Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • TopupNEW
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
No Result
View All Result
  • Android
  • iOS
  • PC
  • PS4
  • PS5
  • Switch
  • XBOX One
  • Xbox Series X
  • Genshin Impact
  • GTA
  • GB Live!
Gamebrott.com
  • Berita
  • TECH
  • LIST
  • Review
  • Tutorial
  • OPINI
  • Video
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • TopupNEW
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
No Result
View All Result
Gamebrott.com
No Result
View All Result

Gamebrott > Android > Mengapa Ada Banyak Protokol Fast Charging untuk Android?

Mengapa Ada Banyak Protokol Fast Charging untuk Android?

by Andi
24 Mei 2026
in Android, TECH, Techformasi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Protokol Fast Charging
0
SHARES
287
VIEWS
Bagikan ke FacebookShare on Twitter

Protokol fast charging – Pengguna Android pasti sadar kalau setiap brand HP memiliki tipe fast charging mereka sendiri. Mulai dari Xiaomi kini ada HyperCharge, Oppo punya SuperVOOC, Vivo dengan Flash Charge, dan Samsung dengan Super Fast Charging.

Tapi mengapa setiap brand harus memiliki protokol pengecasannya sendiri, mengapa tidak ada satu protokol universal yang bisa digunakan semuanya? Jawabannya ternyata jauh lebih rumit dari yang kita bayangkan. Mari kita bahas di artikel kali ini.

Daftar isi

  • Mengapa Ada Banyak Protokol Fast Charging di Android?
    • Trik yang Berbeda dari USB-PD
    • Sarana Membangun Ekosistem Mini
    • Kesimpulan

Mengapa Ada Banyak Protokol Fast Charging di Android?

protokol fast charging
Kok bisa ada banyak protokol berbeda?

Sebenarnya standarisasi pengecasan dari USB sendiri sudah tersedia lewat kehadiran USB-PD (Power Delivery). Standar ini jauh lebih fleksibel dan membolehkan perangkat bernegosiasi untuk menarik daya tertentu sesuai kebutuhan mereka. Sebagai contoh, rentang daya yang USB-PD sediakan bisa dimulai dari 5W sampai 240W tergantung perangkat.

Lalu dengan tingkat flesibilitas yang baik, mengapa masih banyak brand smartphone Android yang tetap menggunakan protokol proprietary seperti yang sudah kita bahas tadi? Jawabannya ada berbagai lapis.

Pertama, brand sebenarnya pernah berada di fase berlomba-lomba siapa yang bisa menyajikan pengisian daya tercepat. Jika saat ini brand tengah berlomba menambahkan kapasitas baterai, maka beberapa tahun lalu, para vendor sedang fokus untuk menaikkan kecepatan pengisi. Maka brand mulai bisa menaikkan kemampuan pengecasan yang naik dari 35W menjadi 45W. Lalu menyusul ke 65W dan lalu tembus 100W. Bahkan beberapa model Android ada yang bisa mencapai angka 200W.

Tetapi, untuk mencapai kecepatan pengecasan luar biasa ini, tidak bisa bergantung pada standar umum seperti USB Power Delivery. Vendor smartphone merasa lebih nyaman menggunakan protokol proprietary dimana mereka bisa mengatur berapa kuat arus, voltase, hingga seberapa panas yang dihasilkan selama proses pengisian daya.

Belum lagi karena fleksibilitasnya tersebut, berarti USB-Power Delivery harus mendukung berbagai perangkat. Sehingga sulit rasanya bagi brand smartphone untuk mendongkrak kecepatan semau mereka. Mereka harus menunggu pihak USB menambahkan standar baru jika ingin melampaui batas yang sudah ada.

Trik yang Berbeda dari USB-PD

Image
Kabel harus khusus?

Salah satu alasan mengapa smartphone bisa mengisi daya dengan cepat adalah pendekatan berbasis Ampere. Berbeda dengan USB-PD yang lebih fokus menaikkan atau menurunkan Voltase, kebanyakan protokol proprietary lebih main di Ampere yang bisa berubah-ubah.

Namun, trik seperti ini biasanya membutuhkan kabel khusus yang mendukung Ampere tinggi. Misalkan saja, charger dari brand Xiaomi sendiri menyediakan kabel dengan 3A yang pada saat itu sulit untuk menemukan spesifikasi yang sama di brand third-party. Jadi, ketika pengguna mengganti kabel charger bawaan, biasanya kecepatan pengecasan akan turun drastis. Sebab, kabel baru tidak dapat mengantarkan arus sebesar 3 Ampere.

Meski kini USB-PD sudah mengejar dengan penghadirkan protokol pendukung PPS (programmable Power Supply), tetap saja brand hanya sekedar mengimplementasikan fitur tersebut tanpa ada dukungan penuh. Pasalnya, mereka sudah lebih kenal dan nyaman dengan protokol sendiri yang sudah dikembangkan dengan biaya tidak murah pula.

Sarana Membangun Ekosistem Mini

Image
Sekalian jualan aksesori

Salah satu alasan lain mengapa brand masih pakai protokol bawaan adalah tidak lain karena ia bisa jadi lahan cuan yang cukup menggiurkan. Dengan mengunci metode pengecasan berbasis kabel atau batok bawaan, maka begitu aksesori tersebut rusak, pengguna akan kembali membeli suku cadang original.

Trik ini memang terkenal jitu untuk mengembalikan pembeli meski transaksi jual-beli telah usai. Pengguna yang menginginkan pengecasan ngebut seperti biasanya mau tidak mau harus membeli charger original. Harganya juga terpatok tidak murah terutama untuk tipe dengan kecepatan tinggi.

Karena itu pula brand tidak mau berganti ke standar protokol lain dalam sekejap mata. Selain mereka harus menjaga ekosistem yang sudah digunakan ratusan juta pengguna, penjualan aksesori seperti ini juga menjadi ladang cuan dengan profit tidak sedikit.

Secara kemampuan teknis, tiap brand chip pun mau unjuk gigi. Misalkan saja, Qualcomm mengenalkan Quick Charge, sedangkan MediaTek punya Pump Express, dan Samsung dengan Fast Charging.

Kesimpulan

Jadi, apakah standar protokol proprietary akan terus bertahan? Sayangnya iya. Mengingat belum ada regulasi global yang mengatur kalau brand tidak diizinkan mengunci ekosistem pengecasan mereka, rasanya kita akan tetap melihat nama-nama seperti SuperVOOC, FlashCharge, dan sejenisnya pada tiap brand.

Gimana menurut kamu? Apakah kamu termasuk yang setuju dengan banyaknya protokol pengecasan seperti ini? Atau sebaiknya hanya ada satu saja protokol universal biar tidak ribet?


Dapatkan informasi keren di Gamebrott terkait Tech atau artikel sejenis yang tidak kalah seru dari Andi. For further information and other inquiries, you can contact us via author@gamebrott.com.

Tags: android
SummarizeShareTweetSend
Previous Post

[Opini] Apa yang Jadikan Linux Gaming Menarik untuk Dicoba?

Next Post

Developer Game Ini Ungkap Perbedaan Unity dan Godot, Mana yang Lebih Bagus?

Andi

Andi

Menyukai game namun terhalang motion sickness, hampir tidak bisa memainkan game FPS karena itu. Pencinta Fate series dan Nasuverse in general

Related Posts

Xiaomi 17t 2026

Bocoran Spesifikasi Xiaomi 17T Beredar, Bawa Chipset Dimensity 8500 Ultra

by Bima
6 hari ago
0

Xiaomi 17T kini menjadi perbincangan hangat di komunitas teknologi setelah bocoran spesifikasi resminya mulai beredar di internet. Melompati penomoran angka...

Top Up Free Fire Murah 2026

Cara Top Up Free Fire Murah dan Aman: Panduan Lengkap untuk Pemain Indonesia

by Bima
6 hari ago
0

Free Fire menjadi salah satu game mobile yang banyak dimainkan di Indonesia saat ini. Sehingga membuat pengembangnya, yaitu Garena sering...

Gimmick Spesifikasi Smartphone

7 Gimmick Spesifikasi Smartphone, Awas Jangan Sampai Kegocek!

by Andi
1 minggu ago
0

Ada baiknya riset dulu sebelum beli

Iqoo 15t 2026

Bocoran Spesifikasi iQOO 15T Beredar, Bawa Dimensity 9500!

by Bima
2 minggu ago
0

iQOO 15T akhirnya resmi diperkenalkan sebagai perangkat pertama dari lini T-Series milik iQOO. Menyambut pertengahan tahun 2026 ini, sub-brand dari...

Load More
Please login to join discussion

Gamebrott Latest

God of War: Laufey

[RUMOR] God of War: Laufey Kemungkinan Rilis Sebelum Tahun 2028

by Nadia Haudina
7 jam ago
0

Founder Zynga Developer Game

Founder Zynga Mengajak Developer Lain Buang Gengsi dan Tidak Malu Meniru Game Lain

by Friliando
12 jam ago
0

Roadmap Crimson Desert DLC Expansion

Roadmap Crimson Desert Ungkap Bakal Ada Konten Baru dan DLC Expansion

by Arif Gunawan
13 jam ago
0

Penjualan Game First-Party PlayStation

Penjualan Game First-Party PlayStation Mengalami Penurunan Dalam 5 Tahun Terakhir

by Arif Gunawan
13 jam ago
0

Kreator God of War Laufey

Kreator God of War 1 dan 2 Berikan Kritik Pedas Terhadap Game God of War Laufey

by Muhammad Faisal
13 jam ago
0

Gamebrott Live

Gamebrott Trending

Cheat GTA

200+ Cheat GTA Paling Lengkap Bahasa Indonesia Bulan Juni 2026

by Muhammad Faisal
2 hari ago
0

Kreator God of War Laufey

Kreator God of War 1 dan 2 Berikan Kritik Pedas Terhadap Game God of War Laufey

by Muhammad Faisal
13 jam ago
0

Player Forza Horizon 6 Livery

Player Forza Horizon 6 di-Banned 3 Hari Karena Desain Livery Mobilnya Dianggap Terlalu Sugestif

by Muhammad Faisal
14 jam ago
0

Nama Squad Mobile Legends

2000+ Nama Squad Mobile Legends (ML) Keren dan Artinya yang Berkualitas

by Jeri Utama
5 bulan ago
0

Nickname Keren

1000+ Nickname Keren yang Bisa Kalian Pakai di Game Favoritmu 2026!

by Jendra
5 bulan ago
0

© Gamebrott.com Ltd. 
Untuk say hello, kerjasama, Press Release, dan kolaborasi lainnya silahkan hubungi;
Career
: hrd@gamebrott.com
Partnership: info@gamebrott.com
Press Release: pr@gamebrott.com
Phone/Whatsapp: (+62)-852-7134-8676

POWERED BY

Visit our GMA team:
Vietnam – EXP GG VN
Taiwan HK – EXP GG TW
Thailand – GamingDose

  • About Us
  • Contact Us
  • advertising
  • SITEMAP

© 2026 Gamebrott Limited

No Result
View All Result
  • Berita
  • Review
  • G | LIST
  • PLATFORM
    • Android
    • iOS
    • PC
    • PS4
    • PS5
    • Switch
  • TECH
  • Tutorial
  • Popular Games
    • Mobile Legends
    • Free Fire
    • PUBG Mobile
    • GTA
    • Genshin Impact
  • Videos
    • TikTok
    • YouTube
    • Facebook
  • GB Live!
  • Freebies
    • Free Games
    • Giveaway
  • Topup

© 2026 Gamebrott Limited