Red Dead Redemption 2 Sepi di Steam, GTA Online Malah Dapatkan Update Menarik

Cover 1

Tahun 2019 ini kelihatannya menjadi tahun yang campur aduk bagi Rockstar, di satu sisi mereka masih meraup banyak keuntungan dari GTA Online mereka yang kini sudah mencapai umur ke-6 nya dan bahkan kembali ramai setelah update Diamond Casino and Resort kemarin. Dan kemungkinan akan terus mencoba membuat GTA Online lebih menarik lagi dengan update selanjutnya yang kembali berfokus kepada misi heist kembali. Namun tidak seperti heist yang telah ada di GTA Online sebelumnya Rockstar menjanjikan misi yang lebih kompleks dan menarik di update selanjutnya ini.

Update yang akan datang sebentar lagi, tepatnya 12 Desember 2019 mendatang tersebut akan bernama “The Diamond Casino Heist“. Dan seperti namanya nantinya para pemain akan dihadapkan dengan skenario perampokan kasino yang dimiliki oleh keluarga mafia. Rockstar sendiri menyebut update ini sebagai “Operasi kriminal terbesar, paling berani, dan paling kompleks” dalam sejarah Los Santos.

Misi heist baru ini sendiri akan menjanjikan misi yang lebih rumit, opsi strategi yang lebih banyak, keamanan yang lebih dinamis, serta variabel-variabel yang akan membuat misinya tidak linear dan membutuhkan pengambilan keputusan saat misi berlangsung. Bahkan nantinya misi akan tetap berlanjut meskipun anggota kru-mu ada yang gugur di tengah perampokan. Dan karena misi yang rumit, persiapan yang harus dilakukan nantinya pun akan kompleks. Mulai dari memiliki markas operasi, hingga latihan untuk meretas jaringan serta membuka brangkas.

Di sisi lain, Rockstar sebenarnya juga memiliki Red Dead Redemption 2 yang kemarin 7 Desember 2019 akhirnya masuk ke Steam. Namun sayangnya sambutan para gamer tidak semeriah sambutan untuk GTA V dahulu. Bahkan peluncuran kemarin terhitung rendah dengan hanya sekitar 28.000-an pemain pada puncaknya, dibandingkan dengan GTA V yang mencapai 350.000-an lebih saaat diluncurkan. Terlepas bahwa gamenya dirilis di Rockstar Game Launcher  dan Epic Games Store terlebih dahulu ketimbang Steam, kelihatannya ada beberapa hal yang membuat Arthur tidak disambut semeriah Trevor, dkk.

Yang pertama tentunya ada beberapa masalah teknis yang mewarnai masuknya Red Dead Redemption 2 ke PC. Optimalisasi yang kurang baik sepertinya masih menghantui banyak gamer. Beberapa gamer mengatakan dalam kolom review bahwa mereka mengalami crash acak dalam game, bahkan tidak dapat masuk ke dalam gamenya. Masalah lain yang ikut memperparah adalah sinkronisasi buruk antara Steam dan Rockstar Game Launcher. RGL memang tetap dibutuhkan meskipun pemain membeli gamenya di Steam. Namun ada beberapa masalah seperti game yang sudah dibeli di Steam tidak muncul di RGL, hingga permintaan terhadap email lama Steam bagi mereka yang telah mengganti email steam mereka.

Di luar semua masalah teknis yang pastinya akan segera diperbaiki oleh Rockstar, masalah minimnya konten baru menarik kelihatannya juga menjadi masalah bagi RDR 2 ini. Red Dead Redemption 2 sendiri telah dirilis kurang lebih setahun lalu di konsol. Dan presentase gamer yang memainkan RDR 2 demi cerita petualangan Arthur tentunya sudah berkurang drastis. Namun tidak seperti GTA Online yang punya konten-konten menarik untuk pemainnya, Red Dead Online masih belum punya konten yang mampu menggugah para pemainnya untuk bertualang di Saint Dennis. Ini tentunya menjadi PR lanjutan bagi Rockstar apabila mereka ingin Red Dead Redemption 2 dapat bertahan lama seperti GTA.


Jangan lupa baca juga info-info menarik lainnya tentang Rockstar atau artikel-artikel gak umum lainnya dari Galih K.A. Contact me at galihka@gamebrott.com

Exit mobile version