Sebelumnya kita sudah pernah membahas Linux sebagai salah satu sistem operasi yang sedang naik daun di artikel ini. Di artikel tersebut, juga ada sedikit pembahasan mengenai berbagai kekurangan Linux. Salah satunya adalah mengapa game yang punya sistem kernel level anti-cheat agresif seperti Apex Legends dan Valorant tidak bisa berjalan di OS tersebut.
Tak sedikit yang merasa kalau keterbatasan ini yang menjadi deal-breaker ketika mencoba migrasi dari Windows. Berbagai game kompetitif e-sports ternyata tidak bisa berjalan sama sekali di Linux distro apa pun. Bahkan Proton sendiri yang tergolong bisa menyelesaikan 85% masalah gaming tidak membantu.
Lantas, apa sebenarnya masalahnya? Mengapa Linux tidak bisa menjalankan game seperti Apex Legends, VALORANT, dan berbagai game kompetitif lainnya? Apakah ada solusi lain jika ingin tetap menggunakan Linux? Mari kita bahas di artikel kali ini.
Mengapa Banyak Game dengan Kernel Level Anti-Cheat Tidak Jalan di Linux?

Sebenarnya ada berbagai alasan mengapa game e-sport tidak bisa berjalan di sistem operasi Linux. Secara garis besar, sistem pertahanan ini berada di ring terdalam (ring 0) yang sangat dekat dengan hardware. Kebanyakan game berjalan di ring terluar (ring 3).
Ketika sebuah program dijalankan oleh user, sistem operasi akan langsung bertanya kepada program anti-cheat yang punya privilege lebih tinggi dan bisa mengizinkan atau memblokir aplikasi tersebut bekerja. Jika program tersebut terdeteksi sebagai program cheat, maka biasanya game tidak bisa diluncurkan dan muncul peringatan ada program ilegal yang berjalan.
Tidak hanya itu, Proton sendiri hanya bertugas mentranslasi game DirectX ke Vulkan agar bisa berjalan di Linux.Jadi secara teknisnya ia tidak mampu mengakses ring 0. Dikarenakan dasarnya Proton adalah penerjemah dan bukan Virtual Machine atau pun emulator, game tidak mendeteksi adanya kernel Windows ketika dijalankan.
Proton yang berjalan di ring 3 tidak punya kemampuan untuk mengakses otorisasi ring 0 sehingga software anti-cheat menganggap kalau pengecekan keamanan gagal dilakukan. Akhirnya game tidak bisa dijalankan.
Salah satu taktik yang digunakan oleh sistem pertahanan via kernel juga memastikan integrasi memori tidak diubah-ubah oleh program pihak ketiga. Jadi, tugas aplikasi anti-cheat juga menjaga code game yang disimpan sementara dalam memori tidak diutak-atik oleh program lain. Jadi, tidak ada tuh kasus wallhack, auto-aim, hack kecepatan, dan pelacakan posisi musuh di minimap.
Minimnya Dukungan Developer

Banyak yang beranggapan kalau Linux sepenuhnya salah dalam hal minimnya dukungan untuk game kompetitif. Padahal, jika kita ingin menarik lebih dalam pembahasannya, developer sebenarnya juga punya andil dalam membuat game tersebut bisa jalan di Linux atau tidak.
Sejauh ini, belum ada game yang bisa berjalan di Linux jika judul tersebut memanfaatkan sistem keamanan via kernel. Bahkan Helldivers 2 sendiri masih menggunakan sistem anti-cheat berbeda di versi Windows dan Linux. Pada versi Windows, ia menggunakan nProtect GameGuard yang berjalan di kernel. Sedangkan di versi Linux, ia masih menggunakan software serupa namun dengan dukungan kernel level yang dimatikan. Jadi, keberadaan di Linux hanya sebatas user level anti-cheat.
User Base Linux Masih Tergolong Kecil

Poin ini masih sangat nyambung dengan poin sebelumnya. Meski Valve sudah berusaha mengenalkan Linux ke ranah mainstream lewat SteamOS, tidak dapat dipungkiri kalau jumlah pengguna OS maskot Penguin ini masih berjumlah sedikit. Angkanya terpaut sangat jauh dari jumlah pengguna Windows.
Minimnya user membuat pengembangan sistem anti-cheat untuk Linux menjadi sangat tidak masuk akal di segi finansial. Bayangkan saja, perusahaan harus mencurahkan waktu dan uang yang tidak sedikit untuk mengembangkan program anti-cheat khusus Linux sementara penggunanya mungkin hanya ribuan seluruh dunia. Kebanyakan diantaranya juga mungkin tidak memainkan game kompetitif.
Sifat Alami Linux Itu Sendiri

Dikarenakan Linux merupakan sistem operasi yang beranjak dari ide kolaborasi, maka elemen “open-source” ini malah sangat mengganggu keamanan sebuah sistem. Bayangkan saja, komunitas yang solid akan sangat kompak dalam mencari celah keamanan suatu program anti-cheat.
Bagi para pengguna Linux, melakukannya akan terasa seperti memecahkan puzzle. Tapi, bagi developer program tersebut, akan mengalami sakit kepala berkelanjutan begitu sistem yang mereka bangun dengan biaya tidak sedikit dibobol dalam hitungan hari.
Linux juga sangat ketat dalam memberikan akses privilege kernel kepada aplikasi. Berbeda dengan Windows dimana aplikasi bisa mengakses kernel selama diizinkan oleh pengguna. Linux bahkan membatasi akses meskipun pengguna sudah mendapatkan izin root. Mengubah privilege di Linux mengharuskan kamu memodifikasi kernel itu sendiri. Sesuatu yang rasanya tidak mungkin bisa dilakukan oleh orang dengan pengetahuan seadanya. Tapi begitu pengguna bisa memodifikasi kernel, maka ia bisa dibuat seakan-akan tidak ada cheat yang sedang berjalan.
Selain itu, biasanya perusahaan game besar tidak mengizinkan kode sumber dari program anti-cheat mereka dirilis ke publik. Melakukan itu sama saja dengan memberikan akses terbuka kepada para pembuat cheat untuk melakukan reverse engineering proteksi keamanan yang bertugas untuk menghilangkan aktivitas cheat itu sendiri.
Kesimpulan
Minim atau tidak adanya dukungan untuk game kompetitif shooter di Linux tidak hanya berlandaskan pada permasalahan teknis belaka. Faktor yang tidak kalah penting sebenarnya juga mencakup tentang ekonomi yang masih tergolong kecil perputarannya. Sehingga terciptalah lingkaran setan dimana dukungan untuk Linux akan terus kecil karena tidak ada usernya, sedangkan usernya tidak akan bertambah jika dukungan tidak diprioritaskan.
Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

![[Opini] Apa yang Jadikan Linux Gaming Menarik untuk Dicoba? 6 Linux Gaming](https://gamebrott.com/wp-content/uploads/2026/05/linux-gaming-350x250.avif)















