Beyond the Dark – Steam merupakan platform gaming di PC yang digunakan oleh mayoritas gamer di platform tersebut. Berbagai game hadir di platform ini mulai dari game indie hingga game triple A. Dan game-game yang dihadirkan juga tak hanya game berbayar saja, game gratis juga ada di platform ini.
Beredar kabar bahwa Valve baru-baru ini menarik game horror Beyond the Dark dari platform Steam karena adanya dugaan game mengandung malware yang mencuri data pengguna. Mengapa game ini sempat lolos?
Valve Tarik Game Horror Beyond the Dark dari Steam

Game Beyond the Dark yang mengandung Malware ini ditemukan oleh YouTuber bernama Eric Parker. Dirinya menyelidiki game tersebut dan menemukan bahwa terdapat sebuah file bernama UnityPlayer.dll yang ternyata adalah sebuah Malware.
Game ini rilis pada tahun 2024. Namun, bukan berarti game tersebut telah menyebarkan virus sealam 2 tahun ini. Pada awalnya, Game Beyond the Dark ini merupakan game indie bernama Rodent Race yang memiliki gameplay dan genre yang jauh berbeda.
Berdasarkan informasi SteamDB, pada tanggal 1 Mei 2026, game tersebut mendapat perubahan total mulai mengganti namanya hingga seluruh file game dan membuatnya menjadi game horror gratis yang bisa diunduh pemain.

Ketika gamenya dimainkan, game kerap crash dan jikapun tidak, game hanya berada di lobby saja tanpa bisa masuk ke gameplaynya. Ketika game ditutup ataupun crash, malware bernama UnityPlayer.dll tersebut masih tetap bekerja.
Malware tersebut akan mengakses berbagai informasi pengguna mulai dari data pribadi, riwayat browser, wallet crypto, dan bahkan akun Roblox. Malware ini juga mengunduh program pencuri password agar akun-akun penggunanya dapat diretas.
Bukan Kali Pertama Terjadi di Steam

Dan ini bukan kali pertama sebuah game disisipi malware. Sebelumnya, Steam telah menemukan beberapa game yang mengandung Malware seperti Block Blasters, Chjemia, DashFPS, Sniper Phantom’s Resolution, dan PirateFi.
Beberapa game yang menyisipkan malware dalam file mereka bahkan telah berada di radar FBI dan sedang diinvestigasi oleh biro asal Amerika Serikat tersebut karena diduga dibuat oleh orang yang sama atau kelompok yang sama.
Setelah video dari sang YouTuber ini ramai, pihak Steam langsung turun tangan dan menarik peredaran game Beyond the Dark. Saat ini, halaman store game tersebut masih aktif namun tombol unduh kini telah dihapus oleh Valve.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Berita atau artikel lainnya dari Javier Ferdano. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
















