16 Hal yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Jadikan Video Game Hobimu


Sebagai salah satu hobi yang mayoritas digandrungi oleh kaum adam, video game sebenarnya miliki banyak detil yang jika terlewatkan bakal buatmu keliatan kayak orang purba yang baru keluar dari goa. Banyak aspek penting yang perlu diperhatikan untuk menjadikannya hobi utamamu, terutama bagi kamu yang duitnya pas-pasan. Memilih platform yang tepat bisa membuatmu lebih bijak dalam menghandle keuanganmu yang pas-pasan tadi.


Kalian tentu pasti bertanya-tanya kenapa saya memilih topik ini. Ya sebenernya topik ini dipicu oleh banyak banget pembaca gamebrott khususnya yang sering bergelut di kolom komentar dan livestream facebook yang masih bertanya “Game apa itu bang?” dan berkomentar tanpa membaca isi dari setiap artikel yang kami tulis. Padahal udah jelas ada tulisannya. Ngga tau ya kalo ngetroll atau apa, cuman yang model begini emang harus dilurusin biar kembali ke jalan yang benar. Karena jika kamu masih bertanya “game apa” maka kemungkinan yang paling umum tersirat di benak saya adalah “kamu baru terjun dalam hobi ini” atau emang kamunya cuman ngikut trend temen-temen aja biar dibilang gaul.

Tentunya, harapan agar kamu bisa lebih pintar dalam menyikapi berbagai kontroversi atau sebuah diskusi dalam forum tentang hobimu menjadi salah satu alasan kenapa saya menulisnya. Yah, meskipun mungkin masih banyak kurangnya karena memang ngga semuanya yang saya sebutkan lengkap. Tapi, seenggaknya bisa membantumu sedikit demi sedikit untuk mengenal video game sebagai hobimu.

Lah kok jadi ngelantur gini? Okelah kalau begitu, langsung saja kita apa aja sih yang kamu harus perhatikan jika berniat untuk jadikan video game hobimu? Siapkan camilanmu, karena ini akan jadi artikel yang super panjang dari saya.

1. Video Game Itu Mahal

Ngga ada hobi yang murah, mahal bukan berarti harus keluar uang banyak, namun waktu dan tenaga juga. Waktu dan tenagamu itu berharga, dan video game mencakup itu semua. Jika kamu liat mereka yang koleksi Gunpla atau kartu Yu-Gi-Oh! bisa habis ratusan ribu hingga jutaan, maka game juga sama. Satu game baru berkualitas tinggi harganya bisa capai 700-800 ribu rupiah. Tentunya game yang dihargai segitu sesuai dengan kualitas yang ia tawarkan, meski terkadang tak jarang dana tersebut digunakan untuk mengcover biaya pemasarannya yang gila-gilaan.

Jadi, kalau kamu ngga siap untuk ngeluarin duit sebanyak itu, lebih baik urungkan niat dan mungkin ikuti “kata orang” untuk menghabiskan uang pada hal yang lebih berguna. Karena hobi “butuh” dedikasi yang tinggi dari masing-masing orang. Tapi ya, semua balik lagi padamu, jalan setengah-setengah, atau gaspol. Itu hobimu saya ngga berhak mengaturnya karena semua orang berhak untuk bahagia.

2. Pilih Racunmu: PC, Console, Mobile

Setelah punya duit, tentunya kamu harus milih dong platform yang bisa jadi platform setiamu nanti sampe bertahun-tahun ke depan. Baik PC, Console, atau Mobile. Tentunya berbagai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Lalu, apa sih poin penting dari ketiga platform tersebut?

Racun PC:

“PC Master Race” itulah sebutan netizen gaming dunia terhadap platform yang satu ini. Selain hardwarenya yang bisa dioprek dengan kustomisasi aneh-aneh, PC bisa nyaris melakukan segalanya. Mau 4K? Bisa! Mau modifikasi gamenya dengan ganti karakter 3D dengan model 3Dmu sendiri? Bisa! Ngecheat di game offline? GAMPANG! Modifikasi tampilan luarnya! Why not?

Bagi orang yang duitnya pas-pasan, merakit PC mungkin bisa jadikannya paket kerja dan main game secara bersamaan. Tapi tahukah kamu bahwa kamu harus mengorbankan banyak uang untuk mengejarnya? Worth ga sih rakit PC buat main game? Berikut segelintir keunggulan dan kekurangan jika kamu memilih PC sebagai platform gaming utamamu.

1. Spesifikasi Menjadi Suatu Hal yang Penting

Komponen merupakan senjata utama PC. CPU, RAM, GPU/VGA, dan HDD merupakan kesatuan yang ngga bisa dilepaskan dalam PC. Kamu harus memilih banyak sekali komponen tersebut untuk bisa memainkan game. Salah mengkombinasikan komponen dan pilih merk maka bukan jaminan kamu bisa mengalami bottleneck atau justru bencana tak diinginkan yang lain. Jangan asal murah, karena semua komponen yang kamu beli biasanya judi alias untung-untungan. Bisa rusak cepet kalo apes, bisa tahan lama kalo beruntung. Namun hal tersebut sangat minim terjadi di beberapa merk ternama lainnya yang sudah terjamin kualitasnya.

2. Wajib Tahu Fungsi Komponennya

Selain spesifikasi yang saya tulis, kamu juga wajib mengetahui banyak sekali fungsi komponen yang ada. Mulai dari perbandingan core, kecepatan, generasi CPU, hingga perbedaan merk antara A, B, dan C. Bertanya memang selalu menjadi solusi, tapi hey sekarang kan ada teknologi namanya google, kenapa ngga dicari aja?

Saya kasih tips nih, tomshardware bisa jadi situs referensi termudah buat para pemula. Tapi, jangan lupa untuk mencoba mencarinya kembali di beberapa sumber lain seperti linus tech tips, atau yang lain. Ya, semua butuh pengorbanan dan tidak semudah itu Ferguso!

3. Uang, Semuanya Butuh Uang

Bicara komponen yang super banyak tersebut, tentunya uang yang kamu butuhkan semakin banyak dong. Inget, processor/CPU itu harganya ngga murah kecuali kamu pengen yang ngga bertahan lama kalo dipaksa di situasi ekstrim. Standar rakit PC gaming untuk zaman sekarang kira-kira 10-15 juta. Kamu bisa memangkasnya menjadi lebih murah apabila sudah punya monitor, keyboard, mouse, speaker, dan / atau headset. Kalo kamu nargetnya jangka super panjang, maka kamu butuh uang lebih.

4. Rakit Sesuai Kebutuhan
Kamu ngga perlu bikin kayak gini kalo kebutuhanmu cuman maen game aja di resolusi 1080p

Yes, ini yang jarang diperhatiin banyak orang. Ngerakit sesuai kebutuhan itu perlu. Kamu rakit PC Gaming buat main game apa aja? Minimal/recommended spec-nya apa aja? Harus dipikirkan matang-matang. Termasuk target fps dan tingkat visualnya. Ngerakit asal-asalan bisa jadi boros dan buang-buang duit.

5. Platform Penjualan Beragam
Steam jadi salah satu platform terbesar yang telah lama kuasai pasar PC Gaming.

Ingat PC ingat Steam, ya, Steam merupakan salah satu platform penjualan game digital dari PC terbesar di dunia. Nyaris semua game PC dirilis di Steam, namun ngga cuman Steam aja, terkadang banyak game PC yang dirilis di platform lain. Misalnya aja uPlay milik Ubisoft, Epic Games Store milik Epic Games, GOG milik CD Projekt, Origin milik EA, Battlenet yang eksklusif menjual game milik Blizzard dan Activision, Bethesda Launcher milik Bethesda, Windows Store milik Microsoft, dan beberapa platform penjualan lain termasuk dari pihak ketiga seperti Greenman Gaming, Humble Bundle, dan Itch.

6. Event Diskon
Steam Summer Sale tawarkan berbagai diskon besar-besaran.

Event diskon tahunan game PC biasanya sesuai musim, baik semi, panas, gugur, dan dingin/natal/liburan. Namun diskon terbesar yang cukup gila ada pada Steam Summer Sale dengan diskon hingga 85%. Tak hanya itu saja, biasanya platform distribusi penjualan game digital juga mengadakan flash sale, weekend sale, publisher sale, dan event diskon lain yang ngga menentu jadwalnya.

7. Evolusi Hardware
CPU akan terus berevolusi seiring berjalannya tahun, jadi pilihlah komponen yang sesuai.

Hardware PC terus berevolusi, jadi kamu wajib untuk investasi jangka panjang untuk persiapkan PCmu di tahun-tahun berikutnya. Selalu sisihkan uang tiap bulan untuk mengupgradenya, karena pada umumnya umur komponen dan perubahan zaman bisa mentok 5-10 tahun tergantung kamu cara rawatnya gimana. Jangan lagi ada keluhan “duh belom nyobain GTX 980Ti udah keluar seri RTX 2080Ti aja”, itu salahmu ngga persiapin sejak dini.

Selanjutnya baca di artikel berikut untuk tips rakit PC murah, di sini saya udah jelaskan cukup detil dan mudah dimengerti apa aja yang dibutuhkan. Sementara artikel berikut untuk apa saja yang wajib kamu perhatikan sebelum jadi PC Gamer. Ngga, saya ngga mau ngasih lebih lengkap lagi karena saya udah jelasin panjang di artikel lawas saya sebelumnya.

Racun Console

Nah, kalo yang ini buat kamu yang ngga mau ribet tinggal colok listrik dan TV, semuanya beres! Ngga perlu mikir harus pake RAM berapa, VGA/GPU yang gimana, CPU berapa corenya, hingga berapa Hz frekuensi CPU-nya. Console merupakan mesin yang memang didesain khusus untuk memainkan video game, ngga lebih. Lalu, ada berapa sih variannya?

1. PlayStation, Nintendo, atau Xbox

Banyak banget sebenernya console itu kalo kamu hidup di tahun 80-90-an, ada Nintendo, SEGA Saturn, Dreamcast, PlayStation, sampe ATARI. Tapi sekarang kamu cuman tinggal milih antara 3: PlayStation, Nintendo, atau Xbox. Tentunya semuanya punya kelebihannya masing-masing.

PlayStation
PlayStation 4 adalah varian teranyar dari PlayStation yang kini sudah memasuki tahun keenamnya saat tulisan ini ditulis.

PlayStation atau Sony PlayStation merupakan buah tangan dari proyek Nintendo dan Sony di industri video game bernama “Nintendo Play Station” yang akhirnya dibatalkan karena Nintend