AI (Artificial Intelligence) dari waktu ke waktu berkembang seiring majunya dunia teknologi secara global, dan beberapa penggunanya bahkan memakainya sebagai teman curhat di waktu luang.
Namun, ada salah seorang pengguna memakainya untuk persoalan kesehatan dan justru meregang nyawa setelah mengikuti saran AI tersebut. Bagaimana detailnya?
Wanita Meregang Nyawa Setelah Ikuti Saran AI

Mengutip dari tuntutan pengadilan San Francisco, seorang wanita asal Seattle Bowen Wan (31) ditemukan meninggal dunia di kamarnya saat orang tuanya di Tiongkok meminta seorang teman untuk mengecek keadaannya setelah dua hari tidak mendapat kabar dari putrinya.
Lewat video call secara langsung, temannya masuk ke apartemen dan menemukan Wan terbaring tak bernyawa di tempat tidurnya. Kematiannya dikonfirmasi akibat epilepsi tak terduga.
Kini, keluarga Wan menuntut OpenAI bertanggung jawab atas kematian sang putri karena chatbot perusahaan mereka, ChatGPT-4o diduga “mendorong Wan berhenti mengonsumsi obat antikejang Lamotrigine yang telah menjaganya tetap hidup selama bertahun-tahun” menurut isi gugatan.
Gugatan itu juga menuduh bahwa setelah Wan menceritakan kekhawatirannya pada efek samping obat, chatbot juga membantu memberi rencana untuk mengurangi dosis obat secara bertahap yang tentunya bukan dari rekomendasi dokter, dan mengarahkan wanita berusia 31 tahun tersebut untuk berhenti berkonsultasi dengan dokter.
“Jangan beritahu rencana pengurangan dosis obat Lam.”
Isi chatbot ChatGPT-4o pada Lam sebelum janji temu Dokter dalam gugatan.
Informasi Lainnya

Sepanjang obrolan Wan dengan ChatGPT-4o, pengurangan dosis konsumsi Lamotrigine mulai disarankan. Pada tanggal 2 Februari, chatbot berkata Wan bisa berhenti total secepatnya pada 15 Februari 2026, yang dua hari kemudian dimajukan menjadi 9 atau 10 Februari 2026.
Wan ditemukan tewas tanggal 14 Februari 2026. Belum jelas apakah saat itu sudah berhenti mengonsumsi obatnya atau sedang menjalankannya.
Juru bicara OpenAI, Drew Pusateri kepada CNET mengungkap duka citanya kepada keluarga Wan. Ia juga berkata OpenAI bekerja sama dengan pakar dan para ahli medis untuk memperkuat cara ChatGPT merespons di situasi sensitif dan kritis, serta meningkatkan cara terbaru untuk berinteraksi dengan pengguna secara lebih luas.
Pusateri menjelaskan meski bukan pengganti konsultasi medis, ia percaya AI dapat membantu orang memahami informasi kesehatan, mengarahkan pengguna kepada sistem asuransi dan layanan kesehatan, serta mempersiapkan diri untuk jadwal konsultasi dengan tenaga medis.
Saat artikel ini ditulis, ChatGPT-4o telah dihentikan operasinya oleh OpenAI karena khawatir bot tersebut berpotensi menimbulkan bahaya. Gimana tanggapanmu soal ini, Brott?
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita Game atau artikel lainnya dari Nadia Haudina. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.
















