Dunia sains baru saja digemparkan oleh pencapaian AI dari Tiongkok yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Universitas Peking. AI tersebut diketahui telah berhasil memecahkan masalah matematika tingkat lanjut yang tidak bisa dipecahkan selama 12 tahun.
AI dari Tiongkok Berhasil Pecahkan Soal Matematika Tersulit

Lalui informasi yang kami dapatkan dari Independent, masalah yang diselesaikan adalah konjektur aljabar komutatif yang diajukan oleh Dan Anderson pada tahun 2014, sebuah soal sulit yang selama satu dekade terakhir belum mampu dibuktikan oleh para pakar matematika dunia. Keberhasilan AI dari Tiongkok dalam menyelesaikan soal matematika tersulit dalam 80 jam ini diketahui gunakan dual-agent.

Satu agen bertugas melakukan penalaran strategi pemecahan masalah menggunakan mesin pencari teorema bernama Matlas, sementara agen kedua bertugas mengubah penalaran tersebut menjadi bahasa pemrograman formal menggunakan Lean 4 untuk verifikasi.

Dengan metode ini, AI tersebut tidak hanya memberikan jawaban, tetapi juga mampu membuktikan kebenaran hasilnya sendiri secara matematis tanpa risiko “halusinasi” yang sering dialami oleh Large Language Model (LLM) biasa.
Walaupun pencapaian AI dari Tiongkok ini belum setingkat dengan memecahkan masalah Millennium Prize seperti Hipotesis Riemann, keberhasilan ini tetap menjadi tonggak sejarah yang signifikan. Sistem ini berhasil menjembatani celah antara penalaran bahasa alami dan verifikasi mesin yang kaku.
Baca juga informasi menarik Gamebrott lainnya terkait Tech atau artikel lainnya dari Bima. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com
















