Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • G | LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • TopupNEW
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > Android > Custom ROM Android, Masih Diperlukan di Tahun 2025?

Custom ROM Android, Masih Diperlukan di Tahun 2025?

by Andi
26 Oktober 2025
in Android, OPINI, TECH
Reading Time: 6 mins read
A A
0
custom rom android
0
SHARES
413
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Custom ROM Android – Kebebasan yang ditawarkan Android sebagai sistem operasi perangkat mobile adalah kemampuan untuk “oprek” ROM bisa dilakukan siapa saja. Di awal Android rilis, skema oprek-mengoprek sistem sudah menjadi keseharian yang lumrah dilakukan.

Membuka kunci bootloader, terutama pada HP Xiaomi di kala ini yang gampang-gampang susah masih membekas dengan jelas dalam ingatan saya. Seperti yang kita ketahui, kebanyakan OS atau ROM bawaan brand terkadang tidak memiliki kinerja yang sesuai keinginan. Mulai dari tampilan yang membosankan, hingga kinerja yang terhambat karena OS seperti MIUI terlalu ‘bloated’ dengan banyaknya aplikasi bawaan dan fitur sampah.

Custom ROM dan root adalah jawaban di kala itu. Dengan memasang ROM sendiri, kita bisa merasakan pengalaman memakai sistem operasi yang jauh lebih ringan, sesuai kemauan kita, dengan tampilan yang mirip ponsel lain pula (seperti Pixel misalnya).

Memasang custom ROM juga bukan untuk semua pengguna Android. Ia sudah menjadi semacam hobi yang niche diantara sekumpulan pengguna yang ingin merasakan open-source yang sesungguhnya. Komunitasnya sendiri juga cukup besar untuk ukuran sebuah hobi ‘aneh’. Hanya saja, pelan namun pasti, pelaku dan pengembang custom ROM sudah semakin jarang ditemukan.

ROM yang benar-benar stabil hanya tinggal beberapa. Pilihannya antara LineageOS, GrapheneOS, PixelOS dan mungkin beberapa nama besar lainnya. Skema oprek-mengoprek yang dulunya ramai kini sudah mulai terlihat jarang sekali peminatnya. Ada apa?

Daftar isi

  • Custom ROM Android Apakah Masih Diperlukan?
    • Dukungan Update Panjang Vs CusROM
    • ROM Official Sudah Sarat Fitur
    • Batasan dari Google
    • Kapan Butuh Custom ROM?
    • Kesimpulan

Custom ROM Android Apakah Masih Diperlukan?

custom rom android
CusROM apakah masih dibutuhkan?

Pudarnya eksistensi skema ROM custom ini tentu didasari oleh berbagai faktor. Android sendiri sudah mengalami kematangan dari segi software. Hilang sudah masa dimana OS buatan manufaktur terkesan tidak stabil dan jarang mendapatkan update.

Kini, OS seperti OneUI (yang menggantikan TouchWiz Samsung), ColorOS, OriginOS sudah memiliki desain yang solid dengan bloatware yang minim pula. Ia memang masih menggunakan satu layer desain di atas stock Android, namun dari segi fitur, jarang ada yang dipangkas. Konsekuensinya, fitur di ponsel Android terasa mirip satu sama lain dan tidak ada ciri khas.

Brand besar seperti OnePlus sendiri juga sudah kehilangan identitasnya sebagai ponsel yang mengedepankan desain OS yang anti-mainstream. Setelah meninggalkan Cyanogen dan perlahan-lahan mengikuti desain ColorOS milik Oppo. Brand yang sebelumnya punya identitas kuat ini pun harus mati dan selaras dengan kakak perusahaannya.

Dukungan Update Panjang Vs CusROM

image 116
Tidak perlu ROM pihak ketiga lagi?

Dulu, brand hanya berani memberikan dukungan update 1-2 tahun saja untuk ponsel mereka, bahkan flagship sekali pun. Hal tersebut juga yang membuat banyak pengguna Android merasa iri terhadap pengguna iPhone yang masih mendapatkan dukungan update OS hingga 5-6 tahun.

Itu kalau dulu, sekarang rasanya kondisi ini cukup berbeda terutama di tahun 2025. Beberapa brand besar saja sudah berani memberikan dukungan update software setidaknya 4-5 tahun bahkan untuk model midrange mereka. Contoh saja brand Samsung baru-baru ini memberikan dukungan hingga 6 tahun update software untuk seri A dan 7 tahun untuk seri S dan Z.

Masa dukungan yang panjang juga berarti OS mendapatkan patch keamanan yang dirilis setiap bulan dan hal itu krusial bagi mereka yang sangat peduli terhadap keamanan data dan serangan siber. Kondisi ini membuat banyak pengguna merasa tidak perlu lagi memasang ROM pihak ketiga sebelum masa dukungan first party berakhir.

ROM Official Sudah Sarat Fitur

image 117
ROM resmi sudah ramai fitur

Dulu mungkin kamu harus memasang ROM lain karena membutuhkan fitur system–wide dark mode atau fitur lainnya yang tidak ada di ROM resmi. Tapi, dengan tingkat kematangan OS bawaan seperti sekarang, semakin membuat tindakan oprek-mengoprek ini kehilangan fungsinya.

Bayangkan saja, untuk memasang ROM pihak ketiga bukan hal yang mudah. Kamu harus melakukan riset terlebih dahulu ROM apa yang ingin dipakai, lalu melakukan backup data, buka bootloader, memasang TWRP, flash ROM, memasang Magisk jika ingin melakukan root, baru kita bisa menikmati fitur yang diinginkan.

Tapi bagaimana kalau fitur-fitur yang kita inginkan malah sebenarnya sudah ada di ROM bawaan? Rasanya sia-sia saja membuang banyak waktu untuk mengoprek namun hasilnya tidak jauh berbeda.

Batasan dari Google

image 118
Beberapa fitur tidak tersedia jika pasang cusROM

Ekosistem Android yang kian berubah juga berpengaruh pada skema oprek itu sendiri. Bagaimana tidak, banyak diantara mereka yang memakai ROM kustom mengeluh kalau Google terasa seperti membuat mereka bagaikan anak tiri.

Dompet digital yang tidak berfungsi semana mestinya, kamera yang sering error, Google Play integrity yang tidak aktif juga kadang membuat beberapa aplikasi seperti Netflix tidak dapat dipasang. Gabungan antara semua itu menjadikan custom ROM menjadi lebih sulit direkomendasikan bagi mereka yang peduli terhadap fitur-fitur krusial tersebut.

Kapan Butuh Custom ROM?

image 119
GrapheneOS

Dari banyaknya faktor-faktor di atas, sebenarnya kapan kita masih membutuhkan ROM khusus seperti ini? Jawabannya ternyata masih sangat banyak. ROM pihak ketiga ini akan sangat berguna kalau kamu ingin menggunakan ponsel yang terlampau tua dan tidak lagi mendapatkan dukungan update OS dari brand.

Memakai ROM kustom ini akan memberikan nyawa baru dari perangkat lama kamu yang masih berfungsi namun sudah dianggap usang oleh brand. Hal ini bisa membuat kamu tidak lagi perlu membuang HP tersebut, membeli yang baru, dan menambahkan jumlah limbah elektronik yang beredar.

Selain itu, beberapa kondisi khusus yang membutuhkan kamu memasang ROM pihak ketiga. Salah satunya adalah ketika ROM bawaan ternyata masih penuh dengan bloatware dan butuh dibersihkan (misalnya HyperOS buatan Xiaomi). Dengan adanya ROM yang lebih ringan, kinerja perangkat akan jauh meningkat pula.

Kondisi lain yang cocok adalah kamu yang ingin terbebas dari pantauan Google. Ya, terdengar hiperbola namun tidak sedikti yang khawatir kalau perangkat Android digunakan sebagai sarana mengumpulkan data pribadi untuk keperluan iklan oleh Google. Maka dari itu ada ROM khusus yang tidak menyertakan Google Mobile Service (GMS) sehingga tidak ada aplikasi bawaan seperti Chrome, Play Store, dan YouTube.

Kesimpulan

Skema yang dahulunya ramai ini perlahan namun pasti sudah mulai ditinggalkan. Hanya saja, ia tidak akan sepenuhnya mati dikarenakan Android sendiri merupakan proyek open-source yang berarti siapa pun bisa membuat OS varian mereka sendiri.

Selalu ada saja pengguna yang ingn tampil unik dan mengkustomisasi perangkat miliknya sesuai keinginan. Hanya saja, fenomena yang dahulunya adalah sebuah kebutuhan kini berubah menjadi sekadar hobi saja untuk mencari kesenangan dan pengalaman.

Kalau kamu gimana? Apakah kamu masih sering oprek-oprek ponsel Android kamu? Atau sudah menyerah dan kembali ke jalur mainstream? Coba berikan pendapat kamu soal ini ya brott.


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Tags: android
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

Apa Itu AI PC? Apa Perbedaannya dengan PC Biasa

Next Post

Cerita Need For Speed: Most Wanted Lengkap Mulai dari Awal Hingga Akhir

Andi

Andi

Menyukai game namun terhalang motion sickness, hampir tidak bisa memainkan game FPS karena itu. Pencinta Fate series dan Nasuverse in general

Related Posts

Iqoo 15t 2026

Bocoran Spesifikasi iQOO 15T Beredar, Bawa Dimensity 9500!

by Bima
2 hari ago
0

iQOO 15T akhirnya resmi diperkenalkan sebagai perangkat pertama dari lini T-Series milik iQOO. Menyambut pertengahan tahun 2026 ini, sub-brand dari...

Xiaomi Xring 03 2026

Xiaomi XRING 03 Dipastikan Rilis Tahun Ini, Siap Tantang Kompetitor?

by Bima
5 hari ago
0

Setelah lama tiada kabar, Xiaomi XRING 03 kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta teknologi setelah perusahaan mengonfirmasi peluncurannya....

Qualomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro 2026

Teknologi 2nm Bikin Chipset Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Jadi Mahal?

by Bima
1 minggu ago
0

Baru-baru ini Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro tengah menjadi bahan perbincangan hangat di komunitas teknologi karena bocoran harganya...

Googlebook 2026

Bocoran Googlebook, Laptop Berbasis Android dan Gemini Penerus Chromebook?

by Bima
1 minggu ago
0

Googlebook baru saja menjadi perhatian dunia teknologi setelah bocoran mengenai platform laptop terbaru dari Google ini muncul ke publik menjelang...

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

CEO Bunny Garden 2

CEO Bunny Garden 2 Sebut Karakter ‘Papan’ Lebih Berisiko dari ‘Plot Besar’ di Gamenya

by Muhammad Faisal
4 jam ago
0

Harga GTA VI CEO Take-Two

Harga GTA VI Masih Enggan Diumumkan oleh CEO Take-Two

by Muhammad Faisal
8 jam ago
0

State Of Play Juni 2026

PlayStation State of Play Juni 2026 Kemungkinan Berdurasi 90 Menit

by Javier Ferdano
8 jam ago
0

Film Super Mario Baru

Film Super Mario Baru Kemungkinan Meluncur di Tahun 2029

by Nadia Haudina
9 jam ago
0

Kolaborasi Kedua Honkai Star Rail x Fate Diumumkan

Kolaborasi Honkai Star Rail x Fate Kedua Resmi Diumumkan, Hadirkan Gilgamesh dan Rin Tohsaka!

by Sofie Diana
9 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Bahasa Indonesia Bulan Mei 2026

by Muhammad Faisal
3 minggu ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
5 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
5 bulan ago
0

Game PS2 Ukuran Kecil Terbaik di Dunia

100 Game PS2 Ukuran Kecil Terbaik di Dunia yang Paling Seru dan Tidak Cepat Bosan 2023

by Muhammad Faisal
3 tahun ago
0

cover 39 low end games gamebrott

120 Game PC Ringan Terbaik di Dunia yang Takkan Buat Laptop dan PC Kentang Kalian Meleleh

by Muhammad Maulana
1 tahun ago
33

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited